Rabu, 18 November 2020

Banyak hal yg tak dimengerti karena tak ada penjelasan.. berputar2 dalam ketidak pastian.. membuat hati rasanya harus merelakan..ahh ntahlah.. aku sypnya dihidupnya.. tanpa status.. dan aku menyadari syp aku sbnarnya.. yah sudahlah... Berusaha bertahanpun tkan membuatnya hadir untuk Qta... Apalagi memberi penjelasan... Manusia memang serumit itu...
*Ngaji Kitab Aqidatul Awam (17-3)*
قال المؤلف رحمه الله تعالى:
إلياس يونس زكريا يحيى # عيسى وطه خاتم دع غيا
"Ilyas, Yunus, Zakaria, Yahya, Isa dan Thoha (Muhammad) penutup para nabi, tinggalkan kesesatan. 


*Penjelasan*
✅Nama-nama Nabi yang wajib (kifayah) diketahui adalah:
2⃣4⃣ Isa
♦️Nasabnya adalah Isa ibn Maryam binti Imran. Nasabnya sampai kepada nabi Dawud alayhissalam.
☝️Maryam adalah seorang wali perempuan yang sholihah, ayahnya yang bernama Imran adalah juga laki-laki yang shalih, ulamanya bani Israil. 
♦️Nabi Isa adalah nabi terakhir dari kalangan bani Israil. Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda:
الْأَنْبِيَاءُ إِخْوَةٌ لِعَلَّاتٍ دِينُهُمْ وَاحِدٌ وَأُمَّهَاتُهُمْ شَتَّى وَأَنَا أَوْلَى النَّاسِ بِعِيسَى ابْنِ مَرْيَمَ لِأَنَّهُ لَمْ يَكُنْ بَيْنِي وَبَيْنَهُ نَبِيٌّ
"Para Nabi itu ibarat saudara seayah beda ibu, ibu (syariat) mereka  berbeda-beda, namun agama mereka satu, aku adalah orang yang paling berhak atas diri Isa dari manusia semuanya, karena tidak ada seorang Nabi pun antara aku dengannya. HR Ahmad
♦️Nabi Isa dilahirkan tanpa seorang ayah, sebagaimana nabi Adam diciptakan tanpa Ayah dan ibu.
♦️Sebelum dilahirkan, malaikat memberi kabar gembira kepada sayyidah Maryam tentang akan dilahirkannya seorang anak  yang sholih darinya. Allah ta'ala berfirman:
إِذۡ قَالَتِ ٱلۡمَلَـٰۤىِٕكَةُ یَـٰمَرۡیَمُ إِنَّ ٱللَّهَ یُبَشِّرُكِ بِكَلِمَةࣲ مِّنۡهُ ٱسۡمُهُ ٱلۡمَسِیحُ عِیسَى ٱبۡنُ مَرۡیَمَ وَجِیهࣰا فِی ٱلدُّنۡیَا وَٱلۡـَٔاخِرَةِ وَمِنَ ٱلۡمُقَرَّبِینَ
[Surat Ali 'Imran 45]
♦️Ketika terlihat hamil, orang-orang bani Israil berperasangka buruk, mereka menuduh Maryam telah berzina dengan Yusuf an Najjar yang beribadah bersama Maryam.
👆Ketika nabi Isa lahir, beliau ketika masih bayi (berumur 40 hari) membebaskan ibunya dari segala tuduhan. Allah ta'ala berfirman:
قَالَ إِنِّی عَبۡدُ ٱللَّهِ ءَاتَىٰنِیَ ٱلۡكِتَـٰبَ وَجَعَلَنِی نَبِیࣰّا
[Surat Maryam 30]
"Nabi Isa berkata, sesungguhnya Aku adalah hamba Allah, Allah mendatangkan kitab kepadaku dan menjadikan seorang nabi".
♦️Nabi Isa berdakwah kepada bani Israil, mengajak mereka untuk masuk ke dalam agama Islam, beribadah hanya kepada Allah dan tidak menyekutukannya dengan sesuatu.
☝️Nabi Isa tidak pernah mengajarkan kepada mereka untuk menyembah dirinya atau pada ibunya.
♦️Nabi Isa belum wafat sampai sekarang, beliau diangkat ke atas langit.
☝️Orang-orang Yahudi menghasut seorang raja agar membunuh nabi Isa. Ketika akan dibunuh nabi Isa bersama para muridnya yang shalih.
☝️Allah menyerupakan salah satu diantara para sahabat nabi Isa dengan wajah nabi Isa, sementara nabi Isa diangkat ke langit.
☝️Orang Yahudi membawa laki-laki yang diserupakan dengan nabi Isa dan membunuh serta menyalibmya.
❤️Allah ta'ala berfirman:
وَقَوۡلِهِمۡ إِنَّا قَتَلۡنَا ٱلۡمَسِیحَ عِیسَى ٱبۡنَ مَرۡیَمَ رَسُولَ ٱللَّهِ وَمَا قَتَلُوهُ وَمَا صَلَبُوهُ وَلَـٰكِن شُبِّهَ لَهُمۡۚ وَإِنَّ ٱلَّذِینَ ٱخۡتَلَفُوا۟ فِیهِ لَفِی شَكࣲّ مِّنۡهُۚ مَا لَهُم بِهِۦ مِنۡ عِلۡمٍ إِلَّا ٱتِّبَاعَ ٱلظَّنِّۚ وَمَا قَتَلُوهُ یَقِینَۢا ۝  بَل رَّفَعَهُ ٱللَّهُ إِلَیۡهِۚ وَكَانَ ٱللَّهُ عَزِیزًا حَكِیمࣰا
[Surat An-Nisa' 157 - 158]
♦️Turunnya nabi Isa di akhir zaman adalah tanda besar kiamat. Beliau akan membunuh Dajjal. 
2⃣5⃣ Muhammad
♦️Nasabnya adalah Muhammad ibn Abdullah ibn Abdul Muththolib bin Hasyim bin Abdi Manaf bin Qushayy bin Kilab bin Murah bin Ka'ab bin Luayy bin Ghalib bin Fihr bin Malik bin an Nadlr bin Kinanah bin Khuzaimah bin Mudrikah bin Ilyas bin Mudlor bin Nizar bin Ma'd bin Adnan. Nasabnya beliau sampai pada nabi Ismail ibn Ibrahim.
♦️Nabi Muhammad dilahirkan di Makkah dan diangkat menjadi Nabi pertama kali ketika beliau tinggal di Makkah, kemudian beliau diperintahkan untuk hijrah ke Madinah dan wafat serta dikuburkan di Madinah pula.
♦️Nabi Muhammad shallallahu alayhi wasallam adalah  nabi terakhir, penutup para nabi dan rasul.
❤️Allah ta'ala berfirman:
مَّا كَانَ مُحَمَّدٌ أَبَاۤ أَحَدࣲ مِّن رِّجَالِكُمۡ وَلَـٰكِن رَّسُولَ ٱللَّهِ وَخَاتَمَ ٱلنَّبِیِّـۧنَۗ وَكَانَ ٱللَّهُ بِكُلِّ شَیۡءٍ عَلِیمࣰا
[Surat Al-Ahzab 40]
"Muhammad bukanlah ayah dari salah seorang kalian, tetapi dia adalah Rasulullah dan penutup para nabi, dan Allah mengetahui atas segala sesuatu".
♦️Nabi Muhammad shallallahu alayhi wasallam adalah makhluk termulia secara mutlak, beliau adalah pemimpin para nabi dan rasul.
♦️Rasulullah wafat pada usia 63 tahun, dimakamkan di Madinah. Sekarang berada di dalam masjid nabawi di bawah Qubbah Khodlro' (kubah hijau).
👆Di sampingnya dimakamkan Sayyidina Abu Bakr dan Sayyidina Umar ibn Khaththab.

والله أعلم بالصواب

Sabtu, 14 November 2020

Bolak balik sosmed udah sepi.. uwew uwew
_ngaji sinambi ng☕pi_

*Kitab Matan Abi Syuja' (Matan al Ghoyah wat Taqrib) #17*
--------------------------------------

_*بسم الله الرحمن الرحيم*_

قال المؤلف رحمه الله تعالى:

 وفرائض الغسل ثلاثة أشياء : 

النية وإزالة النجاسة إن كانت على بدنه وإيصال الماء إلى جميع البشر والشعر

_"Dan fardlu mandi itu ada tiga perkara, niat, menghilangkan najis jika ada najis pada badannya dan menyampaikan air pada seluruh kulit dan rambut"_

*Penjelasan*

✅ Al Mu'allif selanjutnya menjelaskan tentang fardlu atau rukun mandi, yaitu ada tiga:

1⃣ Niat, niat boleh secara umum tanpa menyebutkan sebab diwajibkannya mandi atas dirinya seperti niat menghilangkan hadats atau dengan menentukan sebabnya seperti:

♦️Orang yang junub berniat menghilangkan janabah.

♦️Perempuan yang haidl atau Nifas berniat menghilangkan hadats haidl atau nifas.

♦️Niat dilakukan bersamaan dengan membasuh bagian pertama dari badan, baik bagian atas atau bawah badan.

Apabila niat dilakukan  setelah membasuh bagian tertentu dari badan, maka bagian yang telah dibasuh tanpa niat tersebut harus diulang basuhannya.

 Niat mandi wajib juga boleh digabungkan dengan niat mandi sunnah seperti mandi jum'ah dll.

2⃣ Menghilangkan najis jika ada najis di badannya

Ini adalah pendapat yang diunggulkan oleh al Imam ar Rofi'i.

Berdasarkan pendapat ini, tidak cukup membasuh satu kali basuhan untuk menghilangkan hadats dan najis

♦️Sedangkan al Imam an Nawawi mengunggulkan pendapat yang menganggap cukup dengan satu kali basuhan untuk hadats dan najis

Ini jika najisnya berupa najis hukmiyyah, adapun jika najisnya berupa najis ainiyyah maka wajib dibasuh dua kali untuk membasuh najis dan hadats.

3⃣ Meratakan air ke seluruh kulit dan rambut

♦️Yang dimaksud dengan kulit adalah bagian luar dari kulit

Wajib membasuh bagian luar dari dua bibir, yaitu bagian yang tampak ketika bibir dikatupkan

Wajib membasuh bagian yang terlihat dari lekukan dua telinga

Wajib membasuh bagian yang pecah pada badan

Wajib menyampaikan air pada bagian di bawah kulit kemaluan (qulfah)

 Wajib membasuh bagian yang terlihat dari farji seorang perempuan ketika duduk untuk buang hajat

 Wajib membasuh bagian yang terlihat dari pantat ketika duduk untuk buang hajat

Wajib membasuh bagian  yang terlihat dari kelopak mata ketika menutup mata

Tidak wajib menyampaikan air pada bagian dalam mata, hidung dan mulut. 
   
والله أعلم بالصواب
اللهم صل وسلم على سيدنا محمد

#DAKWAH LDNU KAB KEDIRI
*Ngaji Kitab Aqidatul Awam (17-1)*
قال المؤلف رحمه الله تعالى:
إلياس يونس زكريا يحيى # عيسى وطه خاتم دع غيا
"Ilyas, Yunus, Zakaria, Yahya, Isa dan Thoha (Muhammad) penutup para nabi, tinggalkan


*Penjelasan*
✅Nama-nama Nabi yang wajib (kifayah) diketahui adalah:
2⃣0⃣ Ilyas
♦️Nasabnya adalah Ilyas ibn Yaasiin ibn Fanhaash ibn al 'Aizaar ibn Haaruun.
♦️Nabi Ilyas adalah seorang nabi yang diutus  di daerah Ba'labak Lebanon. Beliau menyerukan kaumnya untuk beribadah kepada Allah dan meninggalkan menyembah berhala yang mereka sebut Ba'l. Allah ta'ala berfirman:
وَإِنَّ إِلۡیَاسَ لَمِنَ ٱلۡمُرۡسَلِینَ ۝  إِذۡ قَالَ لِقَوۡمِهِۦۤ أَلَا تَتَّقُونَ ۝  أَتَدۡعُونَ بَعۡلࣰا وَتَذَرُونَ أَحۡسَنَ ٱلۡخَـٰلِقِینَ ۝  ٱللَّهَ رَبَّكُمۡ وَرَبَّ ءَابَاۤىِٕكُمُ ٱلۡأَوَّلِینَ
[Surat Ash-Shaffat 123 - 126]
"Dan sesungguhnya Iyas benar-benar sebagian dari para Rasul, Ilyas berkata pada kaumnya, tidakkah kalian takut (pada adzab Allah), Apakah kalian beribadah pada berhala ba'l dan kalian meninggalkan Sebaik-baiknya pengatur, Allah adalah Tuhan kalian dan tuhan bapak-bapak kalian yang awal".
👆Sebagian besar umatnya tidak mau beriman kepada Allah, sehingga Allah menurunkan adzab berupa tidak menurunkan hujan selama tiga tahun. Akibatnya tumbuhan, binatang pada mati, dan manusia ditimpa paceklik yang sangat, mereka kelaparan.
👆Adapun nabi Ilyas, beliau tidak memperlihatkan dirinya di hadapan mereka, Allah memberikan rizki kepada beliau sesuai dengan kehendak-Nya.
👆Nabi Ilyas menawarkan kepada kaumnya, apabila mereka mau beriman maka beliau akan mendo'akan turun hujan untuk mereka. Kaumnya menerima itu sehingga hujan turun dan mereka kembali memperoleh kemakmuran.
👆Tetapi ternyata mereka kembali kufur kepada Allah, ketika nabi Ilyas mengetahui bahwa mereka seterusnya akan tetap dalam kekufuran, maka beliau berdoa kepada Allah agar diistirahatkan dari mereka.
👆Beliau bertempat tinggal di sebuah gua sampai 10 tahun, sampai penguasa yang kafir telah mati, kemudian beliau kembali pada kaumnya untuk berdakwah pada mereka, dan kali ini banyak sekali umatnya yang masuk Islam.
♦️Nabi Ilyas wafat dan dimakamkan di Ba'labak
2⃣1⃣ Yunus
♦️Nasabnya adalah Yunus ibn Mataa, Nasabnya bersambung sampai Binyamin ibn Ya'qub.
♦️Nabi Yunus adalah seorang nabi dan Rasul yang diutus pada penduduk Nainawaa, Mushil Irak. Jumlah mereka lebih dari seratus ribu orang.
❤️Allah ta'ala berfirman:
وَإِنَّ یُونُسَ لَمِنَ ٱلۡمُرۡسَلِینَ
[Surat Ash-Shaffat 139]
"Dan sesungguhnya Yunus benar-benar termasuk sebagian dari para Rasul".
❤️Allah ta'ala berfirman:
وَأَرۡسَلۡنَـٰهُ إِلَىٰ مِا۟ئَةِ أَلۡفٍ أَوۡ یَزِیدُونَ
[Surat Ash-Shaffat 147]
"Dan Kami mengutus Yunus pada seratus ribu atau lebih orang".
♦️Selama 33 tahun nabi Yunus berdakwah pada kaumnya, tetapi hanya dua orang yang mau beriman, selebihnya tetap dalam kekufuran dan penyembahan terhadap berhala.
♦️Nabi Yunus sangat marah pada kaumnya, karena kekufuran mereka. Sehingga beliau meninggalkan kaumnya sebelum diperintahkan oleh Allah.
👆Akibatnya Allah menimpakan musibah kepada beliau, dengan dilempar ke laut dan ditelan oleh ikan. Beliau dalam tiga kegelapan, gelapnya malam, gelapnya lautan dan gelapnya di perut ikan.
👆Dengan kehendak Allah, ikan tersebut tidak menyakiti nabi Yunus dan tidak meremukkan tulang-tulangnya
👆Nabi Yunus bertasbih di dalam perut ikan tersebut, sehingga Allah menyelamatkan beliau, Allah memerintahkan ikan tersebut untuk mengeluarkan nabi Yunus dari dalam perutnya. 
❤️Allah ta'ala berfirman:
وَذَا ٱلنُّونِ إِذ ذَّهَبَ مُغَـٰضِبࣰا فَظَنَّ أَن لَّن نَّقۡدِرَ عَلَیۡهِ فَنَادَىٰ فِی ٱلظُّلُمَـٰتِ أَن لَّاۤ إِلَـٰهَ إِ*Ngaji Kitab Aqidatul Awam (17-1)*
قال المؤلف رحمه الله تعالى:
إلياس يونس زكريا يحيى # عيسى وطه خاتم دع غيا
"Ilyas, Yunus, Zakaria, Yahya, Isa dan Thoha (Muhammad) penutup para nabi, tinggalkan


