Kamis, 12 November 2020

_ngaji sinambi ng☕pi_

*Kitab Matan Abi Syuja' (Matan al Ghoyah wat Taqrib) #16*
--------------------------------------

_*بسم الله الرحمن الرحيم*_

قال المؤلف رحمه الله تعالى :

 وثلاثة تختص بها النساء وهي: الحيض والنفاس والولادة

_"Dan tiga perkara khusus terjadi pada kaum perempuan, yaitu haidl, nifas dan melahirkan"._

*Penjelasan*

✅ Al Mu'allif melanjutkan penjelasan tentang hal-hal yang mewajibkan mandi yang khusus terjadi pada perempuan, yaitu:

4⃣ Haidl.

♦️Haidl adalah darah yang keluar dari seorang perempuan yang telah  berumur 9 tahun Qomariyah atau 9 tahun kurang 15 hari.

Yaitu darah yang keluar dari rahim seorang perempuan dalam keadaan sehat tanpa sebab melahirkan.

Haidl minimal satu hari satu malam dan maksimal 15 hari.

♦️Mandi diwajibkan jika darah telah berhenti keluar.
 
5⃣ Nifas.

♦️Nifas adalah darah yang keluar dari rahim seorang perempuan setelah melahirkan.

Bukan darah yang keluar pada saat melahirkan bersamaan dengan bayi.

Nifas minimal sekadar satu kali ludahan dan paling lama 60 hari.

♦️Mandi diwajibkan jika darah telah berhenti keluar dan ingin mengerjakan sholat.

6⃣ Melahirkan.

♦️Melahirkan yang disertai dengan basah mewajibkan mandi secara pasti.

♦️Melahirkan yang tidak disertai dengan basah menurut pendapat yang lebih shohih juga mewajibkan mandi. 

Karena bayi adalah gumpalan air mani. 
 
 والله أعلم بالصواب
اللهم صل وسلم على سيدنا محمد

#DAKWAH LDNU KAB KEDIRI
_ngaji sinambi ng☕pi_

*Kitab Matan Abi Syuja' (Matan al Ghoyah wat Taqrib) #16*
--------------------------------------

_*بسم الله الرحمن الرحيم*_

قال المؤلف رحمه الله تعالى :

 وثلاثة تختص بها النساء وهي: الحيض والنفاس والولادة

_"Dan tiga perkara khusus terjadi pada kaum perempuan, yaitu haidl, nifas dan melahirkan"._

*Penjelasan*

✅ Al Mu'allif melanjutkan penjelasan tentang hal-hal yang mewajibkan mandi yang khusus terjadi pada perempuan, yaitu:

4⃣ Haidl.

♦️Haidl adalah darah yang keluar dari seorang perempuan yang telah  berumur 9 tahun Qomariyah atau 9 tahun kurang 15 hari.

Yaitu darah yang keluar dari rahim seorang perempuan dalam keadaan sehat tanpa sebab melahirkan.

Haidl minimal satu hari satu malam dan maksimal 15 hari.

♦️Mandi diwajibkan jika darah telah berhenti keluar.
 
5⃣ Nifas.

♦️Nifas adalah darah yang keluar dari rahim seorang perempuan setelah melahirkan.

Bukan darah yang keluar pada saat melahirkan bersamaan dengan bayi.

Nifas minimal sekadar satu kali ludahan dan paling lama 60 hari.

♦️Mandi diwajibkan jika darah telah berhenti keluar dan ingin mengerjakan sholat.

6⃣ Melahirkan.

♦️Melahirkan yang disertai dengan basah mewajibkan mandi secara pasti.

♦️Melahirkan yang tidak disertai dengan basah menurut pendapat yang lebih shohih juga mewajibkan mandi. 

Karena bayi adalah gumpalan air mani. 
 
 والله أعلم بالصواب
اللهم صل وسلم على سيدنا محمد

#DAKWAH LDNU KAB KEDIRI
*Ngaji Kitab Aqidatul Awam (16-2)*
قال المؤلف رحمه الله تعالى:
شعيب هارون وموسى واليسع # ذو الكفل داود سليمان اتبع
"Syu'aib, Harun, Musa dan Ilyasa', Dzulkifli, Dawud, Sulaiman".

