Kamis, 05 November 2020

Uang Kepala Tulang

 *━•⊰❁🌦️༄ ﷽ ༄🌤️❁⊱•━*



‏﷽

۝ إِنَّ اللَّهَ وَمَلائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى

النَّبِيِّ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا

عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا ۝ ﷺ.


🌹 مشاورتكم مباركة 🌹


☀️Uang Kepala tulang☀️


📩 SOAL NO 160

🥀MUSYAWAROH FIQHIYYAH 


💦 Deskripsi 


Deskripsi Masalah:

Ada pengalaman seseorang saja si Rian),dia punya peluang bisnis. Dalam hal ini si bos (sebut saja

Agus)merencanakan sebuah pekerjaan bangunan/lain hal nya dengan anggaran 100jt dan si bos tadi

mempredikisi 30hari selesai, sementara jumlah pckerja ada 30 orang misalnya, dan si bos Agus

menyerahkan uang kepada si Rian untuk mengelola di lapangan.

Setelah pekerjaan selesai akhirnya berhitung upah, termyata ada sisa uang lumayan banyak di karenakan

ada pekerja yg tidak full dalam hitungan hari kerja nya dan para pekerja pun sudah puas dengan pembagian

uang sesuai standar upah perhari nya.


🖋️Pertanyaan


Status uang ini punya siapa? 


 ❄️Jawaban ❄️

 

Sisa Uang adalah milik bos Agus, karena status kepala tukang adalah wakil, dan seorang wakil wajib mengembalikan sisa uang kepada muwakkil ( bos Agus) 


🔰 *━•⊰Referensi⊱•━*🔰


قرة العين بفتاوى إسماعيل الزين ـ (ص ١٤٨)

سؤال : لو وكل شخص أخر في شراء الفدية أوغيرها فأعطاه نحو ستة ألاف روبية ثم اشتراها الوكيل بأنقص منها، فهل له أخذ الزائد منها أولا ؟

الجواب، والله الموفق للصواب: أن الوكيل المذكور إذا اشترى الشاة للوكيل بمال الموكل فإنه يلزمه رد الزائد عن الثمن ولا يجوز له أخذه وفي ثمرة الروضة الشهية: (مسألة) لو وكل شخص أخر شراء شاة الفدية فأعطاه نحو ستة ريالات ثم اشتراه الوكيل بأنقص منها، فهل له أخذ الزائد منها أولا ؟ (الجواب) أما الزائد المذكور فلاشك أنه حق الموكل إلا أن للوكيل إذا غلب على ظنه رضاه أكله، كما في فتاوي ابن حجر قال: ثم إن بان خلاف ظنه لزمه رده وإلا فلا. وقال الجمل في حاشيته على المنهج في باب الوليمة ج ٤ ص ٢٨٧: لكل أحد أن يأخذ من مال غيره حاضرا أو غائبا، نقدا أو مطعوما أوغيرهما ما يظن رضاه به ولو بقرينة بينة اهـ بحروفه. والله أعلم بالصواب. والله أعلم.


*╾╌╌─⃟ꦽ⃟𖧷̷۪۪ᰰ᪇ 🌴☣️🌴᪇𖧷̷۪۪ᰰ⃟ꦽ⃟  ─╌╌╸*

Sumber: @musyawara

t.me/musyawara

Utusan Kepada Heraklitus

 *KISAH RASULULLAH ﷺ*

===================

Bagian 125


*اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سيدنا مُحَمَّدٍ وَ عَلَى آلِ سيدنا مُحَمد*



*Utusan Kepada Heraklius*


Rasulullah ﷺ tidak pernah ragu sedikit pun untuk mengajak orang kepada agama yang benar, agama yang akan menyelamatkan manusia dari kesengsaraan tiada batas di akhirat nanti. Apalagi perjanjian Hudaibiyah sudah menjamin bahwa tidak akan ada peperangan dengan orang Quraisy selama 10 tahun kecuali jika perjanjian itu dilanggar oleh salah satu pihak. Maka ini adalah saatnya menyebarkan dakwah seluas mungkin tanpa takut dihambat oleh orang Quraisy.