*Penjelasan*
✅Nama-nama Nabi yang wajib (kifayah) diketahui adalah:
2⃣0⃣ Ilyas
♦️Nasabnya adalah Ilyas ibn Yaasiin ibn Fanhaash ibn al 'Aizaar ibn Haaruun.
♦️Nabi Ilyas adalah seorang nabi yang diutus  di daerah Ba'labak Lebanon. Beliau menyerukan kaumnya untuk beribadah kepada Allah dan meninggalkan menyembah berhala yang mereka sebut Ba'l. Allah ta'ala berfirman:
وَإِنَّ إِلۡیَاسَ لَمِنَ ٱلۡمُرۡسَلِینَ ۝  إِذۡ قَالَ لِقَوۡمِهِۦۤ أَلَا تَتَّقُونَ ۝  أَتَدۡعُونَ بَعۡلࣰا وَتَذَرُونَ أَحۡسَنَ ٱلۡخَـٰلِقِینَ ۝  ٱللَّهَ رَبَّكُمۡ وَرَبَّ ءَابَاۤىِٕكُمُ ٱلۡأَوَّلِینَ
[Surat Ash-Shaffat 123 - 126]
"Dan sesungguhnya Iyas benar-benar sebagian dari para Rasul, Ilyas berkata pada kaumnya, tidakkah kalian takut (pada adzab Allah), Apakah kalian beribadah pada berhala ba'l dan kalian meninggalkan Sebaik-baiknya pengatur, Allah adalah Tuhan kalian dan tuhan bapak-bapak kalian yang awal".
👆Sebagian besar umatnya tidak mau beriman kepada Allah, sehingga Allah menurunkan adzab berupa tidak menurunkan hujan selama tiga tahun. Akibatnya tumbuhan, binatang pada mati, dan manusia ditimpa paceklik yang sangat, mereka kelaparan.
👆Adapun nabi Ilyas, beliau tidak memperlihatkan dirinya di hadapan mereka, Allah memberikan rizki kepada beliau sesuai dengan kehendak-Nya.
👆Nabi Ilyas menawarkan kepada kaumnya, apabila mereka mau beriman maka beliau akan mendo'akan turun hujan untuk mereka. Kaumnya menerima itu sehingga hujan turun dan mereka kembali memperoleh kemakmuran.
👆Tetapi ternyata mereka kembali kufur kepada Allah, ketika nabi Ilyas mengetahui bahwa mereka seterusnya akan tetap dalam kekufuran, maka beliau berdoa kepada Allah agar diistirahatkan dari mereka.
👆Beliau bertempat tinggal di sebuah gua sampai 10 tahun, sampai penguasa yang kafir telah mati, kemudian beliau kembali pada kaumnya untuk berdakwah pada mereka, dan kali ini banyak sekali umatnya yang masuk Islam.
♦️Nabi Ilyas wafat dan dimakamkan di Ba'labak
2⃣1⃣ Yunus
♦️Nasabnya adalah Yunus ibn Mataa, Nasabnya bersambung sampai Binyamin ibn Ya'qub.
♦️Nabi Yunus adalah seorang nabi dan Rasul yang diutus pada penduduk Nainawaa, Mushil Irak. Jumlah mereka lebih dari seratus ribu orang.
❤️Allah ta'ala berfirman:
وَإِنَّ یُونُسَ لَمِنَ ٱلۡمُرۡسَلِینَ
[Surat Ash-Shaffat 139]
"Dan sesungguhnya Yunus benar-benar termasuk sebagian dari para Rasul".
❤️Allah ta'ala berfirman:
وَأَرۡسَلۡنَـٰهُ إِلَىٰ مِا۟ئَةِ أَلۡفٍ أَوۡ یَزِیدُونَ
[Surat Ash-Shaffat 147]
"Dan Kami mengutus Yunus pada seratus ribu atau lebih orang".
♦️Selama 33 tahun nabi Yunus berdakwah pada kaumnya, tetapi hanya dua orang yang mau beriman, selebihnya tetap dalam kekufuran dan penyembahan terhadap berhala.
♦️Nabi Yunus sangat marah pada kaumnya, karena kekufuran mereka. Sehingga beliau meninggalkan kaumnya sebelum diperintahkan oleh Allah.
👆Akibatnya Allah menimpakan musibah kepada beliau, dengan dilempar ke laut dan ditelan oleh ikan. Beliau dalam tiga kegelapan, gelapnya malam, gelapnya lautan dan gelapnya di perut ikan.
👆Dengan kehendak Allah, ikan tersebut tidak menyakiti nabi Yunus dan tidak meremukkan tulang-tulangnya
👆Nabi Yunus bertasbih di dalam perut ikan tersebut, sehingga Allah menyelamatkan beliau, Allah memerintahkan ikan tersebut untuk mengeluarkan nabi Yunus dari dalam perutnya. 
❤️Allah ta'ala berfirman:
وَذَا ٱلنُّونِ إِذ ذَّهَبَ مُغَـٰضِبࣰا فَظَنَّ أَن لَّن نَّقۡدِرَ عَلَیۡهِ فَنَادَىٰ فِی ٱلظُّلُمَـٰتِ أَن لَّاۤ إِلَـٰهَ إِلَّاۤ أَنتَ سُبۡحَـٰنَكَ إِنِّی كُنتُ مِنَ ٱلظَّـٰلِمِینَ
[Surat Al-Anbiya' 87]
"Dan ingatlah kisah Dzun Nun (Yunus), ketika dia pergi dalam keadaan marah, lalu dia menyangka bahwa Kami tidak akan menyulitkannya, maka dia berdoa dalam keadaan yang sangat gelap, tidak ada tuhan yang disembah dengan benar selain Engkau, maha suci Engkau, sungguh aku termasuk orang-orang dzalim". 
♦️Ketika telah ditinggalkan nabi Yunus, paginya terlihat oleh kaumnya adzab Allah akan menimpa mereka. Terlihat awan hitam di langit dan bercampur dengan asap yang tebal, mendung itu perlahan turun bersama asapnya.
👆Pada saat diambang kehancuran tersebut, mereka menyadari kesalahan mereka dan mencari nabi Yunus, tetapi mereka tidak menemukannya. Mereka bertemu dengan seseorang, orang tersebut menganjurkan mereka untuk beriman kepada Allah. Mereka kemudian beriman kepada Allah.
♦️Setelah keluar dari perut ikan, beliau pulang pada kaumnya dan mengetahui umatnya sudah beriman kepada Allah, mereka menunggu kedatangan nabi Yunus untuk membimbing mereka.
♦️Nabi Yunus wafat dan dimakamkan di daerah Shida. 

والله أعلم بالصواب
📚Kitab Tuhfatul Atfhal

1️⃣Lin atau Layyin, dalam Ilmu Tajwid, merupakan salah satu pembahasan dari Sifatul Huruf (sifat-sifat huruf hijaiah). Sifat Lin dimiliki oleh 2 huruf yaitu wawu dan ya. Namun tidak setiap wawu dan ya disebut punya sifat Lin.

Wawu dan ya disebut memiliki sifat Lin jika wawu dan ya nya sukun, dan sebelumnya ada huruf berharakat fathah. Apabila wawu atau ya sukun tetapi sebelumnya bukan fathah, maka sifat Lin nya tidak nampak. 

مَوْ - كَيْ – عَصَوْ - حَيْ

Sedangkan jika wawu atau ya sukun namun sebelumnya bukan harakat fathah maka bukan dibaca Lin. Bisa jadi dibaca Mad atau ibdal (ganti) huruf nya sesuai kaidah sharaf, dan bukan dibaca Lin 

مُوْ – لِيْ – مِوْزَانٌ

2️⃣Alif lam Syamsiyah
Yaitu Alif lam yang Alif lamanya menjadi tidak terbaca meskipun tulisannya masih ada , kemudian langsung ditasydidkan atau dimasukan ke dalam huruf-huruf Syamsiyah 14 yaitu;
ط،ظ،ث،ت،ز،ر،ض،ص،س،ش،ل،ن،د،ذ
Dan hukumnya dibaca idgham (dimasukan /ditasydidkan).sebab makhraj huruf lam dengan makhraj yang empat belas tadi berdekatan.Syamsiyah berarti matahari,Alif lam diumpamakan dengan bintang dan huruf Syamsiyah yang 14 tadi diumpamakan sebagai matahari, jadi bintang apabila bertemu dengan sinar matahari menjadi tidak kelihatan
Contohnya;
التوبة،الشكور،الصمد،السلم،الرزق

3️⃣طِبْ ثُمَّ حِلْ رَحْمًا تَفْدَانِعَم دَعْسُوْءَ ظَنَّ زَرْشَرِيْفًا لِلُكَرَاص
وَالَّلاَمُ اْلاُوْلَى سَمِّهَاقَمَرِيَّه وَالَلاَّمُ الأُخْرَه سَمْهَا سَكِيَّه

Alif Lam pertama itu Qomariah yang keduanya dinamakan Syamsyiah
_ngaji sinambi ng☕pi_

*Kitab Matan Abi Syuja' (Matan al Ghoyah wat Taqrib) 18*
-----------------------------------

_*بسم الله الرحمن الرحيم*_

قال المؤلف رحمه الله تعالى :

 وسننه خمسة أشياء :
 التسمية والوضوء قبله وإمرار اليد على الجسد والموالاة وتقديم اليمنى على اليسرى

_"Sunnah mandi ada 5 perkara, membaca tasmiyah, berwudlu sebelum mandi, menjalankan tangan pada badan, muwalah dan mendahulukan bagian badan yang kanan atas bagian badan yang kiri"_

*Penjelasan*

✅ Sunnah mandi ada lima perkara, yaitu:

1⃣ Membaca tasmiyah
♦️Yaitu membaca
بسم الله

Meninggalkan membaca tasmiyah adalah makruh.

2⃣ Berwudlu sebelum mandi

Yaitu berwudlu dengan wudlu yang sempurna sebelum mandi, jika tidak dilakukan maka tidak dimakruhkan

 Jika tidak berhadats kecil maka berniat wudlu sunnah mandi

 Jika berhadats kecil maka berniat wudlu untuk menghilangkan hadats kecil.

3⃣Menjalankan tangan ke seluruh badan.

Yaitu menggosok jasadnya dengan tangannya, meskipun dengan perantara kain.

4⃣ Muwalah

Yaitu membasuh anggota badan yang lain sebelum keringnya basuhan anggota badan sebelumnya.

5⃣ Mendahulukan bagian yang kanan dari bagian yang kiri

Urutannya sebagai berikut:

- Membasuh kepala
- Membasuh bagian badan sebelah kanan di bagian depan
- Membasuh bagian badan sebelah kanan di bagian belakang
- Membasuh bagian badan sebelah kiri di bagian depan
- Membasuh bagian  badan sebelah kiri di bagian belakang.

 *Catatan*

✔️ Sunnah mandi tidak hanya lima, masih ada sunnah mandi lainnya yang tidak disebutkan oleh al Mu'allif, yaitu:

1⃣ Menyertakan niat sampai akhir mandi.

2⃣Memulai basuhan dengan anggota wudlu.

3⃣ Membasuh anggota badan sebanyak tiga kali.

4⃣ Menyela-nyela rambut.

5⃣ Menggunakan air yang sedikit.

Di antara hal yang dimakruhkan dalam mandi adalah berlebihan dalam penggunaan air.

💛Diriwayatkan dalam hadits bahwa Rosululloh shollallohu alaihi wasallam biasanya mandi dengan satu sho' (4 mud) air dan terkadang mandi dengan 6 mud. 

والله أعلم بالصواب
اللهم صل وسلم على سيدنا محمد

#DAKWAH LDNU KAB KEDIRI

Kamis, 12 November 2020

*Ngaji Kitab Aqidatul Awam (16-1)*
قال المؤلف رحمه الله تعالى:
شعيب هارون وموسى واليسع # ذو الكفل داود سليمان اتبع
"Syu'aib, Harun, Musa dan Ilyasa', Dzulkifli, Dawud, Sulaiman".

*Penjelasan*
✅Nama-nama Nabi yang wajib (kifayah) diketahui adalah:
1⃣3⃣ Syu'aib
♦️Nasabnya adalah Syu'aib ibn Miikiil ibn Yasyjir ibn Madyan dari keluarga nabi Ibrahim.
♦️Nabi Syu'aib diutus di kota Madyan, penduduknya disebut kabilah Madyan.
👆Nabi Syu'aib mengajak mereka untuk beribadah kepada Allah, meninggalkan ibadah pada selain Allah, melarang mereka berbuat kedzaliman dan kerusakan. 
❤️Allah ta'ala berfirman:
وَإِلَىٰ مَدۡیَنَ أَخَاهُمۡ شُعَیۡبࣰاۚ قَالَ یَـٰقَوۡمِ ٱعۡبُدُوا۟ ٱللَّهَ مَا لَكُم مِّنۡ إِلَـٰهٍ غَیۡرُهُۥۖ 
[Surat Al-A'raf 85]
"Dan Allah mengutus pada kabilah Madyan saudara mereka Syu'aib, dia berkata: Wahai kaumku sembahlah Allah, tidak ada bagi kalian Tuhan yang disembah dengan benar selain Dia".
♦️Kaum Madyan tidak mau menerima dakwah nabi Syu'aib, bahkan mereka mengancam akan membunuh nabi Syu'aib.
👆Allah menurunkan adzab kepada mereka. Allah menimpakan gempa bumi yang sangat dahsyat, sehingga jasad-jasad mereka bergelimpangan tanpa ruh.
♦️Nabi Syu'aib wafat di Yordania dan dikuburkan di sana, disebuah lembah yang dikenal dengan lembah Syu'aib. 
1⃣4⃣ Harun
♦️Nasabnya adalah Harun ibn Imran ibn Yashhar ibn Qoohits ibn Laawiy ibn Ya'qub ibn Ishaq ibn Ibrahim.
👆Beliau adalah saudara kandung nabi Musa 'alayhissalam
👆Beliau dilahirkan 3 tahun setelah kelahiran nabi Musa' alayhissalam. 
♦️Nabi Harun diangkat menjadi seorang nabi untuk membantu nabi Musa alayhissalam dalam berdakwah ketika akan diutus untuk berdakwah pada Fir' aun.
❤️Allah ta'ala berfirman:
قَالَ رَبِّ إِنِّی قَتَلۡتُ مِنۡهُمۡ نَفۡسࣰا فَأَخَافُ أَن یَقۡتُلُونِ.  وَأَخِی هَـٰرُونُ هُوَ أَفۡصَحُ مِنِّی لِسَانࣰا فَأَرۡسِلۡهُ مَعِیَ رِدۡءࣰا یُصَدِّقُنِیۤۖ إِنِّیۤ أَخَافُ أَن یُكَذِّبُونِ
[Surat Al-Qashash 33 - 34]
"Nabi Musa berkata: Wahai Tuhanku aku telah membunuh seseorang di antara mereka, aku khawatir mereka akan membunuhku, saudaraku Harun lebih fasih lisannya dari pada aku, maka utuslah dia bersamaku sebagai pembantu untuk membenarkanku, aku khawatir mereka mendustakanku".
1⃣5⃣ Musa
♦️Nasabnya adalah Musa ibn Imran ibn Yashhar ibn Qoohits ibn Laawiy ibn Ya'qub ibn Ishaq ibn Ibrahim.
👆Beliau adalah saudara kandung nabi Harun alayhissalam.
♦️Nabi Musa lahir pada masa raja yang dzalim, kafir dan mengaku sebagai Tuhan, bernama al Waliid ibn Mush'ab, Fir'aun Mesir.
♦️Salah satu kemuliaan Nabi Musa, bahwa beliau diperdengarkan kalam Allah yang azali dan abadi
👆Allah ta'ala berfirman:
قَالَ یَـٰمُوسَىٰۤ إِنِّی ٱصۡطَفَیۡتُكَ عَلَى ٱلنَّاسِ بِرِسَـٰلَـٰتِی وَبِكَلَـٰمِی فَخُذۡ مَاۤ ءَاتَیۡتُكَ وَكُن مِّنَ ٱلشَّـٰكِرِینَ
[Surat Al-A'raf 144]
♦️Kisah nabi Musa di dalam al Qur'an disebutkan dalam berbagai surat, tidak memungkinkan untuk diulas di sini. Berikut garis besar kisah nabi Musa dalam Al Qur'an:
💜Kisah kelahiran dan menyusunya nabi Musa pada ibunya. 
💜Kisah pertumbuhan nabi Musa dan membunuh seorang laki-laki dari suku Qibthiy.
💜Kisah kepergian nabi Musa ke Madyan dan bertemu dengan nabi Syu'aib
💜Kisah kembalinya nabi Musa ke Mesir dan mendengar kalam Allah yang azali dan abadi
💜Kisah diutusnya nabi Musa bersama nabi Harun untuk berdakwah pada Fir'aun
💜Kisah nabi Musa bersama para tukang sihir Fir'aun
💜Kisah tentang adzab yang menimpa pada Fir'aun dan pengikutnya
💜Kisah menyembahnya bani Israil terhadap anak sapi, di saat nabi Musa tidak bersama mereka.
💜Kisah sapinya bani Israil
💜Kisah nabi Musa bersama Khodlir.
💜Kisah nabi Musa bersama Qorun
♦️Nabi Musa wafat pada umur 120 tahun. 
1⃣6⃣ Ilyasa'
♦️Nabi Ilyasa' adalah keturunan nabi Yusuf ibn Ya'qub ibn Ishaq ibn Ibrahim.
♦️Beliau diutus menjadi seorang nabi setelah nabi Ilyas.
💛Allah ta'ala berfirman:
وَٱذۡكُرۡ إِسۡمَـٰعِیلَ وَٱلۡیَسَعَ وَذَا ٱلۡكِفۡلِۖ وَكُلࣱّ مِّنَ ٱلۡأَخۡیَارِ
[Surat Shad 48]
"Dan sebutlah Ismail, Ilyasa' dan Dzulkifli, semuanya termasuk orang-orang pilihan".

والله أعلم بالصواب
_ngaji sinambi ng☕pi_

*Kitab Matan Abi Syuja' (Matan al Ghoyah wat Taqrib) #16*
--------------------------------------

_*بسم الله الرحمن الرحيم*_

قال المؤلف رحمه الله تعالى :

 وثلاثة تختص بها النساء وهي: الحيض والنفاس والولادة

_"Dan tiga perkara khusus terjadi pada kaum perempuan, yaitu haidl, nifas dan melahirkan"._

*Penjelasan*

✅ Al Mu'allif melanjutkan penjelasan tentang hal-hal yang mewajibkan mandi yang khusus terjadi pada perempuan, yaitu:

4⃣ Haidl.

♦️Haidl adalah darah yang keluar dari seorang perempuan yang telah  berumur 9 tahun Qomariyah atau 9 tahun kurang 15 hari.

Yaitu darah yang keluar dari rahim seorang perempuan dalam keadaan sehat tanpa sebab melahirkan.

Haidl minimal satu hari satu malam dan maksimal 15 hari.

♦️Mandi diwajibkan jika darah telah berhenti keluar.
 
5⃣ Nifas.

♦️Nifas adalah darah yang keluar dari rahim seorang perempuan setelah melahirkan.

Bukan darah yang keluar pada saat melahirkan bersamaan dengan bayi.

Nifas minimal sekadar satu kali ludahan dan paling lama 60 hari.

♦️Mandi diwajibkan jika darah telah berhenti keluar dan ingin mengerjakan sholat.

6⃣ Melahirkan.

♦️Melahirkan yang disertai dengan basah mewajibkan mandi secara pasti.

♦️Melahirkan yang tidak disertai dengan basah menurut pendapat yang lebih shohih juga mewajibkan mandi. 

Karena bayi adalah gumpalan air mani. 
 
 والله أعلم بالصواب
اللهم صل وسلم على سيدنا محمد

#DAKWAH LDNU KAB KEDIRI
_ngaji sinambi ng☕pi_

*Kitab Matan Abi Syuja' (Matan al Ghoyah wat Taqrib) #16*
--------------------------------------

_*بسم الله الرحمن الرحيم*_

قال المؤلف رحمه الله تعالى :

 وثلاثة تختص بها النساء وهي: الحيض والنفاس والولادة

_"Dan tiga perkara khusus terjadi pada kaum perempuan, yaitu haidl, nifas dan melahirkan"._

*Penjelasan*

✅ Al Mu'allif melanjutkan penjelasan tentang hal-hal yang mewajibkan mandi yang khusus terjadi pada perempuan, yaitu:

4⃣ Haidl.

♦️Haidl adalah darah yang keluar dari seorang perempuan yang telah  berumur 9 tahun Qomariyah atau 9 tahun kurang 15 hari.

Yaitu darah yang keluar dari rahim seorang perempuan dalam keadaan sehat tanpa sebab melahirkan.

Haidl minimal satu hari satu malam dan maksimal 15 hari.

♦️Mandi diwajibkan jika darah telah berhenti keluar.
 