*Penjelasan*
✅Nama-nama Nabi yang wajib (kifayah) diketahui adalah:
1⃣7⃣ Dzulkifli
♦️Nasabnya adalah Bisyr (Dzulkifli) ibn Ayyub.
♦️Di dalam al Qur'an tidak disebutkan kisahnya, baik secara rinci maupun global.
♦️Para ulama berbeda pendapat tentang beliau, sebagian mengatakan beliau adalah seorang laki-laki yang sholih dan seorang qodli yang adil, tetapi pendapat yang benar beliau adalah seorang nabi.
👆Karena dalam Al Qur'an, nama beliau disandingkan dengan nama-nama para nabi.
❤️Allah ta'ala berfirman:
وَإِسۡمَـٰعِیلَ وَإِدۡرِیسَ وَذَا ٱلۡكِفۡلِۖ كُلࣱّ مِّنَ ٱلصَّـٰبِرِینَ
[Surat Al-Anbiya' 85]
"Dan nabi Ismail, Idris dan Dzul Kifli, semuanya tergolong sebagia orang-orang yang sabar". 
1⃣8⃣ Dawud
♦️Nasabnya adalah Dawud ibn Iisya ibn Uwaid ibn 'Aabir, nasabnya sampai pada Yahudza ibn Ya'qub ibn Ishaq ibn Ibrahim.
♦️Allah memilih beliau sebagai nabi rasul sekaligus seorang raja pada usia 40 tahun dan diturunkan kepadanya kitab Zabur.
وَلَقَدۡ فَضَّلۡنَا بَعۡضَ ٱلنَّبِیِّـۧنَ عَلَىٰ بَعۡضࣲۖ وَءَاتَیۡنَا دَاوُۥدَ زَبُورࣰا
[Surat Al-Isra' 55]
"Dan benar-benar telah Kami utamakan sebagian nabi atas sebagian yang lain, dan telah Kami datangnya Zabur pada nabi Dawud".
♦️Nabi Dawud diberikan keistimewaan oleh Allah dengan keistimewaan yang sangat banyak, diantaranya kemerduan suara, apabila beliau bertasbih dan bertahmid maka gunung dan burung-burung ikut bertasbih dan bertahmid bersamanya. Allah ta'ala berfirman:
وَسَخَّرۡنَا مَعَ دَاوُۥدَ ٱلۡجِبَالَ یُسَبِّحۡنَ وَٱلطَّیۡرَۚ وَكُنَّا فَـٰعِلِینَ
[Surat Al-Anbiya' 79]
👆Besi ditangan beliau itu bisa menjadi lunak seperti adonan roti. Sehingga dalam membuat baju besi beliau cukup dengan tangannya, tidak memerlukan api dan palu.
♦️Meskipun beliau seorang Raja, tetapi nabi Dawud tidak makan kecuali dari hasil kerjanya sendiri, setiap malam melakukan sholat malam dan setiap siang berpuasa.
♦️Nabi Dawud wafat pada usia 100 tahun. 
1⃣9⃣ Sulaiman
♦️Nasabnya adalah Sulaiman ibn Dawud ibn Iisya dan seterusnya sama dengan Nasab nabi Dawud di atas.
♦️Nabi Sulaiman adalah pewaris nabi Dawud, baik  dalam kekuasaan maupun kenabian.
❤️Allah ta'ala berfirman:
وَوَرِثَ سُلَیۡمَـٰنُ دَاوُۥدَۖ وَقَالَ یَـٰۤأَیُّهَا ٱلنَّاسُ عُلِّمۡنَا مَنطِقَ ٱلطَّیۡرِ وَأُوتِینَا مِن كُلِّ شَیۡءٍۖ إِنَّ هَـٰذَا لَهُوَ ٱلۡفَضۡلُ ٱلۡمُبِینُ
[Surat An-Naml 16]
"Sulaiman telah mewarisi  nabi Dawud, nabi Sulaiman berkata: Wahai manusia kami telah diajari pembicaraan burung dan kami telah diberi segala sesuatu, sesungguhnya ini benar-benar keutamaan yang nyata".
♦️Nabi Sulaiman dikenal memiliki kecerdasan yang luar biasa dan ahli dalam bidang hukum dan politik sejak masih kecil.
♦️Empat tahun setelah berkuasa, Nabi Sulaiman membangun masjid al Aqsho, melaksanakan wasiat ayahnya (nabi Dawud).
👆Orang yang pertama kali membangun masjid al Aqsho adalah nabi Adam 'alayhissalam, 40 tahun setelah membangun al Masjid al Haram.
♦️Nabi memiliki keistimewaan yang sangat banyak, selain kenabian di antara keutamaannya adalah beliau bisa memahami bahasa burung dan binatang lainnya, manusia, jin dan syetan seluruhnya tunduk kepadanya, beliau menguasai bumi seluruhnya, angin juga tunduk kepadanya, sehingga bisa beliau perintahkan untuk membawa beliau ke mana saja.
♦️Kisah nabi Sulaiman disebutkan di dalam al Qur'an, di antara kisah nabi Sulaiman yang disebutkan dalam Al Qur'an adalah:
💙Kisah nabi Sulaiman kecil bersama ayahnya dalam memutuskan persengketaan tentang seekor kambing milik seseorang yang memakan tanaman milik orang lain di malam hari
💙Kisah nabi Sulaiman bersama semut
💙Kisah nabi Sulaiman bersama Bilqis, ratu Saba'
♦️Nabi Sulaiman wafat pada usia 52 tahun, berkuasa selama 40 tahun dan dimakamkan di Baitul Maqdis Palestina. 