Rasulullah ﷺ mengutus Dihyah bin Khalifa Al Kalbi untuk menyampaikan surat kepada Heraklius, yang saat itu sedang berada di Baitul Maqdis. Surat Rasulullah ﷺ itu berbunyi,


 Bismillahirrohmanirrohim 


Dari Muhammad bin Abdullah kepada Heraklius pemimpin Romawi.  Kesejahteraan bagi siapa pun yang mengikuti petunjuk. Masuklah Islam niscaya tuan akan selamat. Masuklah Islam niscaya Allah akan melimpahkan pahala kepada tuan dua kali lipat. Namun jika tuan berpaling maka tuan akan menanggung dosa rakyat Arisiyin.


قُلْ يَا أَهْلَ الْكِتَابِ تَعَالَوْا إِلَىٰ كَلِمَةٍ سَوَاءٍ بَيْنَنَا وَبَيْنَكُمْ أَلَّا نَعْبُدَ إِلَّا اللَّهَ وَلَا نُشْرِكَ بِهِ شَيْئًا وَلَا يَتَّخِذَ بَعْضُنَا بَعْضًا أَرْبَابًا مِنْ دُونِ اللَّهِ ۚ فَإِنْ تَوَلَّوْا فَقُولُوا اشْهَدُوا بِأَنَّا مُسْلِمُونَ


Katakanlah: Hai Ahli Kitab, marilah (berpegang) kepada suatu kalimat (ketetapan) yang tidak ada perselisihan antara kami dan kamu, bahwa tidak kita sembah kecuali Allah dan tidak kita persekutukan Dia dengan sesuatu pun dan tidak (pula) sebagian kita menjadikan sebagian yang lain sebagai tuhan selain Allah. Jika mereka berpaling maka katakanlah kepada mereka: Saksikanlah, bahwa kami adalah orang-orang yang berserah diri (kepada Allah).

Surah Ali 'Imran (3:64)


Pada saat itu kebetulan Abu Sufyan dan rombongan pedagang Quraisy sedang berada di Darussalam. Heraklius mengundang mereka dalam pertemuan yang dihadiri oleh para pembesar Romawi.


"Siapa di antara kalian yang mempunyai ikatan darah yang paling dekat dengan orang yang mengaku sebagai nabi itu?" tanya penerjemah Heraklius.


"Akulah orang yang paling dekat hubungan darahnya dengan dia," jawab Abu Sufyan.


"Mendekatlah kemari!" minta Heraklius.


*(Kisah di kemudian hari)* Heraklius adalah penguasa Romawi Timur atau Byzantium yang ibukotanya di Konstantinopel. 

Sepeninggal nabi, Khalifah Abu Bakar mendengar tentang gerakan pasukan Romawi yang membahayakan Negara Islam. 

Abu Bakar mengirim pasukan di bawah komando Amr Bin Al As Suara, Bilal bin Hasanah dan Yazid bin Abu Sofyan beberapa hari sebelum Abu Bakar wafat. Pasukan muslim berhasil mengusir pasukan Byzantium untuk selamanya.



*Heraklius dan Abu Sufyan*


"Bagaimana nasibnya di tengah kalian?" tanya Heraklius melalui penterjemahnya. 


"Dia adalah orang terpandang di antara kami," jawab Abu Sufyan.  


Lalu Heraklius terus bertanya tentang Rasulullah ﷺ yang selalu dijawab Abu Sufyan dengan jujur.


Akhirnya Heraklius berkata, 


"Aku sudah menanyakan kepadamu, apakah kalian menuduhnya pembohong sebelum dia mengatakan apa yang dikatakannya? 

Engkau menjawab tidak.  Memang aku tahu, tidak mungkin dia berdusta terhadap manusia dan terhadap Allah. 


Aku sudah menanyakan kepadamu apakah yang mengikutinya dari kalangan orang-orang yang terpandang ataukah orang-orang yang lemah? Engkau katakan, orang-orang lemahlah yang paling banyak mengikutinya Memang begitulah pengikut para rasul.


Aku sudah menanyakan kepadamu adakah seseorang yang murtad dari agamanya karena benci terhadap agamanya itu setelah dia memasukinya? Engkau katakan tidak ada. Memang begitulah Jika iman sudah meresap ke dalam hati.


Aku sudah menanyakan kepadamu Apakah dia pernah berkhianat? 

Engkau katakan tidak pernah. Memang begitulah para rasul memang tidak pernah berkhianat. 


Aku sudah menanyakan kepadamu apakah yang diperintahkan'? 

Engkau katakan bahwa dia menyuruh kalian untuk menyembah Allah dan tidak menyekutukan sesuatu pun dengannya, melarang kalian menyembah berhala, menyuruh kalian


Mendirikan shalat, bersedekah, jujur, dan menjaga kehormatan diri.