5⃣ Nifas.

♦️Nifas adalah darah yang keluar dari rahim seorang perempuan setelah melahirkan.

Bukan darah yang keluar pada saat melahirkan bersamaan dengan bayi.

Nifas minimal sekadar satu kali ludahan dan paling lama 60 hari.

♦️Mandi diwajibkan jika darah telah berhenti keluar dan ingin mengerjakan sholat.

6⃣ Melahirkan.

♦️Melahirkan yang disertai dengan basah mewajibkan mandi secara pasti.

♦️Melahirkan yang tidak disertai dengan basah menurut pendapat yang lebih shohih juga mewajibkan mandi. 

Karena bayi adalah gumpalan air mani. 
 
 والله أعلم بالصواب
اللهم صل وسلم على سيدنا محمد

#DAKWAH LDNU KAB KEDIRI
*Ngaji Kitab Aqidatul Awam (16-2)*
قال المؤلف رحمه الله تعالى:
شعيب هارون وموسى واليسع # ذو الكفل داود سليمان اتبع
"Syu'aib, Harun, Musa dan Ilyasa', Dzulkifli, Dawud, Sulaiman".

*Penjelasan*
✅Nama-nama Nabi yang wajib (kifayah) diketahui adalah:
1⃣7⃣ Dzulkifli
♦️Nasabnya adalah Bisyr (Dzulkifli) ibn Ayyub.
♦️Di dalam al Qur'an tidak disebutkan kisahnya, baik secara rinci maupun global.
♦️Para ulama berbeda pendapat tentang beliau, sebagian mengatakan beliau adalah seorang laki-laki yang sholih dan seorang qodli yang adil, tetapi pendapat yang benar beliau adalah seorang nabi.
👆Karena dalam Al Qur'an, nama beliau disandingkan dengan nama-nama para nabi.
❤️Allah ta'ala berfirman:
وَإِسۡمَـٰعِیلَ وَإِدۡرِیسَ وَذَا ٱلۡكِفۡلِۖ كُلࣱّ مِّنَ ٱلصَّـٰبِرِینَ
[Surat Al-Anbiya' 85]
"Dan nabi Ismail, Idris dan Dzul Kifli, semuanya tergolong sebagia orang-orang yang sabar". 
1⃣8⃣ Dawud
♦️Nasabnya adalah Dawud ibn Iisya ibn Uwaid ibn 'Aabir, nasabnya sampai pada Yahudza ibn Ya'qub ibn Ishaq ibn Ibrahim.
♦️Allah memilih beliau sebagai nabi rasul sekaligus seorang raja pada usia 40 tahun dan diturunkan kepadanya kitab Zabur.
وَلَقَدۡ فَضَّلۡنَا بَعۡضَ ٱلنَّبِیِّـۧنَ عَلَىٰ بَعۡضࣲۖ وَءَاتَیۡنَا دَاوُۥدَ زَبُورࣰا
[Surat Al-Isra' 55]
"Dan benar-benar telah Kami utamakan sebagian nabi atas sebagian yang lain, dan telah Kami datangnya Zabur pada nabi Dawud".
♦️Nabi Dawud diberikan keistimewaan oleh Allah dengan keistimewaan yang sangat banyak, diantaranya kemerduan suara, apabila beliau bertasbih dan bertahmid maka gunung dan burung-burung ikut bertasbih dan bertahmid bersamanya. Allah ta'ala berfirman:
وَسَخَّرۡنَا مَعَ دَاوُۥدَ ٱلۡجِبَالَ یُسَبِّحۡنَ وَٱلطَّیۡرَۚ وَكُنَّا فَـٰعِلِینَ
[Surat Al-Anbiya' 79]
👆Besi ditangan beliau itu bisa menjadi lunak seperti adonan roti. Sehingga dalam membuat baju besi beliau cukup dengan tangannya, tidak memerlukan api dan palu.
♦️Meskipun beliau seorang Raja, tetapi nabi Dawud tidak makan kecuali dari hasil kerjanya sendiri, setiap malam melakukan sholat malam dan setiap siang berpuasa.
♦️Nabi Dawud wafat pada usia 100 tahun. 
1⃣9⃣ Sulaiman
♦️Nasabnya adalah Sulaiman ibn Dawud ibn Iisya dan seterusnya sama dengan Nasab nabi Dawud di atas.
♦️Nabi Sulaiman adalah pewaris nabi Dawud, baik  dalam kekuasaan maupun kenabian.
❤️Allah ta'ala berfirman:
وَوَرِثَ سُلَیۡمَـٰنُ دَاوُۥدَۖ وَقَالَ یَـٰۤأَیُّهَا ٱلنَّاسُ عُلِّمۡنَا مَنطِقَ ٱلطَّیۡرِ وَأُوتِینَا مِن كُلِّ شَیۡءٍۖ إِنَّ هَـٰذَا لَهُوَ ٱلۡفَضۡلُ ٱلۡمُبِینُ
[Surat An-Naml 16]
"Sulaiman telah mewarisi  nabi Dawud, nabi Sulaiman berkata: Wahai manusia kami telah diajari pembicaraan burung dan kami telah diberi segala sesuatu, sesungguhnya ini benar-benar keutamaan yang nyata".
♦️Nabi Sulaiman dikenal memiliki kecerdasan yang luar biasa dan ahli dalam bidang hukum dan politik sejak masih kecil.
♦️Empat tahun setelah berkuasa, Nabi Sulaiman membangun masjid al Aqsho, melaksanakan wasiat ayahnya (nabi Dawud).
👆Orang yang pertama kali membangun masjid al Aqsho adalah nabi Adam 'alayhissalam, 40 tahun setelah membangun al Masjid al Haram.
♦️Nabi memiliki keistimewaan yang sangat banyak, selain kenabian di antara keutamaannya adalah beliau bisa memahami bahasa burung dan binatang lainnya, manusia, jin dan syetan seluruhnya tunduk kepadanya, beliau menguasai bumi seluruhnya, angin juga tunduk kepadanya, sehingga bisa beliau perintahkan untuk membawa beliau ke mana saja.
♦️Kisah nabi Sulaiman disebutkan di dalam al Qur'an, di antara kisah nabi Sulaiman yang disebutkan dalam Al Qur'an adalah:
💙Kisah nabi Sulaiman kecil bersama ayahnya dalam memutuskan persengketaan tentang seekor kambing milik seseorang yang memakan tanaman milik orang lain di malam hari
💙Kisah nabi Sulaiman bersama semut
💙Kisah nabi Sulaiman bersama Bilqis, ratu Saba'
♦️Nabi Sulaiman wafat pada usia 52 tahun, berkuasa selama 40 tahun dan dimakamkan di Baitul Maqdis Palestina. 

والله أعلم بالصواب
*Pelajaran dalam hidup kita.*

Mau belajar SABAR?
Nanti kita akan bertemu orang² yang keras kepala kepada kita.

Mau belajar MEMAAFKAN?
Nanti kita akan bertemu orang² yang akan menyakiti kita.

Mau belajar MEMBERI?
Sebentar lagi kita akan di perhadapkan orang² yang berkekurangan.

Mau RENDAH HATI?
Tunggu saja, akan ada orang² yang akan merendahkan diri kita.

Apapun yang sedang kita hadapi, itulah PROSES BELAJAR DAN MELATIH DIRI MENJADI LEBIH BIJAKSANA, BERSYUKUR IKHLAS, KASIH SAYANG DAN MATANG.
_Yaa Allah..._
_Yaa Rahman..._
_Yaa Rahim..._

_Bila hari ini masih menjadi bagian hidup kami..._
*Berikanlah kemudahan dan kelancaran untuk menjalaninya...*

_Bila kelopak mata kami masih dapat terbuka..._
*Bimbinglah penglihatan kami untuk senantiasa melihat kebaikan dan kebenaran...*

_Bila mulut kami masih diizinkan berucap..._
*Tuntunlah agar senantiasa mengatakan kejujuran...*

_Bila kaki kami masih diberi kemampuan untuk melangkah..._
*Hantarkanlah ke tempat tempat yang menjadi ibadah kami...*

_Bila tangan kami masih dapat digerakkan..._
*Gerakkanlah untuk memberikan kebaikan  bagi orang lain...*

_Bila Matahari masih diperkenankan menyentuh  raga ini..._
*Sempurnakanlah cahaya-nya di pagi hari untuk menyehatkan  tubuh kami...*

_Bila udara masih menjadi bagian dari nafas kami..._
*Lapangkanlah rongga dada ini untuk menghirupnya...*

_Bila dari rezeki yang diturunkan di muka bumi ini masih ada bagian haq kami..._
*Datangkanlah dalam jumlah yang banyak bagi kami, yang _halalan thoyiban_ dari segala arah...*
*Agar kami dapat memberi manfaat bagi orang lain yang membutuhkan...*

_Yaa Allah..._
_Yaa Rabb..._
_Bila keluarga dan saudara-2ku disini masih diperkenankan mewarnai kehidupan kami..._
*Jadikanlah mereka sebagai warna-warni yang penuh keindahan, penuh kasih sayang, rukun dan damai selalu...*

_Angkat dan hilangkanlah segala penyakit keluarga dan saudara-2ku ini..._
*Gantikanlah dgn kesehatan yang sempurna...*

_Serta berikanlah  sisa usia yang penuh manfaat dan barokah..._

_Yaa Allah..._
*Dengan segala yang telah diperlihatkan pada kami untuk menjadikan ini semua sebagai pelajaran hidup kami...*

_Karuniakanlah kepada kami, sejak  hari ini sampai Kau utus malaikat-Mu untuk mengangkat ruh ini dari jasad kami..._
*Dengan Limpahan Nikmat dan Kasih Sayang-Mu...*

_Di akhir hayat kami,_ kami mohon karunia-Mu untuk _*husnul khotimah*..._ 

*Robbana Taqobbal Minna*
Ya Allah terimalah dari kami (amalan kami), aamiin
*KISAH RASULULLAH ﷺ*
Bagian 128

اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَ عَلَى آلِ مُحَمد

*Jalannya Pertempuran*

Orang-orang Yahudi Khaibar yang hendak berangkat ke kebun sangat terkejut melihat kedatangan Rasulullah ﷺ dan pasukannya pagi-pagi sekali. 

"Itu Muhammad, demi Allah, Muhammad dan pasukannya!"

Rasulullah ﷺ bersabda, 

"Allahu Akbar! Runtuhlah Khaibar! Allahu Akbar! Runtuhlah Khaibar!  Jika kita tiba di pelataran suatu kaum, maka amat buruklah bagi orang-orang yang layak mendapat peringatan!"

Setelah mendirikan markas, Rasulullah ﷺ mengajak seluruh pasukannya berdoa, 

"Ya Allah, Rabb langit yang tujuh serta apa-apa yang dipayunginya.  Rabb bumi yang tujuh dan apa-apa yang dikandungnya, Rabb setan-setan dan apa yang disesatkannya. Sesungguhnya kami mohon kepada Mu kebaikan dusun ini, kebaikan penduduknya, dan  kebaikan apa pun yang ada di dalamnya.   Kami berlindung kepadaMu dari kejahatan dusun ini, kejahatan penduduknya, dan kejahatan apapun yang ada di dalamnya. Majulah Dengan nama Allah."

Pada malam menjelang penyerbuan, Rasulullah ﷺ bersabda, 

"Besok aku benar-benar akan menyerahkan bendera kepada seseorang yang mencintai Allah dan Rasul-Nya juga dicintai Allah dan rasul-Nya." 

Para sahabat sangat berharap bahwa merekalah yang terpilih esok harinya. Rasulullah ﷺ memanggil Ali bin Abi Thalib, saat itu Ali sedang sakit mata namun Rasulullah ﷺ mengusap dan berdoa agar Allah menyembuhkan mata menantunya itu. Mata Ali pun sembuh dan ia memimpin pasukan hebat yang terdiri atas rangkaian banteng-banteng yang kuat.

Pertempuran seru meletus berhari-hari. Pemimpin Yahudi khaibar maju sambil bersyair, 

"Khaibar sudah mengenal, akulah Marhab, memanggul senjata tajam pahlawan berpengalaman."

Amir bin Akwa  maju menghadapinya sambil bersyair,  

"Khaibar sudah mengenal,  Akulah Amir, memanggul senjata tajam pahlawan petualang."

Dalam duel seru, Marhab menebas tempurung Amir  sehingga ia gugur dan syahid. 

Rasulullah ﷺ bersabda tentang Amir, 

"Sesungguhnya dia memperoleh dua pahala, dia telah berusaha dan telah berjuang. Tidak banyak orang Arab yang berjalan seperti dia."

Kini Ali bin Abi Thalib maju dan membalas syair Marhab dengan garang. Dalam duel Ali berhasil membunuh Marhab.

Perang khaibar terjadi pada bulan Muharram tahun ke tujuh Hijriyah. Sekitar 1500 pasukan nabi menghadapi 10.000 orang pasukan Khaibar, akan tetapi Rasulullah ﷺ berhasil mengalahkan lawan yang begitu besar itu. Kaum muslim kehilangan 18 jiwa sedangkan pihak musuh kehilangan 93 jiwa.

*Kemenangan*

Setelah itu satu persatu pemimpin Yahudi jatuh dalam pertempuran dahsyat. Benteng Naim takluk setelah Marhab terbunuh.  Benteng Ash Sha'ab bin Muadz direbut dengan cara dikepung selama tiga hari. Ketika itu persediaan makanan kaum muslimin sudah sangat tipis, hingga mereka kelaparan. Rasulullah ﷺ pun berdoa dan akhirnya pasukannya bangkit  sehingga berhasil menaklukkan benteng itu. Di dalamnya, banyak terdapat ternak-ternak gemuk untuk dimakan.

Benteng Az Zubair dikepung selama 3 hari. Namun mereka bisa bertahan karena mempunyai mata air sendiri. Rasulullah ﷺ memerintahkan serangan untuk merebut mata air. Setelah mata air dapat direbut, Benteng Az Zubair pun takluk. 

Orang-orang Yahudi di benteng Ubay menantang duel satu lawan satu. Semua pahlawan Yahudi yang maju berduel berhasil ditaklukkan oleh para pahlawan Islam. Kemudian Abu Dujanah yang kepalanya diikat kain merah jika sudah bertekad mati, memimpin pasukan komando masuk dan menyusup ke dalam benteng. Setelah bertempur seru, benteng Ubay pun  takluk.

Benteng An Nizar adalah benteng yang sangat kuat karena letaknya tinggi dan susah diserang. Rasulullah ﷺ memerintahkan penggunaan manjaniq atau pelontar batu besar. Maka dinding-dinding benteng jebol dan pasukan muslim pun akhirnya membanjir masuk untuk menaklukkan musuh.

Ketiga benteng yang tersisa dikepung selama 14 hari. Beberapa ahli sejarah berpendapat bahwa sempat terjadi pertempuran di benteng Al Qamush. Namun kedua benteng yang lain: Al Wathih dan As Sulalim menyerahkan diri lewat perundingan.

Orang yahudi meminta mereka yang di benteng tidak dibunuh, anak-anak tidak ditawan dan mereka siap meninggalkan Khaibar dengan segenap keluarga, menyerahkan semua harta kekayaan Khaibar yang berupa tanah, emas, perak, kuda, keledai dan baju-baju perang.

Rasulullah ﷺ pun menyetujui hal itu seraya bersabda, 
"Aku juga membebaskan kalian dengan perlindungan Allah dan rasulNya apabila kalian tidak menyembunyikan sesuatu pun dariku."

Mereka setuju. Namun orang Yahudi memang licik.  Beberapa dari mereka ketahuan menyembunyikan harta di balik reruntuhan. Maka mereka pun dibunuh, karena melanggar perjanjian, sebagai pembalasan atas terbunuhnya beberapa sahabat atas tindakan mereka. Selesailah sudah penaklukan Khaibar. Allahu Akbar!

_Shallu 'alan Nabi..._

Bersambung

*والله اعلم بالصواب*
=====================

Minggu, 08 November 2020

one day one hadits

*ONE DAY ONE HADITS*

Senin, 23 Rabi'ul Awwal 1442 H/ 09 November 2020 M


*Iri Hati yang dibolehkan Rasûlullâh ﷺ*

*عَنْ ابْنِ عُمَرَ رَضِيَ اللّٰهُ عَنْهُماَ قَالَ، قَالَ رَسُولُ اللّٰهِ صَلَّى اللّٰهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: لآحَسَدَ ألآ فيِ اثنَتَينِ رَجُلُ اتَاهُ اللّٰهُ القُرانَ فَهُو يَقُومُ بِه انَأءَ اللًيلِ وَانَأءَ النَهَارِ وَرَجُلُ اعطَاهُ مَالآ فَهُوَ يُنفق مِنهُ انَأءَ الٌلَيِل وَانَأءَ النٌهَارِ. (رواه البخارى ومسلم والترمذى والنسائى وأبن ماجه)*

_*Dari Ibnu Umar radhiyallahu 'anhuma berkata, bahwa Rasûlullâh ﷺ bersabda: “Tidak diperbolehkan hasad (iri hati) kecuali terhadap dua orang: Orang yang dikaruniai Allah (kemampuan membaca/menghafal Al-Qur'an). Lalu ia membacanya malam dan siang hari, dan orang yang dikaruniai harta oleh Allah, lalu ia menginfakannya pada malam dan siang hari.” (HR. Bukhari, Muslim, Tirmidzi, Nasa’i dan Ibnu Majah)*_

*𝐏𝐞𝐥𝐚𝐣𝐚𝐫𝐚𝐧 𝐲𝐚𝐧𝐠 𝐭𝐞𝐫𝐝𝐚𝐩𝐚𝐭 𝐩𝐚𝐝𝐚 H𝐚𝐝𝐢𝐭𝐬 𝐝𝐢 𝐚𝐭𝐚𝐬 :*

1️⃣ Hasad adalah orang yang merasa berat ketika orang lain mendapatkan nikmat dari Allah baik berupa ilmu atau harta atau dicintai orang banyak atau bagian-bagian baik lainnya hingga merasa senang terlepasnya nikmat tersebut dari orang itu walaupun ia tidak akan mendapatkan sesuatu dari hilangnya nikmat tersebut.

2️⃣ Maulana Zakariyya Al Khandahlawi dalam kitabnya yang berjudul Fadhilah Amal, menjelaskan, dalam Al-Qur'an dan Hadits banyak diterangkan bahwa hasad atau iri hati yang hukumnya mutlak dilarang. 