والله أعلم بالصواب
*Pelajaran dalam hidup kita.*

Mau belajar SABAR?
Nanti kita akan bertemu orang² yang keras kepala kepada kita.

Mau belajar MEMAAFKAN?
Nanti kita akan bertemu orang² yang akan menyakiti kita.

Mau belajar MEMBERI?
Sebentar lagi kita akan di perhadapkan orang² yang berkekurangan.

Mau RENDAH HATI?
Tunggu saja, akan ada orang² yang akan merendahkan diri kita.

Apapun yang sedang kita hadapi, itulah PROSES BELAJAR DAN MELATIH DIRI MENJADI LEBIH BIJAKSANA, BERSYUKUR IKHLAS, KASIH SAYANG DAN MATANG.
_Yaa Allah..._
_Yaa Rahman..._
_Yaa Rahim..._

_Bila hari ini masih menjadi bagian hidup kami..._
*Berikanlah kemudahan dan kelancaran untuk menjalaninya...*

_Bila kelopak mata kami masih dapat terbuka..._
*Bimbinglah penglihatan kami untuk senantiasa melihat kebaikan dan kebenaran...*

_Bila mulut kami masih diizinkan berucap..._
*Tuntunlah agar senantiasa mengatakan kejujuran...*

_Bila kaki kami masih diberi kemampuan untuk melangkah..._
*Hantarkanlah ke tempat tempat yang menjadi ibadah kami...*

_Bila tangan kami masih dapat digerakkan..._
*Gerakkanlah untuk memberikan kebaikan  bagi orang lain...*

_Bila Matahari masih diperkenankan menyentuh  raga ini..._
*Sempurnakanlah cahaya-nya di pagi hari untuk menyehatkan  tubuh kami...*

_Bila udara masih menjadi bagian dari nafas kami..._
*Lapangkanlah rongga dada ini untuk menghirupnya...*

_Bila dari rezeki yang diturunkan di muka bumi ini masih ada bagian haq kami..._
*Datangkanlah dalam jumlah yang banyak bagi kami, yang _halalan thoyiban_ dari segala arah...*
*Agar kami dapat memberi manfaat bagi orang lain yang membutuhkan...*

_Yaa Allah..._
_Yaa Rabb..._
_Bila keluarga dan saudara-2ku disini masih diperkenankan mewarnai kehidupan kami..._
*Jadikanlah mereka sebagai warna-warni yang penuh keindahan, penuh kasih sayang, rukun dan damai selalu...*

_Angkat dan hilangkanlah segala penyakit keluarga dan saudara-2ku ini..._
*Gantikanlah dgn kesehatan yang sempurna...*

_Serta berikanlah  sisa usia yang penuh manfaat dan barokah..._

_Yaa Allah..._
*Dengan segala yang telah diperlihatkan pada kami untuk menjadikan ini semua sebagai pelajaran hidup kami...*

_Karuniakanlah kepada kami, sejak  hari ini sampai Kau utus malaikat-Mu untuk mengangkat ruh ini dari jasad kami..._
*Dengan Limpahan Nikmat dan Kasih Sayang-Mu...*

_Di akhir hayat kami,_ kami mohon karunia-Mu untuk _*husnul khotimah*..._ 

*Robbana Taqobbal Minna*
Ya Allah terimalah dari kami (amalan kami), aamiin
*KISAH RASULULLAH ﷺ*
Bagian 128

اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَ عَلَى آلِ مُحَمد

*Jalannya Pertempuran*

Orang-orang Yahudi Khaibar yang hendak berangkat ke kebun sangat terkejut melihat kedatangan Rasulullah ﷺ dan pasukannya pagi-pagi sekali. 

"Itu Muhammad, demi Allah, Muhammad dan pasukannya!"