Jika yang engkau katakan ini benar, maka dia akan menguasai tempat di mana kedua kakiku berpijak saat ini. Jauh-jauh sebelumnya aku sudah menyadari bahwa orang yang seperti dia akan muncul dan aku tidak menduga bahwa dia berasal dari tengah masyarakat kalian. Andaikata aku bisa bebas bertemu dengannya, aku lebih memilih bertemu dengannya. Andaikan aku berada di hadapannya, tentu akan kubasuh kedua telapak kakinya."


Setelah itu Heraklius meminta surat Rasulullah ﷺ dibacakan sampai selesai. Segera saja suara gaduh  terdengar di sana-sini.


Setelah memeluk Islam, Abu Sufyan pun berkata, 

"Sejak saat itu aku yakin akan kemenangan Rasulullah ﷺ hingga akhirnya Allah memberiku petunjuk untuk memeluk Islam."



Bersambung


*والله اعلم بالصواب*


=====================

*SEMOGA BERMANFAAT*

=====================

Surat Kepada Kisra, Raja Persia

 *KISAH RASULULLAH ﷺ*

===================


Bagian 126


اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَ عَلَى آلِ مُحَمد



*Surat kepada Kisra, Raja Persia*


Jika surat Rasulullah ﷺ dibaca dan diterima dengan hormat oleh orang Romawi, tidak demikian halnya dengan orang-orang Persia. Surat Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam kepada Kisra raja Persia itu berbunyi


 "Bismillahirrohmanirrohim.


Dari Muhammad Rasulullah kepada Kisra pemimpin Persia. Kesejahteraan bagi siapa pun yang mengikuti petunjuk, beriman kepada Allah dan utusan-Nya, bersaksi bahwa tiada ilah selain Allah semata yang tiada sekutu baginya dan bahwa Muhammad adalah hamba dan utusan-Nya. 


Aku menyeru tuan dengan seruan Islam. Sesungguhnya aku adalah utusan Allah kepada seluruh manusia untuk memberi peringatan kepada orang yang hidup dan orang yang membenarkan perkataan atas orang-orang kafir. Masuklah Islam niscaya tuan akan selamat. Namun jika tuan menolak, maka dosa orang orang Majusi ada di pundak tuan."


Setelah membaca surat itu, Kisra merobek-robek surat Rasulullah ﷺ sambil berkata, 


"Seorang budak yang hina dina dari rakyatku pernah menulis namanya sebelum aku berkuasa," 


Setelah mendengar apa yang dikatakan Kisra, Rasulullah ﷺ bersabda, "Allah akan mencabik-cabik kerajaannya."


Setelah itu Kisra menulis surat kepada Badzan, Gubernur di Yaman. Isinya,  "Utuslah dua orang yang gagah perkasa untuk menemui orang dari Hijaz ini (maksudnya Rasulullah ﷺ) dan setelah itu, hendaklah mereka berdua membawanya untuk menemuiku.


Ketika dua orang suruhan itu tiba di hadapan Rasulullah ﷺ, beliau menyuruh mereka menemuinya lagi besok. Ternyata pada saat yang sama, Kisra dibunuh oleh Syiruyyah, putranya sendiri.


Terbuktilah sabda Rasulullah ﷺ bahwa kerajaan Kisra akan tercabik-cabik. Rasulullah ﷺ mengetahui hal ini dari wahyu dan meneruskannya kepada kedua utusan itu. 

Rasulullah ﷺ meminta kedua utusan itu pulang dan menyampaikan surat yang mengajak Badzan memeluk Islam. 


Penghujung surat berbunyi, 

"Apabila tuan mau masuk Islam, kuberikan apa yang menjadi milik tuan dan mengangkat tuan sebagai pemimpin kaum tuan."


Syiruyyah sendiri melarang Badzan menyerang Rasulullah ﷺ jika tidak ada perintah darinya. Hal inilah yang membuat Badzan dan seluruh rakyat Yaman  memeluk Islam.


*Surat kepada Muqauqis, Raja Mesir*


Selain kepada kedua kerajaan besar itu Rasulullah ﷺ juga menulis surat kepada para penguasa yang lain. Hatib bin Abi  Balta'ah diperintahkan Rasulullah ﷺ untuk menyampaikan surat beliau kepada Juraij bin Mata, penguasa Mesir dengan gelar Muqauqis. Surat beliau berbunyi,


Bismillahirrohmanirrohim, 


Dari Muhammad hamba Allah dan utusan-Nya kepada Muqauqis, Raja Qibti (Mesir). Keselamatan bagi siapa pun yang mengikuti petunjuk. Amma Ba'd.  