3️⃣ Sedangkan menurut hadits diatas, ada dua jenis orang yang kita boleh hasad terhadapnya. Karena banyak riwayat yang terkenal mengenai keharaman hasad ini, maka para ulama' menjelaskan hasad dalam hadits ini dengan dua maksud:
_*Pertama,*_ hasad diartikan risyk yang dalam bahasa arab disebut ghibthah. Perbedaan antara hasad dan ghibthah yaitu: hasad adalah jika seseorang mengetahui ada orang lain memiliki sesuatu, maka ia ingin agar sesuatu itu hilang dari orang itu, baik ia sendiri mendapatkannya atau tidak.
Sedangkan ghibthah ialah seseorang yang ingin memiliki sesuatu secara umum, baik orang lain kehilangan atau pun tidak. Karena secara ijma’ hasad adalah haram, maka para ulama mengartikan hasad dalam hadits diatas dimaksudnya adalah ghibthah yang dalam urusan keduniaan dibolehkan, sedang dalam masalah agama adalah mustahab (lebih disukai).
_*Kedua,*_ mungkin juga maksudnya sebagai pengandaian. Yakni seandainya hasad itu dibolehkan, maka bolehlah hasad terhadap dua jenis tersebut di atas.

4️⃣ Hadits di atas menjelaskan penempatan iri hati yang dibolehkan dalam Islam. Dalam hadits ini, iri hati ditempatkan pada dua hal yaitu kegemaran membaca Al-Qur’an dan kegemaran bersedekah. Pada riwayat lain disebutkan, penempatan iri hati yang dibolehkan yaitu kegemaran bersedekah dan kegemaran mengamalkan serta mengajarkan ilmu.

5️⃣ Kalimat *“Tidak diperbolehkan iri hati”* menunjukkan adanya potensi sifat iri hati pada setiap individu, karena Allah SWT. tidak hanya menitipkan karakter yang berpotensi kepada keburukan, namun Allah juga menitipkan karakter kebaikan (QS. Asy-Syamsu: 8). Sebagian manusia ada yang menampilkan karakter keburukannya sehingga ia terjerumus dalam kenistaan, dan sebagian lagi menampilkan karakter kebaikannya sehingga ia meraih keuntungan.

6️⃣ Demikian pula sifat iri hati. Di satu sisi, sifat ini bisa melahirkan kebencian, permusuhan, dan konspirasi kejahatan, jika obyek yang dituju bersifat kebendaan atau materil. Sifat iri hati semacam ini disebut hasad, yaitu mengharapkan nikmat Allah pada seseorang dengan mengharapkan hilangnya nikmat itu dari orang tersebut. Di sisi lain, iri hati dapat melahirkan motivasi dan semangat dalam melakukan kebajikan, jika obyek yang dituju adalah amalan kebaikan seperti yang dijelaskan dalam hadits. Sifat iri hati semacam ini disebut ghibthah, yaitu mengharapkan nikmat Allah pada diri seseorang tanpa mengharapkan hilangnya nikmat itu dari orang tersebut.

7️⃣ Iri hati yang dibolehkan Rasûlullâh ﷺ sebagaimana hadits diatas; Kalimat *“kecuali terhadap dua orang”,* menunjukkan arah obyek iri hati yang dibolehkan oleh Rasulullah ﷺ sehingga hukum asal keharaman iri hati terhadap orang lain dapat berubah menjadi boleh bahkan dianjurkan. Status awal iri hati yang bisa menghancurkan karakter dan moralitas berubah menjadi energi positif untuk meraih kebaikan dunia dan akhirat. Perubahan orientasi sifat iri hati ini dapat terwujud dengan merubah orientasi hidup dari meraih kesenangan kepada ketenangan, dari menuruti hawa nafsu kepada menuruti nurani hati, dan dari materil oriented kepada akhirat oriented.

8️⃣ Pada kalimat *“orang yang dikaruniai (ilmu) Al-Qur’an oleh Allah, lalu ia membacanya malam dan siang hari”* menunjukkan hakekat ilmu berasal dari Allah SWT, bukan semata-mata akal pikiran manusia. Dia memberikan pengetahuan Al-Qur’an kepada orang yang Dia kehendaki, karena ilmu Al-Qur’an adalah cahaya, dan cahaya Allah tidak akan diberikan oleh orang yang berbuat maksiat. Iri hati terhadap orang ini, karena ia mampu memanfaatkan anugerah Al-Qur’an dengan membaca, mengajarkan, mengkaji, dan mengamalkan isi kandungan Al-Qur’an setiap saat. Sehingga seakan-akan tidak ada jarak antara dirinya dengan Al-Qur’an.

9️⃣ Demikian pula kalimat *“orang yang dikaruniai harta oleh Allah, lalu ia menginfakannya malam dan siang hari”* menunjukkan hakekat harta bersumber dari Allah SWT. Dia melapangkan atau menyempitkan rezeki kepada orang yang Dia kehendaki. Siapa yang Allah lapangkan rezeki maka bersyukurlah, dan siapa yang Allah sempitkan rezeki maka bersabarlah. Dianjurkan iri hati terhadap orang seperti ini, karena ia memandang kekayaan bukanlah semata-mata hasil jerih payahnya, tetapi semata-mata kebaikan Allah SWT. Sehingga orang tersebut gemar mensyukuri nikmat dengan berinfak setiap saat sebagaimana digambarkan oleh Allah SWT. dalam firman-Nya.

🔟 Pertanyaannya, mengapa Rasûlullâh ﷺ hanya membolehkan iri hati terhadap kedua kelompok orang ini? Menurut hemat kami, redaksi hadits ini memberikan motivasi untuk gemar membaca Al-Qur’an dan bersedekah, karena kedua ibadah ini merupakan ibadah yang amat mudah ditinggalkan. Banyak sekali umat Islam yang buta aksara Al-Qur’an atau tidak mahir membaca Al-Qur’an, namun mereka membiarkan diri larut dalam buta aksara Al-Qur’an. Mereka enggan belajar kepada guru ngaji Al-Qur’an dengan alasan kesibukan atau malu karena usia. Demikian pula, banyak umat Islam yang diberikan keluasan rezeki, namun sulit bersedekah. Ada yang beralasan karena banyak kebutuhan, atau berbohong tidak ada uang, atau faktor kesombongan seperti Qarun yang mengatakan kekayaannya diraih semata-mata ilmunya sendiri.

⏸️ Sifat iri hati dalam kebaikan menjadi ciri khas para sahabat yang selalu termotivasi dalam kebaikan. Tak jarang, setiap kali Rasûlullâh ﷺ melelang kebaikan, para sahabat berlomba-lomba saling berebutan untuk menjadi pemenangnya. _*Dalam sebuah riwayat dikisahkan dari Anas bin Malik ra. bahwa ada seorang lelaki Anshar yang datang menemui Rasûlullâh ﷺ untuk meminta sesuatu. Nabi ﷺ bertanya kepadanya, “Apakah di rumahmu tidak ada sesuatu?” Lelaki itu menjawab, “Ada. Dua potong kain, satu kain untuk dipakai dan satu potong lagi untuk alas duduk, serta cangkir untuk meminum air.” Nabi ﷺ bersabda, “Kalau begitu, bawalah kedua barang itu kepadaku.” Lelaki itu pun datang membawa kedua potong kainnya. Lalu Nabi ﷺ melelang, “Siapa yang mau membeli barang ini?” Salah seorang sahabat menjawab, “Saya mau membelinya dengan harga satu dirham.” Nabi ﷺ bertanya lagi, “Ada yang mau membelinya dengan harga lebih mahal?”. Nabi ﷺ menawarkannya hingga dua atau tiga kali. Tiba-tiba salah seorang sahabat berkata, “Aku mau membelinya dengan harga dua dirham.” Maka Nabi ﷺ memberikan dua potong kain itu kepadanya dan beliau mengambil uang dua dirham itu dan memberikannya kepada lelaki Anshar tersebut." (HR Ahmad, Abu Dawud, an-Nasa`i, dan at-Tirmidzi).*_


*𝐓𝐞𝐦𝐚 H𝐚𝐝𝐢𝐭𝐬 𝐲𝐚𝐧𝐠 𝐛𝐞𝐫𝐤𝐚𝐢𝐭𝐚𝐧 𝐝𝐞𝐧𝐠𝐚𝐧 𝐚𝐲𝐚𝐭 𝐀𝐥-𝐐𝐮𝐫'𝐚𝐧 :*

1. Kalimat *“Tidak diperbolehkan iri hati”* menunjukkan adanya potensi sifat iri hati pada setiap individu, karena Allah SWT. tidak hanya menitipkan karakter yang berpotensi kepada keburukan, namun Allah juga menitipkan karakter kebaikan;

*فَاَلْهَمَهَا فُجُوْرَهَا وَتَقْوٰٮهَا ۖ ۞*

_*"Maka Dia mengilhamkan kepadanya (jalan) kejahatan dan ketakwaannya," (QS. Asy-Syams : 8)*_

2. Hakekat harta bersumber dari Allah SWT. Dia melapangkan atau menyempitkan rezeki kepada orang yang Dia kehendaki. Siapa yang Allah lapangkan rezeki maka bersyukurlah, dan siapa yang Allah sempitkan rezeki maka bersabarlah. Dianjurkan iri hati terhadap orang seperti ini, karena ia memandang kekayaan bukanlah semata-mata hasil jerih payahnya, tetapi semata-mata kebaikan Allah SWT. Sehingga orang tersebut gemar mensyukuri nikmat dengan berinfak setiap saat sebagaimana digambarkan oleh Allah SWT. dalam firman-Nya;

*اَلَّذِيْنَ يُنْفِقُوْنَ اَمْوَالَهُمْ بِالَّيْلِ وَالنَّهَارِ سِرًّا وَّعَلَانِيَةً فَلَهُمْ اَجْرُهُمْ عِنْدَ رَبِّهِمْ ۚ وَلَا خَوْفٌ عَلَيْهِمْ وَلَا هُمْ يَحْزَنُوْنَ ۞*

_*"Orang-orang yang menginfakkan hartanya malam dan siang hari (secara) sembunyi-sembunyi maupun terang-terangan, mereka mendapat pahala di sisi Tuhannya. Tidak ada rasa takut pada mereka dan mereka tidak bersedih hati." (QS. Al-Baqarah : 274)*_

Majelis munadhorotul Ammah

matan Al ghoyah wat taqrib #15

_ngaji sinambi ng☕pi_

*Kitab Matan Abi Syuja' (Matan al Ghoyah wat Taqrib) #15*
---------------------------------------

_*بسم الله الرحمن الرحيم*_

قال المؤلف رحمه الله تعالى ؛

 (فصل)
 والذي يوجب الغسل ستة أشياء ثلاثةٌ تشتركُ فيها الرجالُ والنساءُ وهي التقاء الختانين  وإنزالُ المنى والموت

*(Pasal)* 

_"dan sesuatu yang mewajibkan mandi itu ada enam perkara, tiga perkara sama-sama terjadi pada laki-laki dan perempuan, yaitu bertemunya dua alat khitan (kemaluan), keluarnya mani dan mati"_

*Penjelasan*

✅ Dalam pasal ini al Mu'allif menjelaskan tentang hal-hal yang mewajibkan mandi.

♦️Mandi (al ghusl) secara bahasa adalah mengalirnya air pada sesuatu. Sedangkan secara syara' mandi adalah mengalirnya air pada seluruh badan dengan disertai niat.

♦️Kewajiban mandi adalah ketika seseorang akan melaksanakan sholat

Mandi tidak wajib dilakukan secara langsung ketika terjadi enam perkara yang mewajibkan mandi, sebagaimana yang akan disebutkan.

Apabila seseorang junub setelah terbitnya matahari dan dia sebelumnya tidur sehingga dia belum melakukan sholat Shubuh maka dia wajib mandi ketika akan melakukan sholat.

 *Catatan:*

✔️Boleh bagi orang yang junub untuk hadir dalam Majlis ilmu, dan dia mendapatkan pahalanya. Tetapi dia tidak boleh berdiam diri di dalam masjid sebelum mandi.

✅Hal-hal yang mewajibkan mandi ada enam.

Tiga perkara terjadi pada laki-laki dan perempuan dan tiga perkara khusus terjadi pada perempuan, yaitu:

1⃣ Bertemunya dua kemaluan (jima') 

Yakni masuknya kepala dzakar (hasyafah) atau seukuran hasyafah untuk dzakar yang terpotong ke dalam farji

Sekedar bersentuhannya dzakar dan farji tidak mewajibkan mandi.

Wajib bagi seorang perempuan untuk mandi jika masuk ke dalam fajinya dzakar binatang. 

2⃣ Keluarnya mani

Baik keluarnya mani tersebut dengan sebab berfikir, memandang, bersentuhan dengan jima' atau lainnya, dalam keadaan sadar atau tidur, dengan syahwat atau tanpa syahwat.

*Catatan*

✔️Mani dapat diketahui dengan salah satu dari empat tanda, yaitu:

Lezat ketika keluarnya

Bau adonan roti ketika masih basah 

Warna putih telur ketika sudah kering

Keluarnya dengan memancar kuat dan diiringi dengan lemahnya dzakar dan hilangnya syahwat.

Tidak disyaratkan berkumpulnya tanda-tanda tersebut, satu tanda saja ditemukan maka disebut mani. 

Sedangkan madzi dan wadi maka keduanya tidak mewajibkan mandi, namun keduanya  membatalkan wudlu dan najis, wajib membasuh tempat keluarnya.
 
3⃣Mati

Jika ada seorang muslim meninggal dunia maka wajib memandikannya, kecuali jika mati syahid dalam peperangan 

والله أعلم بالصواب
اللهم صل وسلم على سيدنا محمد

#DAKWAH LDNU KAB KEDIRI

Wudhu sunnah sebelum Tidur

📖 عاجي كتاب 📖:
*​​​​​​​​​​​​​​​​​​​​​​​​​​​ ​•‍━━•••◆◉﷽◉◆•••‍━━•​*

‏﷽
۝ إِنَّ اللَّهَ وَمَلائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى
النَّبِيِّ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا
عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا ۝ ﷺ.

🌹 مشاورتكم مباركة 🌹

☀️سنة لله تعالى☀️

📩 SOAL NO 162
🥀MUSYAWAROH FIQHIYYAH 

💦 Deskripsi 

Sail @⁨Kholil Mukhlis Nababan⁩ 

Soal no 162

Assalamualaikum kang
Bagaimana hukum ketika berwudhu mau tidur kita baca niatnya

نويت الوضوء لرفع الحدث الأصغر فرضا الله تعالى.

Yg jdi permasalahannya lapazd فرضا الله تعالى nya, sedangkan kita berwudhu mau tidurkan hukumnya Sunnah.

🖋️Pertanyaan 

Apa kita boleh buat سنة الله تعالى, dan bagai mana yg lebih bagus? 

 ❄️Jawaban ❄️

Hukumnya boleh dan tetap sah karena menyinggung kefardhuan dalam niat wudhu adalah sunnah. 

📚 Referensi

┈┉┅━━━•❖🌹❖•━━━┅┉┈


[زين الدين المعبري ,فتح المعين بشرح قرة العين بمهمات الدين ,page 46]
وفروضه ستة:
أحدها: نية وضوء أو أداء فرض وضوء أو رفع حدث لغير دائم حدث حتى في الوضوء المجدد أو الطهارة عنه أو الطهارة لنحو الصلاة مما لا يباح إلا بالوضوء أو استباحة مفتقر إلى وضوء كالصلاة ومس المصحف *ولا تكفي نية استباحة ما يندب له الوضوء كقراءة القرآن أو الحديث وكدخول مسجد وزيارة قبر.*
اسنى المطالب ج ١ ص ٣٠

اﻟﺜﺎﻟﺚ ﺃﺩاء اﻟﻮﺿﻮء ﺃﻭ ﻓﺮﺽ اﻟﻮﺿﻮء، ﻭﺇﻥ ﻛﺎﻥ) اﻟﻤﺘﻮﺿﺊ (ﺻﺒﻴﺎ، ﻭﻛﺬا اﻟﻮﺿﻮء ﻓﻘﻂ) ﻟﺘﻌﺮﺿﻪ ﻟﻠﻤﻘﺼﻮﺩ ﻓﻼ ﻳﺸﺘﺮﻁ اﻟﺘﻌﺮﺽ ﻟﻞﻓﺮﺿﻴﺔ، ﻭﻫﺬﻩ ﻣﻦ ﺯﻳﺎﺩﺗﻪ ﻗﺎﻝ اﻟﺮاﻓﻌﻲ، ﻭاﻷﻭﻟﻰ اﻋﺘﺒﺎﺭ ﻛﻮﻥ اﻟﻨﻴﺔ ﻓﻲ اﻟﻮﺿﻮء ﻟﻠﺘﻤﻴﻴﺰ ﻻ ﻟﻠﻘﺮﺑﺔ، ﻭﺇﻻ ﻟﻤﺎ اﻛﺘﻔﻰ ﺑﻨﻴﺔ ﺃﺩاء اﻟﻮﺿﻮء ﻷﻥ اﻟﺼﺤﻴﺢ اﻋﺘﺒﺎﺭ ﻧﻴﺔ اﻝﻓﺮﺿﻴﺔ ﻓﻲ اﻟﻌﺒﺎﺩاﺕ، ﻭﻣﺜﻞ ﻧﻴﺔ اﻟﻮﺿﻮء ﻓﻴﻤﺎ ﻗﺎﻟﻪ ﻧﻴﺔ اﻟﺤﺞ، ﻭاﻟﻌﻤﺮﺓ، ﻭﺑﻪ ﺻﺮﺡ اﻟﻤﺎﻭﺭﺩﻱ، ﻭﻏﻴﺮﻩ ﻗﺎﻝ ﺃﻋﻨﻲ اﻟﺮاﻓﻌﻲ، ﻭﺇﻧﻤﺎ ﺻﺢ اﻟﻮﺿﻮء ﺑﻨﻴﺔ ﻓﺮﺿﻪ ﻗﺒﻞ اﻟﻮﻗﺖ ﻣﻊ ﺃﻧﻪ ﻻ ﻭﺿﻮء ﻋﻠﻴﻪ ﺑﻨﺎء ﻋﻠﻰ ﻗﻮﻝ اﻟﺸﻴﺦ ﺃﺑﻲ ﻋﻠﻲ ﺃﻥ ﻣﻮﺟﺒﻪ اﻟﺤﺪﺙ ﺃﻭ ﻳﻘﺎﻝ ﻟﻴﺲ اﻟﻤﺮاﺩ ﺑﺎﻟﻔﺮﺽ ﻫﻨﺎ ﻟﺰﻭﻡ اﻹﺗﻴﺎﻥ ﺑﻪ، ﻭﺇﻻ ﻻﻣﺘﻨﻊ ﻭﺿﻮء اﻟﺼﺒﻲ ﺑﻬﺬﻩ اﻟﻨﻴﺔ ﺑﻞ اﻟﻤﺮاﺩ ﻓﻌﻞ ﻃﻬﺎﺭﺓ اﻟﺤﺪﺙ اﻟﻤﺸﺮﻭﻁ ﻟﻠﺼﻼﺓ، ﻭﺷﺮﻁ اﻟﺸﻲء ﻳﺴﻤﻰ ﻓﺮﺿﺎ (ﻭﻟﻮ ﻟﻢ ﻳﻀﻔﻪ ﺇﻟﻰ اﻟﻠﻪ) ﺗﻌﺎﻟﻰ ﻓﺈﻧﻪ ﻳﺼﺢ ﻛﻤﺎ ﻓﻲ اﻟﺼﻼﺓ، ﻭﻏﻴﺮﻫﺎ.