Rasulullah ﷺ bersabda, 

"Allahu Akbar! Runtuhlah Khaibar! Allahu Akbar! Runtuhlah Khaibar!  Jika kita tiba di pelataran suatu kaum, maka amat buruklah bagi orang-orang yang layak mendapat peringatan!"

Setelah mendirikan markas, Rasulullah ﷺ mengajak seluruh pasukannya berdoa, 

"Ya Allah, Rabb langit yang tujuh serta apa-apa yang dipayunginya.  Rabb bumi yang tujuh dan apa-apa yang dikandungnya, Rabb setan-setan dan apa yang disesatkannya. Sesungguhnya kami mohon kepada Mu kebaikan dusun ini, kebaikan penduduknya, dan  kebaikan apa pun yang ada di dalamnya.   Kami berlindung kepadaMu dari kejahatan dusun ini, kejahatan penduduknya, dan kejahatan apapun yang ada di dalamnya. Majulah Dengan nama Allah."

Pada malam menjelang penyerbuan, Rasulullah ﷺ bersabda, 

"Besok aku benar-benar akan menyerahkan bendera kepada seseorang yang mencintai Allah dan Rasul-Nya juga dicintai Allah dan rasul-Nya." 

Para sahabat sangat berharap bahwa merekalah yang terpilih esok harinya. Rasulullah ﷺ memanggil Ali bin Abi Thalib, saat itu Ali sedang sakit mata namun Rasulullah ﷺ mengusap dan berdoa agar Allah menyembuhkan mata menantunya itu. Mata Ali pun sembuh dan ia memimpin pasukan hebat yang terdiri atas rangkaian banteng-banteng yang kuat.

Pertempuran seru meletus berhari-hari. Pemimpin Yahudi khaibar maju sambil bersyair, 

"Khaibar sudah mengenal, akulah Marhab, memanggul senjata tajam pahlawan berpengalaman."

Amir bin Akwa  maju menghadapinya sambil bersyair,  

"Khaibar sudah mengenal,  Akulah Amir, memanggul senjata tajam pahlawan petualang."

Dalam duel seru, Marhab menebas tempurung Amir  sehingga ia gugur dan syahid. 

Rasulullah ﷺ bersabda tentang Amir, 

"Sesungguhnya dia memperoleh dua pahala, dia telah berusaha dan telah berjuang. Tidak banyak orang Arab yang berjalan seperti dia."

Kini Ali bin Abi Thalib maju dan membalas syair Marhab dengan garang. Dalam duel Ali berhasil membunuh Marhab.

Perang khaibar terjadi pada bulan Muharram tahun ke tujuh Hijriyah. Sekitar 1500 pasukan nabi menghadapi 10.000 orang pasukan Khaibar, akan tetapi Rasulullah ﷺ berhasil mengalahkan lawan yang begitu besar itu. Kaum muslim kehilangan 18 jiwa sedangkan pihak musuh kehilangan 93 jiwa.

*Kemenangan*

Setelah itu satu persatu pemimpin Yahudi jatuh dalam pertempuran dahsyat. Benteng Naim takluk setelah Marhab terbunuh.  Benteng Ash Sha'ab bin Muadz direbut dengan cara dikepung selama tiga hari. Ketika itu persediaan makanan kaum muslimin sudah sangat tipis, hingga mereka kelaparan. Rasulullah ﷺ pun berdoa dan akhirnya pasukannya bangkit  sehingga berhasil menaklukkan benteng itu. Di dalamnya, banyak terdapat ternak-ternak gemuk untuk dimakan.

Benteng Az Zubair dikepung selama 3 hari. Namun mereka bisa bertahan karena mempunyai mata air sendiri. Rasulullah ﷺ memerintahkan serangan untuk merebut mata air. Setelah mata air dapat direbut, Benteng Az Zubair pun takluk. 

Orang-orang Yahudi di benteng Ubay menantang duel satu lawan satu. Semua pahlawan Yahudi yang maju berduel berhasil ditaklukkan oleh para pahlawan Islam. Kemudian Abu Dujanah yang kepalanya diikat kain merah jika sudah bertekad mati, memimpin pasukan komando masuk dan menyusup ke dalam benteng. Setelah bertempur seru, benteng Ubay pun  takluk.

Benteng An Nizar adalah benteng yang sangat kuat karena letaknya tinggi dan susah diserang. Rasulullah ﷺ memerintahkan penggunaan manjaniq atau pelontar batu besar. Maka dinding-dinding benteng jebol dan pasukan muslim pun akhirnya membanjir masuk untuk menaklukkan musuh.