Aku menyeru tuan dengan seruan Islam, niscaya Allah akan memberikan pahala kepada tuan dua kali lipat. Namun jika tuan berpaling maka tuan akan menanggung dosa seluruh penduduk Qibti."


Surat Rasulullah ﷺ itu kemudian ditutup dengan ayat ke 64 Surat Ali Imron, seperti yang juga disampaikan kepada Heraklius.


قُلْ يَا أَهْلَ الْكِتَابِ تَعَالَوْا إِلَىٰ كَلِمَةٍ سَوَاءٍ بَيْنَنَا وَبَيْنَكُمْ أَلَّا نَعْبُدَ إِلَّا اللَّهَ وَلَا نُشْرِكَ بِهِ شَيْئًا وَلَا يَتَّخِذَ بَعْضُنَا بَعْضًا أَرْبَابًا مِنْ دُونِ اللَّهِ ۚ فَإِنْ تَوَلَّوْا فَقُولُوا اشْهَدُوا بِأَنَّا مُسْلِمُونَ


Katakanlah: Hai Ahli Kitab, marilah (berpegang) kepada suatu kalimat (ketetapan) yang tidak ada perselisihan antara kami dan kamu, bahwa tidak kita sembah kecuali Allah dan tidak kita persekutukan Dia dengan sesuatu pun dan tidak (pula) sebagian kita menjadikan sebagian yang lain sebagai tuhan selain Allah. Jika mereka berpaling maka katakanlah kepada mereka: Saksikanlah, bahwa kami adalah orang-orang yang berserah diri (kepada Allah).

Surah Ali 'Imran (3:64)


Hathib menambahkan, 


"Kami mengajakmu kepada Islam yang Allah telah mencukupkannya dari agama yang lain. Sesungguhnya nabi Ini menyuruh semua manusia yang paling ditekan Quraisy, yang paling dimusuhi Yahudi, dan yang paling dekat dengan orang Nasrani (Muqauqis dan rakyatnya adalah pemeluk Nasrani)


Setiap nabi yang sudah mengenal suatu kaum, maka kaum itu adalah umatnya yang pasti mereka harus menaati nya. Tuan termasuk orang yang sudah mengenal nabi ini."


Muqauqiss menjawab, 


"Memang aku telah memperhatikan agama nabi ini dan kutahu bahwa dia tidak memerintahkan untuk menghindari agama Almasih, tidak pula seperti tukang sihir yang sesat atau dukun yang suka berdusta. Kulihat dia membawa tanda kenabian dengan mengeluarkan yang tersembunyi dan mengabarkan yang rahasia. Aku akan mempertimbangkannya."


Kemudian, Muqauqis menulis surat yang isinya,


Bismillahirrohmanirrohim,


Kepada Muhammad bin Abdullah dari Muqauqis, pemimpin Qibti. Kesejahteraan bagi Tuan. Amma Ba'd. 

Saya telah membaca surat tuan dan bisa memahami isinya, serta apa yang tuan serukan. Saya sudah tahu bahwa ada seorang nabi yang masih tersisa. Menurut perkiraan saya dia akan muncul dari Syam. Saya hormati utusan tuan dan kini kukirim 2 gadis yang mempunyai kedudukan terhormat di masyarakat Qibti, dan beberapa lembar kain. Saya hadiahkan pula seekor baghal agar dapat tuan pergunakan sebagai tunggangan. Salam sejahtera bagi tuan.


Nah dua gadis itu adalah Maria dan Shirin. Maria kemudian menjadi istri Rasulullah ﷺ dan Shirin menikah dengan Hasan bin Tsabit al-Anshari.


Bersambung


*والله اعلم بالصواب*

Do'a ingin Menikah

 Resep yg ingin menikah.


Bacalah :

يا مغيث 

Sebanyak 310 kali setiap selesai sholat

Beserta membaca sholawat 3x, lafadz sholawatnya yaitu :

صلى الله على محمد 

صلى الله عليه وسلم

Sholawat tersebut di baca sebelum dan sesudah melaksanakan sholat, insya allah dalam jangka 2 minggu atau lebih, bagi yg mau menikah,,


Masya allah alhamdulillah.