[محمد بن قاسم الغزي ,فتح القريب المجيب في شرح ألفاظ التقريب = القول المختار في شرح غاية الاختصار ,page 31] 

وذكر المصنف الفروض في قوله: (وفروض الوضوء ستة أشياء): أحدها (النية). وحقيقتها شرعا قصد الشيء مقترنا بفعله؛ فإن تراخى عنه سمي عزما. وتكون النية (عندَ غسل) أول جزء من (الوجه) أي مقترنة بذلك الجزء، لا بجميعه، ولا بما قبله، ولا بما بعده؛ *فينوي المتوضئ عند غسل ما ذُكر رفعَ حدث من أحداثه، أو ينوي استباحة مفتقر إلى وضوء، أو ينوي فرض الوضوء، أو الوضوء فقط،* أو الطهارة عن الحدث. فإن لم يقل عن الحدث لم يصحَّ. وإذا نوى ما يعتبر من هذه النيات وشرك معه نية تنظف أو تبرد صحّ وضوؤه.

[مجموعة من المؤلفين، الموسوعة الفقهية الكويتية، ٧٩/٤٢]

صِفَةُ الْمَنْوِيِّ مِنَ الْفَرِيضَةِ وَالنَّافِلَةِ:
اخْتَلَفَ الْفُقَهَاءُ فِي اشْتِرَاطِ نِيَّةِ فَرْضِيَّةِ الْعِبَادَةِ عِنْدَ الْقِيَامِ بِهَا، وَبَيَانُ ذَلِكَ فِيمَا يَلِي:
الوضوء:
أ - الْوُضُوءُ:
23 - ذَهَبَ الْمَالِكِيَّةُ وَالشَّافِعِيَّةُ وَالْحَنَابِلَةُ إِلَى أَنَّهُ لاَ يُشْتَرَطُ التَّعَرُّضُ لِنِيَّةِ الْفَرْضِيَّةِ فِي الْوُضُوءِ.
وَكَيْفِيَّةُ النِّيَّةِ فِي الْوُضُوءِ أَنْ يَنْوِيَ رَفْعَ الْحَدَثِ، أَوْ يَنْوِيَ اسْتِبَاحَةَ مَا مَنَعَهُ الْحَدَثُ، أَوْ نِيَّةَ فَرْضِ الْوُضُوءِ، أَوْ نِيَّةَ الْوُضُوءِ فَقَطْ، فَأَيُّ كَيْفِيَّةٍ مِنْ هَذِهِ الْكَيْفِيَّاتِ نَوَى أَجْزَأَهُ، لِتَعَرُّضِهِ لِلْمَقْصُودِ؛ لأَِنَّهُ لاَ يُشْتَرَطُ التَّعَرُّضُ لِنِيَّةِ الْفَرْضِيَّةِ، وَلَكِنَّ الأَْوْلَى عِنْدَ الْمَالِكِيَّةِ الْجَمْعُ بَيْنَ هَذِهِ الْكَيْفِيَّاتِ، وَيَضُرُّ نِيَّةُ بَعْضِهَا وَإِخْرَاجُ الْبَعْضِ؛ لأَِنَّهُ تَنَاقُضٌ فِي ذَاتِ النِّيَّةِ.
وَقَال السُّيُوطِيُّ: لاَ خِلاَفَ فِي أَنَّ التَّعَرُّضَ لِنِيَّةِ الْفَرْضِيَّةِ أَكْمَل إِذَا لَمْ نُوجِبْهُ.
وَعِنْدَ الْحَنَفِيَّةِ: النِّيَّةُ سُنَّةٌ فِي الْوُضُوءِ وَلَيْسَتْ فَرْضًا، لِعَدَمِ اشْتِرَاطِ النِّيَّةِ فِيهِ، كَمَا يَقُول ابْنُ نُجَيْمٍ 

المجموع ج ١ ص ٣٢٩
ﻭﻫﻮ ﺃﻥ اﻟﻤﺮاﺩ ﺑاﻟﻔﺮﺿﻴﺔ ﻫﻨﺎ ﻓﻌﻞ ﻃﻬﺎﺭﺓ اﻟﺤﺪﺙ اﻟﻤﺸﺮﻭﻃﺔ ﻓﻲ ﺻﺤﺔ اﻟﺼﻼﺓ ﻭﺷﺮﻁ اﻟﺸﺊ ﻳﺴﻤﻰ ﻓﺮﺿﺎ ﻣﻦ ﺣﻴﺚ ﺇﻧﻪ ﻻ ﻳﺼﺢ ﺇﻻ ﺑﻪ ﻭﻟﻮ ﻛﺎﻥ اﻟﻤﺮاﺩ ﺣﻘﻴﻘﺔ اﻟﻔﺮﺿﻴﺔ ﻟﻤﺎ ﺻﺢ ﻭﺿﻮء اﻟﺼﺒﻲ ﺑﻬﺬﻩ اﻟﻨﻴﺔ ﻭﻫﻮ ﺻﺤﻴﺢ ﺑﻬﺎ

[شرح كاشفة السجا. ص18
وكيفيتها كما قال الحصني إن كان المتوضيء سليما لا علة به أن ينوي احد ثلاثة أمور احدها أن ينوي رفع الحدث أو الطهارة عن الحدث او الطهارة للصلاة. الثاني أن ينوي استباحة الصلاة أو غيرها مما لا يباح إلا بالطهارة. الثالث أن ينوي فرض الوضوء او أداء الوضوء أو الوضوء.. 

يا رب صل على محمد # يا رب صل عليه وسلم

🌴اللهم صل وسلم وبارك عليه🌴

┈┉┅━━━•❖🕋❖•━━━┅┉┈
Ohhh hati lekaslah membaik
Rindu cemburu.. ingin lari
Ahhh susah jatuh hati.. sekali jatuh hatisusah hilang

Filosofi I'rob

*​​​​​​​​​​​​​​​​​​​​​​​​​​​ ​•‍━━•••◆◉﷽◉◆•••‍━━•​*

‏﷽
۝ إِنَّ اللَّهَ وَمَلائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى
النَّبِيِّ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا
عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا ۝ ﷺ.

🌹 مشاورتكم مباركة 🌹

☀️Siapa namaku??? ☀️

📩 SOAL NO 54
🥀MUSYAWAROH ULUMUL AROBIYYAH

💦 Deskripsi 

Assalamu'alaikum, mas mau tanya, dalam i'rob ada rofa' nashob, jer/khofz, dan jazm.

🖋️Pertanyaan

 Apa ada filosofi pengambilan nama tersebut?
Kaya rofa' artinya mengangkat, jazm membolehkan, jadinya pgn tau kok bisa jdi nama i'rob😅 

 ❄️Jawaban ❄️

🍂 Ikrob rofak di namai rofak karena terangkatnya kedua bibir ketika mengucapkan (alamatnya) rofak. 

🍂 Ikrob nashob dinamai nashob karena mencongoknya (tegak) kedua bibir ketika di ucapkan. 

🍂 Ikrob khofd di namai khofd karena karena turunnya bibir bawah ketika di ucapkan. 

🍂 Ikrob Jazem di namai jazem karena terputusnya harokat ketika di ucapkan. 

📚 Referensi

┈┉┅━━━•❖🌹❖•━━━┅┉┈

(حاشية العشماوي، ه. ١١-١٢)
وسمي رفعا لارتفاع الشفتين عند النطق به ومعناه لغة العلو والارتفاع...
وسمي نصبا لانتصاب الشفتين عند النطق به
وسمي خفضا لانخفاض الشفة السفلى عند النطق به
قوله جزم، معناه لغة القطع...وسمي جزما لانقطاع الحركة عند النطق به



يا رب صل على محمد # يا رب صل عليه وسلم

🌴اللهم صل وسلم وبارك عليه🌴

┈┉┅━━━•❖🕋❖•━━━┅┉┈

Setiaku Runtuh ditangan Kerabat

📖 عاجي كتاب 📖:
*━•⊰❁🌦️༄ ﷽ ༄🌤️❁⊱•━*


‏﷽
۝ إِنَّ اللَّهَ وَمَلائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى
النَّبِيِّ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا
عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا ۝ ﷺ.

🌹 مشاورتكم مباركة 🌹

☀️Setiaku Runtuh di Tangan Kerabatku☀️

📩 SOAL NO 163
🥀MUSYAWAROH FIQHIYYAH 

💦 Deskripsi 

Ada orang yang berzina dengan kerabatnya sendiri, hal ini terjadi di karenakan penzina ini di desak (di paksa) kerabatnya dengan alasan tertentu. 

🖋️Pertanyaan 

nah apa hukum si pelaku zina dan kerabatnya pripun ? 

 ❄️Jawaban ❄️
 
⛔Bagi orang yang memaksa (dan juga melakukan) zina maka mendapatkan dosa zina dan had. 

♻️ Bagi yang di paksa zina adalah :

🌀 Laki laki maka tidak ada had dan takzir atasnya menurut pendapat dzohir dan juga ashoh dalam madzhab Syafiiyyah. 

🌀 Bila perempuan maka sepakat ( tidak ada perkhilafan) bahwa tidak adanya had atasnya. 

🥀 Menurut muqobilul ashoh : tidak bisa di gambarkan adanya paksaan dalam zina karena zina tidak terjadi kecuali ada gairah yang timbul dari dalam tubuh. 

🍃 Dalam kitab Hawyl Kabir : orang yang di paksa berzina tidak bisa di ilhaqkan ( di pertemukan) kepadanya nasab seorang anak (hasil zina paksaan). 

♻️ Sarat sarat ikroh (paksaan) yang di pertimbangkan dalam syariat :

✅ Mampunya Mukrih (pemaksa) mentahqiqkan (melahirkan) ancaman secepatnya dengan kekuasaan atau keunggulan yang lain. 

✅ Lemahnya mukroh (orang yang di paksa) dari menolak ancaman mukrih dengan berlari atau meminta pertolongan. 

✅ Dan sangkaan kuat apabila dia menolak permintaan mukrih maka dia akan mendapatkan yang dia ancamkan. 

✅ Tidak qoshdu ( tujuan _zina), tidak sempat berfikir  ( _berzina) dan tidak merasakan nikmatnya (berzina) 

✅ Apabila sarat sarat di atas tidak terpenuhi maka tidak anggap paksaannya. 

⭐ Apabila tidak ada had maka tidak ada dosa. 

🔰 *━•⊰Referensi⊱•━*🔰

حاشية الجمل - (ج 21 / ص 130)
( قَوْلُهُ : وَمُكْرِهٌ ) وَلَا يُقْطَعُ أَيْضًا مُكْرِهٌ بِكَسْرِ الرَّاءِ لِمَا مَرَّ مِنْ عَدَمِ قَطْعِ الْمُتَسَبِّبِ وَمِنْ ثَمَّ لَوْ كَانَ الْمُكْرَهُ بِالْفَتْحِ غَيْرَ مُمَيِّزٍ أَوْ أَعْجَمِيًّا يَعْتَقِدُ الطَّاعَةَ كَانَ آلَةً لِلْمُكْرِهِ فَيُقْطَعُ فَقَطْ كَمَا لَوْ أَمَرَهُ بِالْإِكْرَاهِ اهـ شَرْحُ م ر.
وَعِبَارَةُ سم قَوْلُهُ : وَمُكْرَهٌ قَالَ الزَّرْكَشِيُّ : وَقَدْ يُفْهَمُ مِنْ اقْتِصَارِ الْمُصَنِّفِ عَلَى الْمُكْرَهِ أَنَّ غَيْرَ الْمُكْرَهِ وَهُوَ الْجَاهِلُ يُقْطَعُ وَلَيْسَ كَذَلِكَ قَالَ الْقَاضِي حُسَيْنٌ هُنَا أَصْلَانِ : أَحَدُهُمَا الْمُكْرَهُ عَلَى الْقَتْلِ عَلَيْهِ الْقَوَدُ ، *وَالثَّانِي الْمُكْرَهُ عَلَى الزِّنَا لَا حَدَّ عَلَيْهِ* فَأُلْحِقَتْ بِهِ السَّرِقَةُ لِأَنَّ كُلًّا مِنْهُمَا حَقٌّ لِلَّهِ تَعَالَى انْتَهَتْ ( قَوْلُهُ : وَمَأْذُونٌ لَهُ وَأَصْلٌ ) اُنْظُرْ وَجْهَ عَدَمِ ذِكْرِهِمَا فِي الْمَتْنِ مَعَ بَقِيَّةِ الْمُخْرَجَاتِ بِمَا مَرَّ فِي الْقَاذِفِ تَأَمَّلْ وَقَدْ يُقَالُ : إنَّ عَدَمَ الْقَطْعِ فِيهِمَا خَاصٌّ بِالْإِذْنِ ، وَالْأَصْلِ بِخِلَافِ غَيْرِهِمَا أَوْ أَنَّ الْمَأْذُونَ مِنْ الزَّوَائِدِ ثَمَّ وَهَذَا خَاصٌّ فَلْيُتَأَمَّلْ ا هـ شَوْبَرِيٌّ

حاشية الجمل
(قَوْلُهُ وَوَطْءٌ بِإِكْرَاهٍ) يَنْبَغِي أَنَّ مِنْ الْإِكْرَاهِ الْمُسْقِطِ لِلْحَدِّ مَا لَوْ اُضْطُرَّتْ امْرَأَةٌ إلَى طَعَامٍ مَثَلًا وَكَانَ ذَلِكَ عِنْدَ مَنْ لَمْ يَسْمَحْ لَهَا بِهِ إلا حَيْثُ مَكَّنَتْ مِنْ نَفْسِهَا فَمَكَّنَتْهُ لِدَفْعِ الْهَلَاكِ عَنْ نَفْسِهَا فَلَا حَدَّ عَلَيْهَا وَإِنْ لَمْ يَجُزْ لَهَا ذَلِكَ ; لِأَنَّهُ كَالْإِكْرَاهِ وَهُوَ لَا يُبِيحُ ذَلِكَ, وَإِنَّمَا سَقَطَ الْحَدُّ عَنْهَا لِلشُّبْهَةِ ا هـ ع ش عَلَى م ر.

الفقه الإسلامي وأدلته جز ٧ صح ٥٣٥١
 *ﻭﺃﻣﺎ اﻟﺮﺟﻞ اﻟﻤﻜﺮﻩ ﻋﻠﻰ اﻟﺰﻧﺎ، ﻓﻼ ﺣﺪ ﻭﻻﺗﻌﺰﻳﺮ ﻋﻠﻴﻪ ﺃﻳﻀﺎ ﻋﻨﺪ اﻟﺸﺎﻓﻌﻴﺔ،* ﻭﻫﻮ اﻟﻤﺨﺘﺎﺭ ﻋﻨﺪ ﻣﺤﻘﻘﻲ اﻟﻤﺎﻟﻜﻴﺔ، ﻟﻠﺤﺪﻳﺚ اﻟﺴﺎﺑﻖ ﻭﻟﻘﻴﺎﻡ ﻋﺬﺭﻩ ﺑﺎﻹﻛﺮاﻩ.
ﻭﻗﺎﻝ اﻟﺤﻨﺎﺑﻠﺔ: ﻳﺤﺪ؛ ﺇﺫ ﺃﻧﻪ ﻣﺎ ﺩاﻡ ﻗﺪ ﺣﺼﻞ اﻻﻧﺘﺸﺎﺭ ﻣﻨﻪ، ﺩﻝ ﻋﻠﻰ اﻧﺘﻔﺎء اﻹﻛﺮاﻩ.
ﻭﻗﺎﻝ ﺃﺑﻮ ﺣﻨﻴﻔﺔ ﺃﻭﻻ: ﺇﻥ ﺃﻛﺮﻫﻪ اﻟﺴﻠﻄﺎﻥ ﻓﻼ ﺣﺪ ﻋﻠﻴﻪ، ﻭﺇﻥ ﺃﻛﺮﻫﻪ ﻏﻴﺮ اﻟﺴﻠﻄﺎﻥ ﺣﺪ اﺳﺘﺤﺴﺎﻧﺎ؛ ﻷﻥ اﻹﻛﺮاﻩ ﻻ ﻳﺘﺤﻘﻖ ﻓﻲ ﺭﺃﻳﻪ ﺇﻻ ﻣﻦ اﻟﺴﻠﻄﺎﻥ.
ﻭﺃﻣﺎ ﻭﻗﻮﻉ اﻟﺰﻧﺎ ﺑﺈﻛﺮاﻩ ﻏﻴﺮ اﻟﺴﻠﻄﺎﻥ، ﻓﺈﻧﻪ ﻳﺪﻝ ﻋﻠﻰ ﻋﺪﻡ ﺗﺤﻘﻖ ﻣﻌﻨﻰ اﻹﻛﺮاﻩ، ﻟﻮﺟﻮﺩ اﻟﻄﻮاﻋﻴﺔ ﻭاﻟﺮﺿﺎ ﻣﻦ اﻟﻔﺎﻋﻞ، ﺑﺪﻻﻟﺔ اﻟﺤﺎﻝ ﻭﺣﺼﻮﻝ اﻻﻧﺘﺸﺎﺭ ﻭاﻟﺸﻬﻮﺓ.
ﺛﻢ اﺳﺘﻘﺮ ﺭﺃﻱ ﺃﺑﻲ ﺣﻨﻴﻔﺔ ﻋﻠﻰ ﺃﻧﻪ ﻻ ﻳﺤﺪ اﻟﻤﺴﺘﻜﺮﻩ؛ ﻷﻥ اﻻﻧﺘﺸﺎﺭ ﻗﺪ ﻳﻜﻮﻥ ﺩﻟﻴﻞ اﻟﻔﺤﻮﻟﻴﺔ ﻻ ﺩﻟﻴﻞ اﻻﺧﺘﻴﺎﺭ.
ﻭﻗﺎﻝ اﻟﺼﺎﺣﺒﺎﻥ: ﻻ ﻳﺤﺪ اﻟﻤﻜﺮﻩ ﻓﻲ اﻟﺤﺎﻟﺘﻴﻦ ﻭﻫﻮ اﻟﻤﻌﺘﻤﺪ ﻓﻲ اﻟﻔﺘﻮﻯ. ﻭﻗﺎﻝ ﺯﻓﺮ: ﻳﺤﺪ ﻓﻴﻬﻤﺎ ﺟﻤﻴﻌﺎ (¬1).