Ketiga benteng yang tersisa dikepung selama 14 hari. Beberapa ahli sejarah berpendapat bahwa sempat terjadi pertempuran di benteng Al Qamush. Namun kedua benteng yang lain: Al Wathih dan As Sulalim menyerahkan diri lewat perundingan.

Orang yahudi meminta mereka yang di benteng tidak dibunuh, anak-anak tidak ditawan dan mereka siap meninggalkan Khaibar dengan segenap keluarga, menyerahkan semua harta kekayaan Khaibar yang berupa tanah, emas, perak, kuda, keledai dan baju-baju perang.

Rasulullah ﷺ pun menyetujui hal itu seraya bersabda, 
"Aku juga membebaskan kalian dengan perlindungan Allah dan rasulNya apabila kalian tidak menyembunyikan sesuatu pun dariku."

Mereka setuju. Namun orang Yahudi memang licik.  Beberapa dari mereka ketahuan menyembunyikan harta di balik reruntuhan. Maka mereka pun dibunuh, karena melanggar perjanjian, sebagai pembalasan atas terbunuhnya beberapa sahabat atas tindakan mereka. Selesailah sudah penaklukan Khaibar. Allahu Akbar!

_Shallu 'alan Nabi..._

Bersambung

*والله اعلم بالصواب*
=====================

Minggu, 08 November 2020

one day one hadits

*ONE DAY ONE HADITS*

Senin, 23 Rabi'ul Awwal 1442 H/ 09 November 2020 M


*Iri Hati yang dibolehkan Rasûlullâh ﷺ*

*عَنْ ابْنِ عُمَرَ رَضِيَ اللّٰهُ عَنْهُماَ قَالَ، قَالَ رَسُولُ اللّٰهِ صَلَّى اللّٰهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: لآحَسَدَ ألآ فيِ اثنَتَينِ رَجُلُ اتَاهُ اللّٰهُ القُرانَ فَهُو يَقُومُ بِه انَأءَ اللًيلِ وَانَأءَ النَهَارِ وَرَجُلُ اعطَاهُ مَالآ فَهُوَ يُنفق مِنهُ انَأءَ الٌلَيِل وَانَأءَ النٌهَارِ. (رواه البخارى ومسلم والترمذى والنسائى وأبن ماجه)*

_*Dari Ibnu Umar radhiyallahu 'anhuma berkata, bahwa Rasûlullâh ﷺ bersabda: “Tidak diperbolehkan hasad (iri hati) kecuali terhadap dua orang: Orang yang dikaruniai Allah (kemampuan membaca/menghafal Al-Qur'an). Lalu ia membacanya malam dan siang hari, dan orang yang dikaruniai harta oleh Allah, lalu ia menginfakannya pada malam dan siang hari.” (HR. Bukhari, Muslim, Tirmidzi, Nasa’i dan Ibnu Majah)*_

*𝐏𝐞𝐥𝐚𝐣𝐚𝐫𝐚𝐧 𝐲𝐚𝐧𝐠 𝐭𝐞𝐫𝐝𝐚𝐩𝐚𝐭 𝐩𝐚𝐝𝐚 H𝐚𝐝𝐢𝐭𝐬 𝐝𝐢 𝐚𝐭𝐚𝐬 :*

1️⃣ Hasad adalah orang yang merasa berat ketika orang lain mendapatkan nikmat dari Allah baik berupa ilmu atau harta atau dicintai orang banyak atau bagian-bagian baik lainnya hingga merasa senang terlepasnya nikmat tersebut dari orang itu walaupun ia tidak akan mendapatkan sesuatu dari hilangnya nikmat tersebut.

2️⃣ Maulana Zakariyya Al Khandahlawi dalam kitabnya yang berjudul Fadhilah Amal, menjelaskan, dalam Al-Qur'an dan Hadits banyak diterangkan bahwa hasad atau iri hati yang hukumnya mutlak dilarang. 

3️⃣ Sedangkan menurut hadits diatas, ada dua jenis orang yang kita boleh hasad terhadapnya. Karena banyak riwayat yang terkenal mengenai keharaman hasad ini, maka para ulama' menjelaskan hasad dalam hadits ini dengan dua maksud:
_*Pertama,*_ hasad diartikan risyk yang dalam bahasa arab disebut ghibthah. Perbedaan antara hasad dan ghibthah yaitu: hasad adalah jika seseorang mengetahui ada orang lain memiliki sesuatu, maka ia ingin agar sesuatu itu hilang dari orang itu, baik ia sendiri mendapatkannya atau tidak.
Sedangkan ghibthah ialah seseorang yang ingin memiliki sesuatu secara umum, baik orang lain kehilangan atau pun tidak. Karena secara ijma’ hasad adalah haram, maka para ulama mengartikan hasad dalam hadits diatas dimaksudnya adalah ghibthah yang dalam urusan keduniaan dibolehkan, sedang dalam masalah agama adalah mustahab (lebih disukai).
_*Kedua,*_ mungkin juga maksudnya sebagai pengandaian. Yakni seandainya hasad itu dibolehkan, maka bolehlah hasad terhadap dua jenis tersebut di atas.