Pribadi yang Bermanfaat

 PRIBADI  YANG BERMANFAAT

Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda:⁣

خَيْرُ الناسِ أَنْفَعُهُمْ لِلناسِ⁣

“Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia” (HR. Ahmad, ath-Thabrani, ad-Daruqutni).⁣

Saudaraku, menjadi pribadi yang bermanfaat adalah salah satu karakter yang harus dimiliki oleh seorang Muslim. Setiap Muslim diperintahkan untuk memberikan manfaat bagi orang lain.⁣

Memberikan manfaat kepada orang lain, maka manfaatnya akan kembali untuk kebaikan diri kita sendiri. Allah Jalla wa ‘Alaa berfirman:⁣

إِنْ أَحْسَنْتُمْ أَحْسَنْتُمْ لِأَنْفُسِكُمْ⁣

“Jika kalian berbuat baik, sesungguhnya kalian berbuat baik bagi diri kalian sendiri” (QS. Al-Isra:7)⁣

Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda:⁣

مَنْ كَانَ فِي حَاجَةِ أَخِيهِ كَانَ الله فِي حَاجَتِهِ⁣

“Barangsiapa membantu keperluan saudaranya, maka Allah akan membantu keperluannya.” (Muttafaq ‘alaih)⁣

Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda:⁣

مَنْ نَفَّسَ عَنْ مُؤْمِنٍ كُرْبَةً مِنْ كُرَبِ الدُّنْيَا نَفَّسَ الله عَنْهُ كُرْبَةً مِنْ كُرَبِ يَوْمِ الْقِيَامَةِ, ةِ وَمَنْ يَسَّرَ عَلَى مُعْسِرٍ يَسَّرَ الله عَلَيْهِ فِي الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ⁣

“Barang siapa yang memudah kesulitan seorang mu’min dari berbagai kesulitan-kesulitan dunia, Allah akan memudahkan kesulitan-kesulitannya pada hari kiamat. Dan siapa yang memudahkan orang yang sedang dalam kesulitan niscaya akan Allah memudahkan baginya di dunia dan akhirat” (HR. Muslim).⁣

Saudaraku agar kita benar-benar mendapatkan manfaat yang kita berikan kepada orang lain, kita harus ikhlas, karena ikhlas adalah salah satu kunci diterimanya amalan kita.⁣

Dan hanya amalan yang diterima Allah Jalla fii ‘Ulaah yang akan memberikan manfaat kepada kita baik di dunia maupun di akhirat kelak.⁣

Semoga Allah membimbing kita menjadi pribadi yang bermanfaat dunia dan akhirat... Aamiin....

10 sikap Hidup Bahagia

 Semangat Pagi 


"10 Sikap Hidup Bahagia"


1. Lepaskanlah Rasa Kuatir & Ketakutan.


Ketakutan & kekuatiran hanyalah imajinasi pikiran akan suatu kejadian di masa depan yang belum tentu terjadi, kebanyakan hal-hal yang Anda kuatirkan & takutkan tak pernah terjadi! It’s all only in mind.


2. Buanglah Dendam.


Dendam & Amarah yg disimpan hanya akan menyedot energi diri Anda & hanya mendatangkan KELELAHAN JIWA, BUANGLAH!!


3. Berhentilah Mengeluh.


Mengeluh berarti selalu tak menerima apa yang ada saat ini, secara tak sadar Anda membawa-bawa beban negatif.


4. Bila Ada Masalah, Selesaikan Satu Persatu.


Hanya inilah cara menangani setiap persoalan satu demi satu.


5. Tidurlah dengan Nyenyak.


Semua masalah tak perlu dibawa tidur. Hal tersebut buruk & tak sehat, biasakanlah tidur dengan nyaman.


6. Jauhi Urusan Orang Lain.


Biarkan masalah orang lain menjadi urusan mereka sendiri. Mereka memiliki cara sendiri untuk menangani setiap masalahnya.


7. Hiduplah Pada Saat ini, Bukan Masa Lalu.


Nikmati masa lalu sebagai kenangan, Jangan tergantung padanya. Konsentrasilah hidupmu pada kejadian saat ini, karena apa yg Anda miliki adalah saat ini, bukan kemarin, bukan besok. “Be totally present”


8. Jadilah Pendengar Yang Baik.


Saat menjadi pendengar, Anda belajar & mendapatkan ide-ide baru berbeda dari org lain.


9. Berpikirlah Positif.


Rasa frustasi datang dari pikiran negatif. Kembalilah berpikir positif. Bertemanlah dgn orang-orang yg berpikiran positif & terlibatlah dengan kegiatan positif.