الفقه الإسلامي وأدلته جز ٤ صح ٤٤٤٨
اﻹﻛﺮاﻩ ﻋﻠﻰ اﻟﺰﻧﺎ: اﻹﻛﺮاﻩ ﻋﻠﻰ اﻟﺰﻧﺎ ﺇﻣﺎ ﺃﻥ ﻳﻘﻊ ﻋﻠﻰ اﻟﻤﺮﺃﺓ ﺃﻭ ﻋﻠﻰ اﻟﺮﺟﻞ.
ﻓ ﺇﺫا ﺃﻛﺮﻫﺖ اﻟﻤﺮﺃﺓ ﻋﻠﻰ اﻟﺰﻧﺎ: ﻓﻼ ﻳﻘﺎﻡ ﻋﻠﻴﻬﺎ اﻟﺤﺪ ﻋﻨﺪ ﺟﻤﻬﻮﺭ اﻟﻔﻘﻬﺎء، ﺳﻮاء ﺃﻛﺎﻥ اﻹﻛﺮاﻩ ﺗﺎﻣﺎ ﺃﻡ ﻧﺎﻗﺼﺎ، ﻟﻘﻮﻟﻪ ﺗﻌﺎﻟﻰ: {ﻭﻻ ﺗﻜﺮﻫﻮا ﻓﺘﻴﺎﺗﻜﻢ ﻋﻠﻰ اﻟﺒﻐﺎء ﺇﻥ ﺃﺭﺩﻥ ﺗﺤﺼﻨﺎ ﻟﺘﺒﺘﻐﻮا ﻋﺮﺽ اﻟﺤﻴﺎﺓ اﻟﺪﻧﻴﺎ ﻭﻣﻦ ﻳﻜﺮﻫﻬﻦ ﻓﺈﻥ اﻟﻠﻪ ﻣﻦ ﺑﻌﺪ ﺇﻛﺮاﻫﻬﻦ ﻏﻔﻮﺭ ﺭﺣﻴﻢ} 

[ اﻟﻨﻮﺭ:33/ 24] 
ﻓﺪﻟﺖ اﻵﻳﺔ ﻋﻠﻰ اﻧﺘﻔﺎء اﻹﺛﻢ ﻋﻦ اﻟﻤﺮﺃﺓ اﻟﻤﻜﺮﻫﺔ ﻋﻠﻰ اﻟﺰﻧﺎ، ﻭﺇﺫا اﻧﺘﻔﻰ اﻹﺛﻢ ﻋﻨﻬﺎ اﺭﺗﻔﻊ اﻟﺤﺪ.
ﻭﺇﺫا ﺃﻛﺮﻩ اﻟﺮﺟﻞ ﻋﻠﻰ اﻟﺰﻧﺎ ﺇﻛﺮاﻫﺎ ﺗﺎﻣﺎ ﺃﻭ ﻧﺎﻗﺼﺎ، ﻓﺎﻟﻤﺨﺘﺎﺭ ﻋﻨﺪ اﻟﺤﻨﺎﺑﻠﺔ ﻭﺟﻮﺏ اﻟﺤﺪ ﻋﻠﻴﻪ؛ ﻷﻥ اﻟﺰﻧﺎ ﻻ ﻳﺘﺤﻘﻖ ﺇﻻ ﺑﺎﻧﺘﺸﺎﺭ اﻟﻌﻀﻮ، ﻭاﻻﻧﺘﺸﺎﺭ ﻻ ﻳﻜﻮﻥ ﻣﻊ اﻟﺨﻮﻑ، ﻓﺤﻴﺚ ﻳﻮﺟﺪ اﻻﻧﺘﺸﺎﺭ، ﺗﻮﺟﺪ اﻟﻄﻮاﻋﻴﺔ ﻓﻲ اﻟﻔﻌﻞ، ﻓﻴﻜﻮﻥ اﻟﻤﺴﺘﻜﺮﻩ ﻋﻠﻰ اﻟﺰﻧﺎ ﺇﺫا ﺣﺪﺙ ﻣﻨﻪ ﻃﺎﺋﻌﺎ، ﻓﻴﺠﺐ ﻋﻠﻴﻪ اﻟﺤﺪ.
ﻭاﻟﻮاﻗﻊ ﺃﻥ اﻻﻧﺘﺸﺎﺭ ﻃﺒﻴﻌﻲ ﻟﻴﺲ ﺩﻟﻴﻼ ﻋﻠﻰ اﻻﺧﺘﻴﺎﺭ؛ ﻷﻥ اﻻﻧﺘﺸﺎﺭ اﻟﻄﺒﻴﻌﻲ ﻋﻨﺪ ﻣﻘﺎﺑﻠﺔ اﻟﻤﺮﺃﺓ، ﻭﻟﺬا ﻳﺤﺪﺙ ﻟﻠﻨﺎﺋﻢ ﻭﻻ اﺧﺘﻴﺎﺭ ﻟﻪ.
ﻭﻗﺎﻝ اﻟﺸﺎﻓﻌﻴﺔ ﻓﻲ اﻟﻤﻌﺘﻤﺪ ﻋﻨﺪﻫﻢ: ﻻ ﻳﺠﺐ اﻟﺤﺪ ﻋﻠﻰ اﻟﻤﺴﺘﻜﺮﻩ ﻋﻠﻰ اﻟﺰﻧﺎ ﺳﻮاء ﺃﻛﺎﻥ اﻹﻛﺮاﻩ ﺗﺎﻣﺎ ﺃﻡ ﻧﺎﻗﺼﺎ؛ ﻷﻥ اﻹﻛﺮاﻩ ﺃﻳﺎ ﻛﺎﻥ ﻧﻮﻋﻪ ﻳﻮﺭﺙ ﺷﺒﻬﺔ، ﻭاﻟﺤﺪﻭﺩ ﺗﺪﺭﺃ ﺑﺎﻟﺸﺒﻬﺎﺕ.
ﻭﺃﻣﺎ اﻟﺤﻨﻔﻴﺔ: ﻓﻜﺎﻥ ﺃﺑﻮ ﺣﻨﻴﻔﺔ ﻳﺮﻯ ﻭﺟﻮﺏ اﻟﺤﺪ ﻋﻠﻰ اﻟﻤﺴﺘﻜﺮﻩ ﻋﻠﻰ اﻟﺰﻧﺎ، ﺛﻢ ﻗﺎﻝ: ﺇﺫا ﻛﺎﻥ اﻹﻛﺮاﻩ ﺗﺎﻣﺎ ـ ﻭﻫﻮ اﻟﺬﻱ ﻳﺘﺤﻘﻖ ﻓﻘﻂ ﻣﻦ اﻟﺴﻠﻄﺎﻥ ﺑﺤﺴﺐ ﻋﺮﻑ ﺯﻣﺎﻧﻪ ـ ﻓﻼ ﻳﺠﺐ اﻟﺤﺪ. ﻭﺃﻣﺎ ﺇﻛﺮاﻩ ﻏﻴﺮ اﻟﺴﻠﻄﺎﻥ ﻓﻴﻮﺟﺐ اﻟﺤﺪ. ﻭﻗﺎﻝ اﻟﺼﺎﺣﺒﺎﻥ: ﻻ ﻳﺠﺐ اﻟﺤﺪ ﺣﺎﻟﺔ اﻹﻛﺮاﻩ اﻟﺘﺎﻡ، ﺳﻮاء ﺃﻛﺎﻥ اﻹﻛﺮاﻩ ﻣﻦ اﻟﺴﻠﻄﺎﻥ ﺃﻡ ﻣﻦ ﻏﻴﺮﻩ، ﻭﺭﺃﻳﻬﻤﺎ ﻫﻮ اﻷﺭﺟﺢ ﻋﻨﺪ اﻟﺤﻨﻔﻴﺔ. ﻭﻫﻮ ﺭﺃﻱ ﺃﺑﻲ ﺣﻨﻴﻔﺔ ﺃﺧﻴﺮا.
ﻭﺇﻥ ﻛﺎﻥ اﻹﻛﺮاﻩ ﻧﺎﻗﺼﺎ: ﻓﻴﺠﺐ اﻟﺤﺪ ﻋﻨﺪ ﺃﺑﻲ ﺣﻨﻴﻔﺔ ﻭﺻﺎﺣﺒﻴﻪ؛ ﻷﻥ اﻹﻛﺮاﻩ اﻟﻨﺎﻗﺺ ﻻ ﻳﺴﻠﺐ اﻻﺧﺘﻴﺎﺭ، ﻓﻴﻜﻮﻥ اﻟﺰاﻧﻲ ﻓﻲ ﻫﺬﻩ اﻟﺤﺎﻟﺔ ﻣﺨﺘﺎﺭا، ﻓﻴﺤﺪ.
ﻭاﻟﺨﻼﺻﺔ: ﺇﻥ اﻟﺤﻨﻔﻴﺔ ﻻ ﻳﻮﺟﺒﻮﻥ اﻟﺤﺪ ﻓﻲ ﺣﺎﻟﺔ اﻹﻛﺮاﻩ اﻟﺘﺎﻡ، ﻭﻳﻮﺟﺒﻮﻧﻪ ﻓﻲ ﺣﺎﻟﺔ اﻹﻛﺮاﻩ اﻟﻨﺎﻗﺺ.
ﻭﻗﺎﻝ اﻟﻤﺎﻟﻜﻴﺔ: ﺇﻥ ﻛﺎﻥ اﻟﺮﺟﻞ ﻭاﻟﻤﺮﺃﺓ ﻣﻜﺮﻫﻴﻦ ﻋﻠﻰ اﻟﺰﻧﺎ ﻓﻴﺠﺐ اﻟﺤﺪ. ﻭﺇﻥ ﻛﺎﻧﺖ اﻟﻤﺮﺃﺓ ﻃﺎﺋﻌﺔ ﻭﻟﻢ ﺗﻜﻦ ﺫاﺕ ﺯﻭﺝ، ﻓﻘﺪ ﺃﺳﻘﻄﺖ ﺣﻘﻬﺎ ﺑﺮﺿﺎﻫﺎ، ﻓﻠﻢ ﻳﺒﻖ ﺳﻮﻯ ﺣﻖ اﻟﻠﻪ ﺗﻌﺎﻟﻰ، ﻭﺣﻖ اﻟﻠﻪ ﻳﺴﻘﻂ ﺑﺎﻹﻛﺮاﻩ، ﻓﻼ ﻳﺠﺐ اﻟﺤﺪ ﻋﻨﺪ ﺑﻌﺾ اﻟﻤﺎﻟﻜﻴﺔ ﺇﺫا ﻛﺎﻥ اﻟﺘﻬﺪﻳﺪ ﺑﺎﻟﻘﺘﻞ. ﺃﻣﺎ ﺑﻐﻴﺮ اﻟﻘﺘﻞ ﻓﻴﺠﺐ اﻟﺤﺪ، ﻭﻫﺬا ﻫﻮ اﻟﻤﻔﺘﻰ ﺑﻪ. ﻭاﻟﻤﺸﻬﻮﺭ ﻓﻲ اﻟﻤﺬﻫﺐ: ﻭﺟﻮﺏ اﻟﺤﺪ ﻋﻠﻰ اﻟﺮﺟﻞ ﻭاﻟﻤﺮﺃﺓ.
ﻭﻛﺬﻟﻚ ﻳﺤﺪ اﻟﻤﻜﺮﻩ ﻋﻠﻰ اﻟﺰﻧﺎ ﻓﻲ ﻣﺬﻫﺐ اﻟﺤﻨﺎﺑﻠﺔ.
ﻭاﻟﺬﻱ ﻳﻈﻬﺮ ﻫﻮ ﺭﺟﺤﺎﻥ ﻣﺬﻫﺐ اﻟﺸﺎﻓﻌﻴﺔ؛ ﻷﻥ اﻟﺤﺪﻭﺩ ﺗﺪﺭﺃ ﺑﺎﻟﺸﺒﻬﺎﺕ (¬1).

الوسيط في المذهب ج ٦ ص ٤٤٦

اﺧﺘﻠﻒ ﺃﺻﺤﺎﺑﻨﺎ ﻓﻲ ﺇﻗﺎﻣﺔ اﻟﺤﺪ ﻓﻲ ﺩاﺭ اﻟﺤﺮﺏ ﻟﻤﺎ ﻓﻴﻪ ﻣﻦ ﺇﺛﺎﺭﺓ اﻟﻔﺘﻨﺔ ﻭاﺧﺘﻠﻔﻮا ﻓﻲ اﻟﻤﻜﺮﻩ ﻋﻠﻰ اﻟﺰﻧﺎ ﻭاﻟﻈﺎﻫﺮ ﺃﻧﻪ ﻻ ﻳﺠﺐ ﺃﻣﺎ اﻟﻤﺮﺃﺓ ﺇﺫا ﺃﻛﺮﻫﺖ ﻋﻠﻰ اﻟﺘﻤﻜﻴﻦ ﻣﻦ اﻟﺰﻧﺎ ﻓﻼ ﺧﻼﻑ ﺃﻧﻪ ﻻ ﺣﺪ ﻋﻠﻴﻬﺎ

اللباب في فقه الشافعي ج ١ ص ٣٧١
ﻭﻻ ﺇﻛﺮاﻩ ﻓﻲ اﻟﺰﻧﺎ؛ ﻷﻧﻪ ﻳﺤﺼﻞ ﺇﻻ ﺑﻨﺸﺎﻁ ﻓﻲ اﻟﺒﺎﻃﻦ1.

1 ﻗﺪ ﺫﻛﺮ ﺑﻌﺾ ﻓﻘﻬﺎء اﻟﺸﺎﻓﻌﻴﺔ ﺃﻥ اﻟﺼﺤﻴﺢ ﺗﺼﻮﺭ اﻹﻛﺮاﻩ ﻋﻠﻰ اﻟﺰﻧﺎ؛ ﻷﻥ اﻻﻧﺘﺸﺎﺭ ﺗﻘﺘﻀﻴﻪ اﻟﻄﺒﻴﻌﺔ ﻋﻨﺪ اﻟﻤﻼﻣﺴﺔ، ﻭﺃﺻﺢ اﻟﻮﺟﻬﻴﻦ ﻋﺪﻡ ﻭﺟﻮﺏ اﻟﺤﺪ ﻋﻠﻰ اﻟﻤﻜﺮﻩ ﻋﻠﻰ اﻟﺰﻧﺎ.
ﻭاﻧﻈﺮ: اﻟﻨﻬﺬﺏ 2/267، ﺣﻠﻴﺔ اﻟﻌﻠﻤﺎء

الحاوي الكبير ج ٦ ص ٥٣

ﻭاﻟﻘﻮﻝ اﻟﺜﺎﻧﻲ: ﺃﻧﻪ ﻻ ﺷﻲء ﻋﻠﻴﻪ ﻓﻲ اﻟﺤﺮﺓ ﻭﻻ ﻓﻲ اﻷﻣﺔ ﻣﻦ ﺩﻳﺔ ﻭﻻ ﻗﻴﻤﺔ. ﻓﻌﻠﻰ ﻫﺬا اﻟﻔﺮﻕ ﺑﻴﻦ اﻟﺮاﻫﻦ ﺣﻴﺚ ﻏﺮﻡ اﻟﻘﻴﻤﺔ ﻭﺑﻴﻦ ﻏﻴﺮﻩ: ﺃﻥ اﻟﺮاﻫﻦ ﻳﻠﺤﻖ ﺑﻪ اﻟﻮﻟﺪ اﻟﺬﻱ ﻫﻮ ﺳﺒﺐ ﻣﻮﺗﻬﺎ. ﻭﺫﻟﻚ ﻣﻦ ﺟﻬﺘﻪ ﻓﻠﺰﻣﻪ ﻏﺮﻡ ﻗﻴﻤﺘﻬﺎ *ﻭاﻟﻤﻜﺮﻩ ﻋﻠﻰ اﻟﺰﻧﺎ ﻻ ﻳﻠﺤﻖ ﺑﻪ اﻟﻮﻟﺪ،* ﻓﻠﻢ ﻳﻜﻦ ﺳﺒﺐ ﻣﻮﺗﻬﺎ ﻣﻦ ﺟﻬﺘﻪ، ﻓﻠﻢ ﻳﻠﺰﻡ ﻏﺮﻡ ﻗﻴﻤﺘﻬﺎ ﻓﺈﺫا ﺛﺒﺖ ﺃﻥ ﻋﻠﻴﻪ ﻏﺮﻡ ﻗﻴﻤﺘﻬﺎ

[البكري الدمياطي، إعانة الطالبين على حل ألفاظ فتح المعين، ٢٥٥/٢]
(قوله: مختار) بالرفع أيضا، صفة ثانية لعامد.

(قوله: لا مكره) مفهوم مختار، أي لا يفطر مكره بتعاطي ما ذكر، لخبر: رفع عن أمتي الخطأ، والنسيان، وما استكرهوا عليه.

قال ع ش: ولو أكره على الزنا فينبغي أن يفطر به تنفيرا عنه.

قال ابن قاسم: وفي شرح الروض ما يدل عليه.

اه.

لأن الإكراه - أي على الزنا - لا يبيحه (1) بخلافه على الأكل.

اه.

ويشترط في الإكراه - كما يأتي في الطلاق - قدرة المكره على تحقيق ما هدد به عاجلا بولاية أو تغلب، وعجز المكره عن دفعه بفرار أو استغاثة، وظنه أنه إن إمتنع فعل ما خوفه به ناجزا فلا يتحقق العجز بدون اجتماع ذلك كله.

(قوله: لم يحصل منه قصد ولا فكر ولا تلذذ) قيد في عدم إفطار المكره.

أي يشترط فيه أن لا يكون له قصد في فعل ما أكره عليه، ولا تفكر فيه، ولا تلذذ به، فإن كان كذلك لا يعتبر إكراهه، ويفسد صومه.