4️⃣ Hadits di atas menjelaskan penempatan iri hati yang dibolehkan dalam Islam. Dalam hadits ini, iri hati ditempatkan pada dua hal yaitu kegemaran membaca Al-Qur’an dan kegemaran bersedekah. Pada riwayat lain disebutkan, penempatan iri hati yang dibolehkan yaitu kegemaran bersedekah dan kegemaran mengamalkan serta mengajarkan ilmu.

5️⃣ Kalimat *“Tidak diperbolehkan iri hati”* menunjukkan adanya potensi sifat iri hati pada setiap individu, karena Allah SWT. tidak hanya menitipkan karakter yang berpotensi kepada keburukan, namun Allah juga menitipkan karakter kebaikan (QS. Asy-Syamsu: 8). Sebagian manusia ada yang menampilkan karakter keburukannya sehingga ia terjerumus dalam kenistaan, dan sebagian lagi menampilkan karakter kebaikannya sehingga ia meraih keuntungan.

6️⃣ Demikian pula sifat iri hati. Di satu sisi, sifat ini bisa melahirkan kebencian, permusuhan, dan konspirasi kejahatan, jika obyek yang dituju bersifat kebendaan atau materil. Sifat iri hati semacam ini disebut hasad, yaitu mengharapkan nikmat Allah pada seseorang dengan mengharapkan hilangnya nikmat itu dari orang tersebut. Di sisi lain, iri hati dapat melahirkan motivasi dan semangat dalam melakukan kebajikan, jika obyek yang dituju adalah amalan kebaikan seperti yang dijelaskan dalam hadits. Sifat iri hati semacam ini disebut ghibthah, yaitu mengharapkan nikmat Allah pada diri seseorang tanpa mengharapkan hilangnya nikmat itu dari orang tersebut.

7️⃣ Iri hati yang dibolehkan Rasûlullâh ﷺ sebagaimana hadits diatas; Kalimat *“kecuali terhadap dua orang”,* menunjukkan arah obyek iri hati yang dibolehkan oleh Rasulullah ﷺ sehingga hukum asal keharaman iri hati terhadap orang lain dapat berubah menjadi boleh bahkan dianjurkan. Status awal iri hati yang bisa menghancurkan karakter dan moralitas berubah menjadi energi positif untuk meraih kebaikan dunia dan akhirat. Perubahan orientasi sifat iri hati ini dapat terwujud dengan merubah orientasi hidup dari meraih kesenangan kepada ketenangan, dari menuruti hawa nafsu kepada menuruti nurani hati, dan dari materil oriented kepada akhirat oriented.

8️⃣ Pada kalimat *“orang yang dikaruniai (ilmu) Al-Qur’an oleh Allah, lalu ia membacanya malam dan siang hari”* menunjukkan hakekat ilmu berasal dari Allah SWT, bukan semata-mata akal pikiran manusia. Dia memberikan pengetahuan Al-Qur’an kepada orang yang Dia kehendaki, karena ilmu Al-Qur’an adalah cahaya, dan cahaya Allah tidak akan diberikan oleh orang yang berbuat maksiat. Iri hati terhadap orang ini, karena ia mampu memanfaatkan anugerah Al-Qur’an dengan membaca, mengajarkan, mengkaji, dan mengamalkan isi kandungan Al-Qur’an setiap saat. Sehingga seakan-akan tidak ada jarak antara dirinya dengan Al-Qur’an.

9️⃣ Demikian pula kalimat *“orang yang dikaruniai harta oleh Allah, lalu ia menginfakannya malam dan siang hari”* menunjukkan hakekat harta bersumber dari Allah SWT. Dia melapangkan atau menyempitkan rezeki kepada orang yang Dia kehendaki. Siapa yang Allah lapangkan rezeki maka bersyukurlah, dan siapa yang Allah sempitkan rezeki maka bersabarlah. Dianjurkan iri hati terhadap orang seperti ini, karena ia memandang kekayaan bukanlah semata-mata hasil jerih payahnya, tetapi semata-mata kebaikan Allah SWT. Sehingga orang tersebut gemar mensyukuri nikmat dengan berinfak setiap saat sebagaimana digambarkan oleh Allah SWT. dalam firman-Nya.