ﻓﺘﺢ ﺍﻟﻮﻫﺎﺏ ٢/٧٢٠٧٣-
ﻭﺷﺮﻁ ﺍﻹﻛﺮﺍﻩ ﻗﺪﺭﺓ ﻣﻜﺮﻩ ﺑﻜﺴﺮ ﺍﻟﺮﺍﺀ ﻋﻠﻰ ﺗﺤﻘﻴﻖ ﻣﺎ ﻫﺪﺩ ﺑﻪ ﺑﻮﻻﻳﺔ ﺃﻭ ﺗﻐﻠﺐ ﻋﺎﺟﻼﻇﻠﻤﺎ ﻭﻋﺠﺰ ﻣﻜﺮﻩ ﺑﻔﺘﺢ ﺍﻟﺮﺍﺀ ﻋﻦ ﺩﻓﻌﻪ ﺑﻬﺮﺏ ﻭﻏﻴﺮﻩ ﻛﺎﺳﺘﻐﺎﺛﺔ ﺑﻐﻴﺮﻩ ﻭﻇﻨﻪ ﺃﻧﻪ ﺇﻥ ﺇﻣﺘﻨﻊ ﻣﻦ ﻓﻌﻞ ﻣﺎ ﺃﻛﺮﻩ ﻋﻠﻴﻪ ﺣﻘﻘﻪ ﺃﻯ ﻣﺎ ﻫﺪﺩ ﺑﻪ ﻭﻳﺤﺼﻞ ﺍﻹﻛﺮﺍﻩ ﺑﺘﺨﻮﻳﻒ ﺑﻤﺤﺬﻭﺭ ﻛﻀﺮﺏ ﺷﺪﻳﺪ ﺃﻭ ﺣﺒﺲ ﺃﻭ ﺇﺗﻼﻑ ﻣﺎﻝ. 

الأشباه والنظائر - شافعي (ص: 361)

و قال الغزالي فى البسيط : الإكراه يسقط أثر التصرف عندنا إلا في خمسة مواضع : و ذكر إسلام الحربي و القتل و الإرضاع و
الزنا و الطلاق إذا أكره على فعل المعلق عليه

الفقه المنهجي جز ٧ صح ٢٠٨
ﻭﺃﻣﺎ ﻣﻦ ﺣﻴﺚ ﺇﻗﺎﻣﺔ اﻟﺤﺪ ﻋﻠﻰ اﻟﻤﺴﺘﻜﺮﻩ ﻋﻠﻰ اﻟﺰﻧﺎ:
ﻓﻘﺪ ﻗﺎﻝ اﻟﻔﻘﻬﺎء: ﻻ ﺣﺪ ﻋﻠﻰ اﻟﻤﺴﺘﻜﺮﻩ ﻋﻠﻰ اﻟﺰﻧﺎ، ﺭﺟﻼ ﻛﺎﻥ ﺃﻡ اﻣﺮﺃﺓ، ﻟﻮﺟﻮﺩ اﻟﺸﺒﻬﺔ، ﻭاﻟﺤﺪﻭﺩ ﺗﺪﺭﺃ ﺑﺎﻟﺸﺒﻬﺎﺕ، ﺃﻱ ﺗﺪﻓﻊ ﻭﺗﺴﻘﻂ ﺇﺫا ﻻﺑﺴﺘﻬﺎ ﺷﺒﻬﺔ، ﻭاﻟﺸﺒﻬﺔ ﻫﻨﺎ ﻗﺎﺋﻤﺔ ﺑﺴﺒﺐ اﻹﻛﺮاﻩ.

الموسوعة الفقهية الكويتية جز ٦ صح ٢٩٧
ﻭﻣﻦ ﺫﻟﻚ ﺃﺛﺮ اﻻﻧﺘﺸﺎﺭ ﻓﻲ ﻭﺟﻮﺏ اﻟﺤﺪ ﻋﻠﻰ ﻣﻦ ﺃﻛﺮﻩ ﻋﻠﻰ اﻟﺰﻧﺎ. ﻭﻓﻲ ﺫﻟﻚ ﺧﻼﻑ. ﻓﻌﻨﺪ اﻟﺤﻨﺎﺑﻠﺔ ﻭﺑﻌﺾ اﻟﻤﺎﻟﻜﻴﺔ، ﻭﻣﻘﺎﺑﻞ اﻷﻇﻬﺮ ﻋﻨﺪ اﻟﺸﺎﻓﻌﻴﺔ، ﻭﻋﻨﺪ ﺃﺑﻲ ﺣﻨﻴﻔﺔ ﻓﻲ ﺇﻛﺮاﻩ ﻏﻴﺮ اﻟﺴﻠﻄﺎﻥ، ﺇﺫا ﺃﻛﺮﻩ اﻟﺮﺟﻞ ﻓﺰﻧﻰ، ﻓﻌﻠﻴﻪ اﻟﺤﺪ؛ ﻷﻥ اﻟﻮﻁء ﻻ ﻳﻜﻮﻥ ﺇﻻ ﺑﺎﻻﻧﺘﺸﺎﺭ، ﻭاﻹﻛﺮاﻩ ﻳﻨﺎﻓﻴﻪ، ﻓﺈﺫا ﻭﺟﺪ اﻻﻧﺘﺸﺎﺭ اﻧﺘﻔﻰ اﻹﻛﺮاﻩ، ﻓﻴﻠﺰﻣﻪ اﻟﺤﺪ.
ﻭﻓﻲ اﻷﻇﻬﺮ ﻋﻨﺪ اﻟﺸﺎﻓﻌﻴﺔ، ﻭﺑﻌﺾ اﻟﻤﺎﻟﻜﻴﺔ، ﻭﺃﺑﻲ ﻳﻮﺳﻒ ﻭﻣﺤﻤﺪ ﻭﻋﻨﺪ ﺃﺑﻲ ﺣﻨﻴﻔﺔ، ﻓﻲ ﺇﻛﺮاﻩ ﺫﻱ اﻟﺴﻠﻄﺎﻥ، ﺃﻧﻪ ﺇﺫا ﺃﻛﺮﻩ اﻟﺮﺟﻞ ﻋﻠﻰ اﻟﺰﻧﺎ ﻓﻼ ﺣﺪ ﻋﻠﻴﻪ، ﻟﻘﻮﻝ اﻟﻨﺒﻲ ﺻﻠﻰ اﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ: ﺭﻓﻊ ﻋﻦ ﺃﻣﺘﻲ اﻟﺨﻄﺄ ﻭاﻟﻨﺴﻴﺎﻥ ﻭﻣﺎ اﺳﺘﻜﺮﻫﻮا ﻋﻠﻴﻪ (1) ﻭﻷﻥ اﻻﻧﺘﺸﺎﺭ ﻣﺘﺮﺩﺩ، ﻷﻧﻪ ﻗﺪ ﻳﻜﻮﻥ ﻣﻦ ﻏﻴﺮ ﻗﺼﺪ، ﻷﻥ اﻻﻧﺘﺸﺎﺭ ﻗﺪ ﻳﻜﻮﻥ ﻃﺒﻌﺎ ﻻ ﻃﻮﻋﺎ ﻛﻤﺎ ﻓﻲ اﻟﻨﺎﺋﻢ

[الأنصاري، زكريا ,فتح الوهاب بشرح منهج الطلاب ,2/87]
" وَشَرْطُ الْإِكْرَاهِ قُدْرَةُ مُكْرِهٍ " بِكَسْرِ الرَّاءِ عَلَى تَحْقِيقِ مَا هَدَّدَ بِهِ بِوِلَايَةٍ أَوْ تَغَلُّبٍ عَاجِلًا ظُلْمًا وَعَجْزُ مُكْرَهٍ بِفَتْحِ الرَّاءِ " عَنْ دَفْعِهِ " بِهَرَبٍ وَغَيْرِهِ كَاسْتِغَاثَةٍ بِغَيْرِهِ " وَظَنَّهُ " أَنَّهُ " إنْ امْتَنَعَ " مِنْ فِعْلِ مَا أُكْرِهَ عَلَيْهِ " حَقَّقَهُ " أَيْ مَا هَدَّدَ بِهِ " وَيَحْصُلُ " الْإِكْرَاهُ " بِتَخْوِيفٍ بمحذور كضرب شديد " أو حبس أَوْ إتْلَافِ مَالٍ

فقه الاسلامي وادلته 

والخلاصة: اتفق الشافعية والحنابلة على شروط ثلاثة للإكراه هي:

أولاً ـ قدرة المكره على تحقيق ما هدد به بسلطان أو تغلب كاللص ونحوه.

وثانياً ـ عجز المستكره عن دفع الإكراه بهرب أو غيره، وأن يغلب على ظنه نزول الوعيد به إن لم يجبه إلى ماطلبه.

وثالثاً ـ أن يكون مما يستضر به ضرراً كثيراً كالقتل والضرب الشديد، والقيد والحبس الطويلين، وإتلاف مال ونحوه. أما الشتم أو السب فليس بإكراه.

واشترط الشافعية أيضاً أن يكون الإكراه بغير حق.

*╾╌╌─⃟ꦽ⃟𖧷̷۪۪ᰰ᪇ 🌴☣️🌴᪇𖧷̷۪۪ᰰ⃟ꦽ⃟  ─╌╌╸*

My Today Story

Alhamdulillahi 'alaa kulli haalin.. 
Alhamdulillah untuk ni'mat hari ini..
Selian nafas oksigen yg gratis.. aq dapet hp baru... Entahlah hati ini nano2 maksimal... Disatu sisi ibadahku sangat minim.. masih sering lalai.. apalaginmakin kesini.. jarang sekali mendengar adzan shubuh😞.. Prahara hayi yg rasanya euh bgt.. sholat shubuh telat.. habis shubuh ngantuk berat.. bangun dini hari gk sholat.. 
Istihadhoh remong pertamaku edukasi driNya.. tapi bodohnya aqmalah mengikuti rasa sakit dan nafsuku.. emosi labil.. tapi Alloh memang selalu sayang sama smw ummatNya.. mau Qta taat mau alpha
Ahhh malu juga.. tapi menolak rezekinya pun tak mungkin..
Mudah2an ni'mat yang Alloh beri..menjadi jalan bagiku untuk bisa beribadah lebih,lebih taat, lebih istiqomah, hati yg berimn.. 
Ahh YaAlloh..
Tunjukki aq terus jalanmu..
Mudah2an Alloh mengganti rezeki Aa aku yg udah menyisihkan rizkynya untuk nelinaq hp baru..
Haduh.. malu tapi seneng
Rasanya apa bedanya aq sama bocah

Kamis, 05 November 2020

Uang Kepala Tulang

 *━•⊰❁🌦️༄ ﷽ ༄🌤️❁⊱•━*



‏﷽

۝ إِنَّ اللَّهَ وَمَلائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى

النَّبِيِّ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا

عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا ۝ ﷺ.


🌹 مشاورتكم مباركة 🌹


☀️Uang Kepala tulang☀️


📩 SOAL NO 160

🥀MUSYAWAROH FIQHIYYAH 


💦 Deskripsi 


Deskripsi Masalah:

Ada pengalaman seseorang saja si Rian),dia punya peluang bisnis. Dalam hal ini si bos (sebut saja

Agus)merencanakan sebuah pekerjaan bangunan/lain hal nya dengan anggaran 100jt dan si bos tadi

mempredikisi 30hari selesai, sementara jumlah pckerja ada 30 orang misalnya, dan si bos Agus

menyerahkan uang kepada si Rian untuk mengelola di lapangan.

Setelah pekerjaan selesai akhirnya berhitung upah, termyata ada sisa uang lumayan banyak di karenakan

ada pekerja yg tidak full dalam hitungan hari kerja nya dan para pekerja pun sudah puas dengan pembagian

uang sesuai standar upah perhari nya.


🖋️Pertanyaan


Status uang ini punya siapa? 


 ❄️Jawaban ❄️

 

Sisa Uang adalah milik bos Agus, karena status kepala tukang adalah wakil, dan seorang wakil wajib mengembalikan sisa uang kepada muwakkil ( bos Agus) 


🔰 *━•⊰Referensi⊱•━*🔰


قرة العين بفتاوى إسماعيل الزين ـ (ص ١٤٨)

سؤال : لو وكل شخص أخر في شراء الفدية أوغيرها فأعطاه نحو ستة ألاف روبية ثم اشتراها الوكيل بأنقص منها، فهل له أخذ الزائد منها أولا ؟

الجواب، والله الموفق للصواب: أن الوكيل المذكور إذا اشترى الشاة للوكيل بمال الموكل فإنه يلزمه رد الزائد عن الثمن ولا يجوز له أخذه وفي ثمرة الروضة الشهية: (مسألة) لو وكل شخص أخر شراء شاة الفدية فأعطاه نحو ستة ريالات ثم اشتراه الوكيل بأنقص منها، فهل له أخذ الزائد منها أولا ؟ (الجواب) أما الزائد المذكور فلاشك أنه حق الموكل إلا أن للوكيل إذا غلب على ظنه رضاه أكله، كما في فتاوي ابن حجر قال: ثم إن بان خلاف ظنه لزمه رده وإلا فلا. وقال الجمل في حاشيته على المنهج في باب الوليمة ج ٤ ص ٢٨٧: لكل أحد أن يأخذ من مال غيره حاضرا أو غائبا، نقدا أو مطعوما أوغيرهما ما يظن رضاه به ولو بقرينة بينة اهـ بحروفه. والله أعلم بالصواب. والله أعلم.


*╾╌╌─⃟ꦽ⃟𖧷̷۪۪ᰰ᪇ 🌴☣️🌴᪇𖧷̷۪۪ᰰ⃟ꦽ⃟  ─╌╌╸*

Sumber: @musyawara

t.me/musyawara

Utusan Kepada Heraklitus

 *KISAH RASULULLAH ﷺ*

===================

Bagian 125


*اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سيدنا مُحَمَّدٍ وَ عَلَى آلِ سيدنا مُحَمد*



*Utusan Kepada Heraklius*


Rasulullah ﷺ tidak pernah ragu sedikit pun untuk mengajak orang kepada agama yang benar, agama yang akan menyelamatkan manusia dari kesengsaraan tiada batas di akhirat nanti. Apalagi perjanjian Hudaibiyah sudah menjamin bahwa tidak akan ada peperangan dengan orang Quraisy selama 10 tahun kecuali jika perjanjian itu dilanggar oleh salah satu pihak. Maka ini adalah saatnya menyebarkan dakwah seluas mungkin tanpa takut dihambat oleh orang Quraisy.


Rasulullah ﷺ mengutus Dihyah bin Khalifa Al Kalbi untuk menyampaikan surat kepada Heraklius, yang saat itu sedang berada di Baitul Maqdis. Surat Rasulullah ﷺ itu berbunyi,


 Bismillahirrohmanirrohim 


Dari Muhammad bin Abdullah kepada Heraklius pemimpin Romawi.  Kesejahteraan bagi siapa pun yang mengikuti petunjuk. Masuklah Islam niscaya tuan akan selamat. Masuklah Islam niscaya Allah akan melimpahkan pahala kepada tuan dua kali lipat. Namun jika tuan berpaling maka tuan akan menanggung dosa rakyat Arisiyin.


قُلْ يَا أَهْلَ الْكِتَابِ تَعَالَوْا إِلَىٰ كَلِمَةٍ سَوَاءٍ بَيْنَنَا وَبَيْنَكُمْ أَلَّا نَعْبُدَ إِلَّا اللَّهَ وَلَا نُشْرِكَ بِهِ شَيْئًا وَلَا يَتَّخِذَ بَعْضُنَا بَعْضًا أَرْبَابًا مِنْ دُونِ اللَّهِ ۚ فَإِنْ تَوَلَّوْا فَقُولُوا اشْهَدُوا بِأَنَّا مُسْلِمُونَ


Katakanlah: Hai Ahli Kitab, marilah (berpegang) kepada suatu kalimat (ketetapan) yang tidak ada perselisihan antara kami dan kamu, bahwa tidak kita sembah kecuali Allah dan tidak kita persekutukan Dia dengan sesuatu pun dan tidak (pula) sebagian kita menjadikan sebagian yang lain sebagai tuhan selain Allah. Jika mereka berpaling maka katakanlah kepada mereka: Saksikanlah, bahwa kami adalah orang-orang yang berserah diri (kepada Allah).

Surah Ali 'Imran (3:64)


Pada saat itu kebetulan Abu Sufyan dan rombongan pedagang Quraisy sedang berada di Darussalam. Heraklius mengundang mereka dalam pertemuan yang dihadiri oleh para pembesar Romawi.


"Siapa di antara kalian yang mempunyai ikatan darah yang paling dekat dengan orang yang mengaku sebagai nabi itu?" tanya penerjemah Heraklius.


"Akulah orang yang paling dekat hubungan darahnya dengan dia," jawab Abu Sufyan.


"Mendekatlah kemari!" minta Heraklius.


*(Kisah di kemudian hari)* Heraklius adalah penguasa Romawi Timur atau Byzantium yang ibukotanya di Konstantinopel. 

Sepeninggal nabi, Khalifah Abu Bakar mendengar tentang gerakan pasukan Romawi yang membahayakan Negara Islam. 

Abu Bakar mengirim pasukan di bawah komando Amr Bin Al As Suara, Bilal bin Hasanah dan Yazid bin Abu Sofyan beberapa hari sebelum Abu Bakar wafat. Pasukan muslim berhasil mengusir pasukan Byzantium untuk selamanya.



*Heraklius dan Abu Sufyan*


"Bagaimana nasibnya di tengah kalian?" tanya Heraklius melalui penterjemahnya. 


"Dia adalah orang terpandang di antara kami," jawab Abu Sufyan.  


Lalu Heraklius terus bertanya tentang Rasulullah ﷺ yang selalu dijawab Abu Sufyan dengan jujur.


Akhirnya Heraklius berkata, 


"Aku sudah menanyakan kepadamu, apakah kalian menuduhnya pembohong sebelum dia mengatakan apa yang dikatakannya? 

Engkau menjawab tidak.  Memang aku tahu, tidak mungkin dia berdusta terhadap manusia dan terhadap Allah. 


Aku sudah menanyakan kepadamu apakah yang mengikutinya dari kalangan orang-orang yang terpandang ataukah orang-orang yang lemah? Engkau katakan, orang-orang lemahlah yang paling banyak mengikutinya Memang begitulah pengikut para rasul.


Aku sudah menanyakan kepadamu adakah seseorang yang murtad dari agamanya karena benci terhadap agamanya itu setelah dia memasukinya? Engkau katakan tidak ada. Memang begitulah Jika iman sudah meresap ke dalam hati.


Aku sudah menanyakan kepadamu Apakah dia pernah berkhianat? 

Engkau katakan tidak pernah. Memang begitulah para rasul memang tidak pernah berkhianat. 


Aku sudah menanyakan kepadamu apakah yang diperintahkan'? 

Engkau katakan bahwa dia menyuruh kalian untuk menyembah Allah dan tidak menyekutukan sesuatu pun dengannya, melarang kalian menyembah berhala, menyuruh kalian


Mendirikan shalat, bersedekah, jujur, dan menjaga kehormatan diri.


Jika yang engkau katakan ini benar, maka dia akan menguasai tempat di mana kedua kakiku berpijak saat ini. Jauh-jauh sebelumnya aku sudah menyadari bahwa orang yang seperti dia akan muncul dan aku tidak menduga bahwa dia berasal dari tengah masyarakat kalian. Andaikata aku bisa bebas bertemu dengannya, aku lebih memilih bertemu dengannya. Andaikan aku berada di hadapannya, tentu akan kubasuh kedua telapak kakinya."