🔟 Pertanyaannya, mengapa Rasûlullâh ﷺ hanya membolehkan iri hati terhadap kedua kelompok orang ini? Menurut hemat kami, redaksi hadits ini memberikan motivasi untuk gemar membaca Al-Qur’an dan bersedekah, karena kedua ibadah ini merupakan ibadah yang amat mudah ditinggalkan. Banyak sekali umat Islam yang buta aksara Al-Qur’an atau tidak mahir membaca Al-Qur’an, namun mereka membiarkan diri larut dalam buta aksara Al-Qur’an. Mereka enggan belajar kepada guru ngaji Al-Qur’an dengan alasan kesibukan atau malu karena usia. Demikian pula, banyak umat Islam yang diberikan keluasan rezeki, namun sulit bersedekah. Ada yang beralasan karena banyak kebutuhan, atau berbohong tidak ada uang, atau faktor kesombongan seperti Qarun yang mengatakan kekayaannya diraih semata-mata ilmunya sendiri.

⏸️ Sifat iri hati dalam kebaikan menjadi ciri khas para sahabat yang selalu termotivasi dalam kebaikan. Tak jarang, setiap kali Rasûlullâh ﷺ melelang kebaikan, para sahabat berlomba-lomba saling berebutan untuk menjadi pemenangnya. _*Dalam sebuah riwayat dikisahkan dari Anas bin Malik ra. bahwa ada seorang lelaki Anshar yang datang menemui Rasûlullâh ﷺ untuk meminta sesuatu. Nabi ﷺ bertanya kepadanya, “Apakah di rumahmu tidak ada sesuatu?” Lelaki itu menjawab, “Ada. Dua potong kain, satu kain untuk dipakai dan satu potong lagi untuk alas duduk, serta cangkir untuk meminum air.” Nabi ﷺ bersabda, “Kalau begitu, bawalah kedua barang itu kepadaku.” Lelaki itu pun datang membawa kedua potong kainnya. Lalu Nabi ﷺ melelang, “Siapa yang mau membeli barang ini?” Salah seorang sahabat menjawab, “Saya mau membelinya dengan harga satu dirham.” Nabi ﷺ bertanya lagi, “Ada yang mau membelinya dengan harga lebih mahal?”. Nabi ﷺ menawarkannya hingga dua atau tiga kali. Tiba-tiba salah seorang sahabat berkata, “Aku mau membelinya dengan harga dua dirham.” Maka Nabi ﷺ memberikan dua potong kain itu kepadanya dan beliau mengambil uang dua dirham itu dan memberikannya kepada lelaki Anshar tersebut." (HR Ahmad, Abu Dawud, an-Nasa`i, dan at-Tirmidzi).*_


*𝐓𝐞𝐦𝐚 H𝐚𝐝𝐢𝐭𝐬 𝐲𝐚𝐧𝐠 𝐛𝐞𝐫𝐤𝐚𝐢𝐭𝐚𝐧 𝐝𝐞𝐧𝐠𝐚𝐧 𝐚𝐲𝐚𝐭 𝐀𝐥-𝐐𝐮𝐫'𝐚𝐧 :*

1. Kalimat *“Tidak diperbolehkan iri hati”* menunjukkan adanya potensi sifat iri hati pada setiap individu, karena Allah SWT. tidak hanya menitipkan karakter yang berpotensi kepada keburukan, namun Allah juga menitipkan karakter kebaikan;

*فَاَلْهَمَهَا فُجُوْرَهَا وَتَقْوٰٮهَا ۖ ۞*

_*"Maka Dia mengilhamkan kepadanya (jalan) kejahatan dan ketakwaannya," (QS. Asy-Syams : 8)*_

2. Hakekat harta bersumber dari Allah SWT. Dia melapangkan atau menyempitkan rezeki kepada orang yang Dia kehendaki. Siapa yang Allah lapangkan rezeki maka bersyukurlah, dan siapa yang Allah sempitkan rezeki maka bersabarlah. Dianjurkan iri hati terhadap orang seperti ini, karena ia memandang kekayaan bukanlah semata-mata hasil jerih payahnya, tetapi semata-mata kebaikan Allah SWT. Sehingga orang tersebut gemar mensyukuri nikmat dengan berinfak setiap saat sebagaimana digambarkan oleh Allah SWT. dalam firman-Nya;