Setelah itu Heraklius meminta surat Rasulullah ﷺ dibacakan sampai selesai. Segera saja suara gaduh  terdengar di sana-sini.


Setelah memeluk Islam, Abu Sufyan pun berkata, 

"Sejak saat itu aku yakin akan kemenangan Rasulullah ﷺ hingga akhirnya Allah memberiku petunjuk untuk memeluk Islam."



Bersambung


*والله اعلم بالصواب*


=====================

*SEMOGA BERMANFAAT*

=====================

Surat Kepada Kisra, Raja Persia

 *KISAH RASULULLAH ﷺ*

===================


Bagian 126


اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَ عَلَى آلِ مُحَمد



*Surat kepada Kisra, Raja Persia*


Jika surat Rasulullah ﷺ dibaca dan diterima dengan hormat oleh orang Romawi, tidak demikian halnya dengan orang-orang Persia. Surat Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam kepada Kisra raja Persia itu berbunyi


 "Bismillahirrohmanirrohim.


Dari Muhammad Rasulullah kepada Kisra pemimpin Persia. Kesejahteraan bagi siapa pun yang mengikuti petunjuk, beriman kepada Allah dan utusan-Nya, bersaksi bahwa tiada ilah selain Allah semata yang tiada sekutu baginya dan bahwa Muhammad adalah hamba dan utusan-Nya. 


Aku menyeru tuan dengan seruan Islam. Sesungguhnya aku adalah utusan Allah kepada seluruh manusia untuk memberi peringatan kepada orang yang hidup dan orang yang membenarkan perkataan atas orang-orang kafir. Masuklah Islam niscaya tuan akan selamat. Namun jika tuan menolak, maka dosa orang orang Majusi ada di pundak tuan."


Setelah membaca surat itu, Kisra merobek-robek surat Rasulullah ﷺ sambil berkata, 


"Seorang budak yang hina dina dari rakyatku pernah menulis namanya sebelum aku berkuasa," 


Setelah mendengar apa yang dikatakan Kisra, Rasulullah ﷺ bersabda, "Allah akan mencabik-cabik kerajaannya."


Setelah itu Kisra menulis surat kepada Badzan, Gubernur di Yaman. Isinya,  "Utuslah dua orang yang gagah perkasa untuk menemui orang dari Hijaz ini (maksudnya Rasulullah ﷺ) dan setelah itu, hendaklah mereka berdua membawanya untuk menemuiku.


Ketika dua orang suruhan itu tiba di hadapan Rasulullah ﷺ, beliau menyuruh mereka menemuinya lagi besok. Ternyata pada saat yang sama, Kisra dibunuh oleh Syiruyyah, putranya sendiri.


Terbuktilah sabda Rasulullah ﷺ bahwa kerajaan Kisra akan tercabik-cabik. Rasulullah ﷺ mengetahui hal ini dari wahyu dan meneruskannya kepada kedua utusan itu. 

Rasulullah ﷺ meminta kedua utusan itu pulang dan menyampaikan surat yang mengajak Badzan memeluk Islam. 


Penghujung surat berbunyi, 

"Apabila tuan mau masuk Islam, kuberikan apa yang menjadi milik tuan dan mengangkat tuan sebagai pemimpin kaum tuan."


Syiruyyah sendiri melarang Badzan menyerang Rasulullah ﷺ jika tidak ada perintah darinya. Hal inilah yang membuat Badzan dan seluruh rakyat Yaman  memeluk Islam.


*Surat kepada Muqauqis, Raja Mesir*


Selain kepada kedua kerajaan besar itu Rasulullah ﷺ juga menulis surat kepada para penguasa yang lain. Hatib bin Abi  Balta'ah diperintahkan Rasulullah ﷺ untuk menyampaikan surat beliau kepada Juraij bin Mata, penguasa Mesir dengan gelar Muqauqis. Surat beliau berbunyi,


Bismillahirrohmanirrohim, 


Dari Muhammad hamba Allah dan utusan-Nya kepada Muqauqis, Raja Qibti (Mesir). Keselamatan bagi siapa pun yang mengikuti petunjuk. Amma Ba'd.  


Aku menyeru tuan dengan seruan Islam, niscaya Allah akan memberikan pahala kepada tuan dua kali lipat. Namun jika tuan berpaling maka tuan akan menanggung dosa seluruh penduduk Qibti."


Surat Rasulullah ﷺ itu kemudian ditutup dengan ayat ke 64 Surat Ali Imron, seperti yang juga disampaikan kepada Heraklius.


قُلْ يَا أَهْلَ الْكِتَابِ تَعَالَوْا إِلَىٰ كَلِمَةٍ سَوَاءٍ بَيْنَنَا وَبَيْنَكُمْ أَلَّا نَعْبُدَ إِلَّا اللَّهَ وَلَا نُشْرِكَ بِهِ شَيْئًا وَلَا يَتَّخِذَ بَعْضُنَا بَعْضًا أَرْبَابًا مِنْ دُونِ اللَّهِ ۚ فَإِنْ تَوَلَّوْا فَقُولُوا اشْهَدُوا بِأَنَّا مُسْلِمُونَ


Katakanlah: Hai Ahli Kitab, marilah (berpegang) kepada suatu kalimat (ketetapan) yang tidak ada perselisihan antara kami dan kamu, bahwa tidak kita sembah kecuali Allah dan tidak kita persekutukan Dia dengan sesuatu pun dan tidak (pula) sebagian kita menjadikan sebagian yang lain sebagai tuhan selain Allah. Jika mereka berpaling maka katakanlah kepada mereka: Saksikanlah, bahwa kami adalah orang-orang yang berserah diri (kepada Allah).

Surah Ali 'Imran (3:64)


Hathib menambahkan, 


"Kami mengajakmu kepada Islam yang Allah telah mencukupkannya dari agama yang lain. Sesungguhnya nabi Ini menyuruh semua manusia yang paling ditekan Quraisy, yang paling dimusuhi Yahudi, dan yang paling dekat dengan orang Nasrani (Muqauqis dan rakyatnya adalah pemeluk Nasrani)


Setiap nabi yang sudah mengenal suatu kaum, maka kaum itu adalah umatnya yang pasti mereka harus menaati nya. Tuan termasuk orang yang sudah mengenal nabi ini."


Muqauqiss menjawab, 


"Memang aku telah memperhatikan agama nabi ini dan kutahu bahwa dia tidak memerintahkan untuk menghindari agama Almasih, tidak pula seperti tukang sihir yang sesat atau dukun yang suka berdusta. Kulihat dia membawa tanda kenabian dengan mengeluarkan yang tersembunyi dan mengabarkan yang rahasia. Aku akan mempertimbangkannya."


Kemudian, Muqauqis menulis surat yang isinya,


Bismillahirrohmanirrohim,


Kepada Muhammad bin Abdullah dari Muqauqis, pemimpin Qibti. Kesejahteraan bagi Tuan. Amma Ba'd. 

Saya telah membaca surat tuan dan bisa memahami isinya, serta apa yang tuan serukan. Saya sudah tahu bahwa ada seorang nabi yang masih tersisa. Menurut perkiraan saya dia akan muncul dari Syam. Saya hormati utusan tuan dan kini kukirim 2 gadis yang mempunyai kedudukan terhormat di masyarakat Qibti, dan beberapa lembar kain. Saya hadiahkan pula seekor baghal agar dapat tuan pergunakan sebagai tunggangan. Salam sejahtera bagi tuan.


Nah dua gadis itu adalah Maria dan Shirin. Maria kemudian menjadi istri Rasulullah ﷺ dan Shirin menikah dengan Hasan bin Tsabit al-Anshari.


Bersambung


*والله اعلم بالصواب*

Do'a ingin Menikah

 Resep yg ingin menikah.


Bacalah :

يا مغيث 

Sebanyak 310 kali setiap selesai sholat

Beserta membaca sholawat 3x, lafadz sholawatnya yaitu :

صلى الله على محمد 

صلى الله عليه وسلم

Sholawat tersebut di baca sebelum dan sesudah melaksanakan sholat, insya allah dalam jangka 2 minggu atau lebih, bagi yg mau menikah,,


Masya allah alhamdulillah.

Pribadi yang Bermanfaat

 PRIBADI  YANG BERMANFAAT

Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda:⁣

خَيْرُ الناسِ أَنْفَعُهُمْ لِلناسِ⁣

“Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia” (HR. Ahmad, ath-Thabrani, ad-Daruqutni).⁣

Saudaraku, menjadi pribadi yang bermanfaat adalah salah satu karakter yang harus dimiliki oleh seorang Muslim. Setiap Muslim diperintahkan untuk memberikan manfaat bagi orang lain.⁣

Memberikan manfaat kepada orang lain, maka manfaatnya akan kembali untuk kebaikan diri kita sendiri. Allah Jalla wa ‘Alaa berfirman:⁣

إِنْ أَحْسَنْتُمْ أَحْسَنْتُمْ لِأَنْفُسِكُمْ⁣

“Jika kalian berbuat baik, sesungguhnya kalian berbuat baik bagi diri kalian sendiri” (QS. Al-Isra:7)⁣

Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda:⁣

مَنْ كَانَ فِي حَاجَةِ أَخِيهِ كَانَ الله فِي حَاجَتِهِ⁣

“Barangsiapa membantu keperluan saudaranya, maka Allah akan membantu keperluannya.” (Muttafaq ‘alaih)⁣

Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda:⁣

مَنْ نَفَّسَ عَنْ مُؤْمِنٍ كُرْبَةً مِنْ كُرَبِ الدُّنْيَا نَفَّسَ الله عَنْهُ كُرْبَةً مِنْ كُرَبِ يَوْمِ الْقِيَامَةِ, ةِ وَمَنْ يَسَّرَ عَلَى مُعْسِرٍ يَسَّرَ الله عَلَيْهِ فِي الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ⁣

“Barang siapa yang memudah kesulitan seorang mu’min dari berbagai kesulitan-kesulitan dunia, Allah akan memudahkan kesulitan-kesulitannya pada hari kiamat. Dan siapa yang memudahkan orang yang sedang dalam kesulitan niscaya akan Allah memudahkan baginya di dunia dan akhirat” (HR. Muslim).⁣

Saudaraku agar kita benar-benar mendapatkan manfaat yang kita berikan kepada orang lain, kita harus ikhlas, karena ikhlas adalah salah satu kunci diterimanya amalan kita.⁣

Dan hanya amalan yang diterima Allah Jalla fii ‘Ulaah yang akan memberikan manfaat kepada kita baik di dunia maupun di akhirat kelak.⁣

Semoga Allah membimbing kita menjadi pribadi yang bermanfaat dunia dan akhirat... Aamiin....

10 sikap Hidup Bahagia

 Semangat Pagi 


"10 Sikap Hidup Bahagia"


1. Lepaskanlah Rasa Kuatir & Ketakutan.


Ketakutan & kekuatiran hanyalah imajinasi pikiran akan suatu kejadian di masa depan yang belum tentu terjadi, kebanyakan hal-hal yang Anda kuatirkan & takutkan tak pernah terjadi! It’s all only in mind.


2. Buanglah Dendam.


Dendam & Amarah yg disimpan hanya akan menyedot energi diri Anda & hanya mendatangkan KELELAHAN JIWA, BUANGLAH!!


3. Berhentilah Mengeluh.


Mengeluh berarti selalu tak menerima apa yang ada saat ini, secara tak sadar Anda membawa-bawa beban negatif.


4. Bila Ada Masalah, Selesaikan Satu Persatu.


Hanya inilah cara menangani setiap persoalan satu demi satu.


5. Tidurlah dengan Nyenyak.


Semua masalah tak perlu dibawa tidur. Hal tersebut buruk & tak sehat, biasakanlah tidur dengan nyaman.


6. Jauhi Urusan Orang Lain.


Biarkan masalah orang lain menjadi urusan mereka sendiri. Mereka memiliki cara sendiri untuk menangani setiap masalahnya.


7. Hiduplah Pada Saat ini, Bukan Masa Lalu.


Nikmati masa lalu sebagai kenangan, Jangan tergantung padanya. Konsentrasilah hidupmu pada kejadian saat ini, karena apa yg Anda miliki adalah saat ini, bukan kemarin, bukan besok. “Be totally present”


8. Jadilah Pendengar Yang Baik.


Saat menjadi pendengar, Anda belajar & mendapatkan ide-ide baru berbeda dari org lain.


9. Berpikirlah Positif.


Rasa frustasi datang dari pikiran negatif. Kembalilah berpikir positif. Bertemanlah dgn orang-orang yg berpikiran positif & terlibatlah dengan kegiatan positif.


10. Bersyukurlah.


Bersyukurlah atas hal-hal kecil yang akan membawa Anda pada hal-hal besar.


 https://chat.whatsapp.com/Gx0b0UrGhhq8VJFSv9Dh15

Surat kepada Raja Najasyi

 *KISAH RASULULLAH ﷺ*

===================

Bagian 127


اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَ عَلَى آلِ مُحَمد


*Surat kepada Najasyi, Raja Habasyah*


Selain itu Rasulullah ﷺ juga menulis surat kepada Najasyi, raja Habasyah yang menerima kaum muslimin yang mengungsi ke negerinya. Amir bin Umayyah adh Dhamri menyampaikan surat Rasulullah ﷺ yang berbunyi,

 Bismillahirohmanirohim

Dari Muhammad Rasulullah kepada Najasyi pemimpin Habasyah (Habsyi). Kesejahteraan bagi siapa pun yang mengikuti petunjuk, amma ba'd. 

Aku memuji bagi tuan kepada Allah yang tiada ilah selain Nya. Dialah penguasa yang Maha Suci, yang memberi kesejahteraan memberi perlindungan dan yang berkuasa. 

Aku bersaksi bahwa Isa bin Maryam adalah roh Allah dan kalimat-Nya yang disampaikan kepada Maryam yang perawan, baik, dan menjaga kehormatan diri lalu dia mengandung Isa dari roh-Nya dan tiupan-Nya sebagaimana Dia menciptakan Adam dengan tangan-Nya. 

Aku menyeru kepada Allah semata, yang tiada sekutu bagi-Nya dan senantiasa mentaati-Nya, dan hendaklah tuan mengikuti aku, beriman kepada apa yang diberikan kepadaku. Sesungguhnya aku adalah utusan Allah dan aku menyeru tuan dan pasukan tuan kepada Allah Azza wa Jalla. Aku sudah mengajak dan memberi nasihat maka terimalah nasihatku. Kesejahteraan bagi siapa pun yang mengikuti petunjuk.


Begitu Najasyi menerima surat Rasulullah ﷺ ia langsung mengangkat surat itu dan meletakkannya di depan matanya. Ia turun ke lantai dari singgasananya, lalu masuk Islam di hadapan Ja'far bin Abu Thalib yang masih berada di sana bersama para pengungsi Muslim.


Najasyi membalas surat Rasulullah ﷺ yang menyetujui bahwa Nabi Isa memang benar seorang utusan Allah yang lahir dari Maryam yang suci. Najasyi juga menyatakan bahwa ia memeluk Islam dan menyatakan sumpah setia kepada Rasulullah ﷺ.


Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam juga meminta Najasyi agar mengirim pulang Ja'far bin Abi Tholib ke Madinah.  Najasyi pun menyediakan dua perahu. Turut pula dalam rombongan itu Amir bin Umayyah sang pembawa surat.


Najasyi wafat pada bulan Rajab tahun ketujuh Hijriyah. Rasulullah ﷺ  bersedih hati atas kematiannya dan menyelenggarakan shalat ghaib. Rasulullah ﷺ pun mengirim surat yang sama isinya kepada pengganti Najasyi. Akan tetapi sejarah tidak mencatat apakah penggantinya juga memeluk Islam atau tidak.



*Perang Khaibar*


Setelah orang Quraisy setuju untuk berdamai, kini ada satu musuh yang tidak kalah berbahaya. Mereka adalah orang-orang Yahudi yang kini berkumpul di Khaibar, Kota Benteng yang sangat kuat. 


Para penghuni Khaibar inilah yang dulu menghasut pasukan Quraisy untuk menyerang Madinah dalam Perang Khandaq.


Rasulullah ﷺ mengetahui bahwa jika dibiarkan mereka akan menempuh cara yang lebih berbahaya untuk membasmi kaum muslimin. Maka Rasulullah ﷺ pun menyiapkan pasukannya, namun beliau paham bahwa pertempuran yang mereka hadapi akan sangat berat. 

Karena itu yang boleh bergabung hanya orang-orang yang benar-benar siap berjihad. Maka berkumpulah orang-orang yang gagah berani yang terdiri atas 1400 pasukan berjalan kaki dan 100 penunggang kuda.


Diam-diam Abdullah bin Ubay mengirim pesan kepada orang-orang Khaibar, "Muhammad hendak mendatangi kalian. Bersiap siagalah dan kalian tak perlu takut. Jumlah dan kekuatan kalian sangat banyak sementara kaum Muhammad hanya sedikit dengan persenjataan terbatas".


Rasulullah ﷺ meminta dua petunjuk jalan. Keduanya menunjukkan empat jalan yang dapat ditempuh kaum muslimin agar kedatangan mereka tidak diketahui orang-orang Yahudi di Khaibar. 

Jalan-jalan itu bernama Syasy (kacau), Hathib (sial), Huzn (kesedihan), Marhab (selamat datang). Maka Rasulullah ﷺ pun memilih melewati jalan Marhab.


Setelah shalat ashar Rasulullah ﷺ meminta bekal makanan. Karena hanya sedikit, beliau disuguhi tepung gandum yang tidak seberapa banyak. Rasulullah ﷺ kemudian mengolah tepung itu sehingga menjadi cukup buat beliau dan semua orang. 


Seorang penyair bernama Amir bin Akwa melantunkan karyanya,


"Kalau bukan karena engkau ya Allah,

Kami tidak akan mendapatkan hidayah. Tidak pula sholat dan bersedekah. 

Ampunilah


Dosa kami sebagai tebusan selagi kami tegar dalam ketakwaan,

Teguhkanlah pendirian kami dalam peperangan. Berikanlah kepada kami ketentraman hati.

Kami tidak ingin hidup jika musuh mengalahkan kami.


Mendengar syair itu Rasulullah ﷺ bersabda, 


"Allah merahmatinya."


Para sahabat hafal bahwa jika Rasulullah ﷺ memohon ampunan bagi seseorang, orang itu akan mati syahid demikianlah yang terjadi pada Amir bin al Akwa dalam pertempuran ini.


Bersambung


*والله اعلم بالصواب*

Banyak hal yg tak dimengerti karena tak ada penjelasan.. berputar2 dalam ketidak pastian.. membuat hati rasanya harus merelakan..ahh ntahlah...