*اَلَّذِيْنَ يُنْفِقُوْنَ اَمْوَالَهُمْ بِالَّيْلِ وَالنَّهَارِ سِرًّا وَّعَلَانِيَةً فَلَهُمْ اَجْرُهُمْ عِنْدَ رَبِّهِمْ ۚ وَلَا خَوْفٌ عَلَيْهِمْ وَلَا هُمْ يَحْزَنُوْنَ ۞*

_*"Orang-orang yang menginfakkan hartanya malam dan siang hari (secara) sembunyi-sembunyi maupun terang-terangan, mereka mendapat pahala di sisi Tuhannya. Tidak ada rasa takut pada mereka dan mereka tidak bersedih hati." (QS. Al-Baqarah : 274)*_

Majelis munadhorotul Ammah

matan Al ghoyah wat taqrib #15

_ngaji sinambi ng☕pi_

*Kitab Matan Abi Syuja' (Matan al Ghoyah wat Taqrib) #15*
---------------------------------------

_*بسم الله الرحمن الرحيم*_

قال المؤلف رحمه الله تعالى ؛

 (فصل)
 والذي يوجب الغسل ستة أشياء ثلاثةٌ تشتركُ فيها الرجالُ والنساءُ وهي التقاء الختانين  وإنزالُ المنى والموت

*(Pasal)* 

_"dan sesuatu yang mewajibkan mandi itu ada enam perkara, tiga perkara sama-sama terjadi pada laki-laki dan perempuan, yaitu bertemunya dua alat khitan (kemaluan), keluarnya mani dan mati"_

*Penjelasan*

✅ Dalam pasal ini al Mu'allif menjelaskan tentang hal-hal yang mewajibkan mandi.

♦️Mandi (al ghusl) secara bahasa adalah mengalirnya air pada sesuatu. Sedangkan secara syara' mandi adalah mengalirnya air pada seluruh badan dengan disertai niat.

♦️Kewajiban mandi adalah ketika seseorang akan melaksanakan sholat

Mandi tidak wajib dilakukan secara langsung ketika terjadi enam perkara yang mewajibkan mandi, sebagaimana yang akan disebutkan.

Apabila seseorang junub setelah terbitnya matahari dan dia sebelumnya tidur sehingga dia belum melakukan sholat Shubuh maka dia wajib mandi ketika akan melakukan sholat.

 *Catatan:*

✔️Boleh bagi orang yang junub untuk hadir dalam Majlis ilmu, dan dia mendapatkan pahalanya. Tetapi dia tidak boleh berdiam diri di dalam masjid sebelum mandi.

✅Hal-hal yang mewajibkan mandi ada enam.

Tiga perkara terjadi pada laki-laki dan perempuan dan tiga perkara khusus terjadi pada perempuan, yaitu:

1⃣ Bertemunya dua kemaluan (jima') 

Yakni masuknya kepala dzakar (hasyafah) atau seukuran hasyafah untuk dzakar yang terpotong ke dalam farji

Sekedar bersentuhannya dzakar dan farji tidak mewajibkan mandi.

Wajib bagi seorang perempuan untuk mandi jika masuk ke dalam fajinya dzakar binatang. 

2⃣ Keluarnya mani

Baik keluarnya mani tersebut dengan sebab berfikir, memandang, bersentuhan dengan jima' atau lainnya, dalam keadaan sadar atau tidur, dengan syahwat atau tanpa syahwat.

*Catatan*

✔️Mani dapat diketahui dengan salah satu dari empat tanda, yaitu:

Lezat ketika keluarnya

Bau adonan roti ketika masih basah 

Warna putih telur ketika sudah kering

Keluarnya dengan memancar kuat dan diiringi dengan lemahnya dzakar dan hilangnya syahwat.

Tidak disyaratkan berkumpulnya tanda-tanda tersebut, satu tanda saja ditemukan maka disebut mani. 

Sedangkan madzi dan wadi maka keduanya tidak mewajibkan mandi, namun keduanya  membatalkan wudlu dan najis, wajib membasuh tempat keluarnya.
 
3⃣Mati

Jika ada seorang muslim meninggal dunia maka wajib memandikannya, kecuali jika mati syahid dalam peperangan 

والله أعلم بالصواب
اللهم صل وسلم على سيدنا محمد

#DAKWAH LDNU KAB KEDIRI

Banyak hal yg tak dimengerti karena tak ada penjelasan.. berputar2 dalam ketidak pastian.. membuat hati rasanya harus merelakan..ahh ntahlah...