10. Bersyukurlah.


Bersyukurlah atas hal-hal kecil yang akan membawa Anda pada hal-hal besar.


 https://chat.whatsapp.com/Gx0b0UrGhhq8VJFSv9Dh15

Surat kepada Raja Najasyi

 *KISAH RASULULLAH ﷺ*

===================

Bagian 127


اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَ عَلَى آلِ مُحَمد


*Surat kepada Najasyi, Raja Habasyah*


Selain itu Rasulullah ﷺ juga menulis surat kepada Najasyi, raja Habasyah yang menerima kaum muslimin yang mengungsi ke negerinya. Amir bin Umayyah adh Dhamri menyampaikan surat Rasulullah ﷺ yang berbunyi,

 Bismillahirohmanirohim

Dari Muhammad Rasulullah kepada Najasyi pemimpin Habasyah (Habsyi). Kesejahteraan bagi siapa pun yang mengikuti petunjuk, amma ba'd. 

Aku memuji bagi tuan kepada Allah yang tiada ilah selain Nya. Dialah penguasa yang Maha Suci, yang memberi kesejahteraan memberi perlindungan dan yang berkuasa. 

Aku bersaksi bahwa Isa bin Maryam adalah roh Allah dan kalimat-Nya yang disampaikan kepada Maryam yang perawan, baik, dan menjaga kehormatan diri lalu dia mengandung Isa dari roh-Nya dan tiupan-Nya sebagaimana Dia menciptakan Adam dengan tangan-Nya. 

Aku menyeru kepada Allah semata, yang tiada sekutu bagi-Nya dan senantiasa mentaati-Nya, dan hendaklah tuan mengikuti aku, beriman kepada apa yang diberikan kepadaku. Sesungguhnya aku adalah utusan Allah dan aku menyeru tuan dan pasukan tuan kepada Allah Azza wa Jalla. Aku sudah mengajak dan memberi nasihat maka terimalah nasihatku. Kesejahteraan bagi siapa pun yang mengikuti petunjuk.


Begitu Najasyi menerima surat Rasulullah ﷺ ia langsung mengangkat surat itu dan meletakkannya di depan matanya. Ia turun ke lantai dari singgasananya, lalu masuk Islam di hadapan Ja'far bin Abu Thalib yang masih berada di sana bersama para pengungsi Muslim.


Najasyi membalas surat Rasulullah ﷺ yang menyetujui bahwa Nabi Isa memang benar seorang utusan Allah yang lahir dari Maryam yang suci. Najasyi juga menyatakan bahwa ia memeluk Islam dan menyatakan sumpah setia kepada Rasulullah ﷺ.


Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam juga meminta Najasyi agar mengirim pulang Ja'far bin Abi Tholib ke Madinah.  Najasyi pun menyediakan dua perahu. Turut pula dalam rombongan itu Amir bin Umayyah sang pembawa surat.


Najasyi wafat pada bulan Rajab tahun ketujuh Hijriyah. Rasulullah ﷺ  bersedih hati atas kematiannya dan menyelenggarakan shalat ghaib. Rasulullah ﷺ pun mengirim surat yang sama isinya kepada pengganti Najasyi. Akan tetapi sejarah tidak mencatat apakah penggantinya juga memeluk Islam atau tidak.



*Perang Khaibar*


Setelah orang Quraisy setuju untuk berdamai, kini ada satu musuh yang tidak kalah berbahaya. Mereka adalah orang-orang Yahudi yang kini berkumpul di Khaibar, Kota Benteng yang sangat kuat. 


Para penghuni Khaibar inilah yang dulu menghasut pasukan Quraisy untuk menyerang Madinah dalam Perang Khandaq.


Rasulullah ﷺ mengetahui bahwa jika dibiarkan mereka akan menempuh cara yang lebih berbahaya untuk membasmi kaum muslimin. Maka Rasulullah ﷺ pun menyiapkan pasukannya, namun beliau paham bahwa pertempuran yang mereka hadapi akan sangat berat. 

Karena itu yang boleh bergabung hanya orang-orang yang benar-benar siap berjihad. Maka berkumpulah orang-orang yang gagah berani yang terdiri atas 1400 pasukan berjalan kaki dan 100 penunggang kuda.


Diam-diam Abdullah bin Ubay mengirim pesan kepada orang-orang Khaibar, "Muhammad hendak mendatangi kalian. Bersiap siagalah dan kalian tak perlu takut. Jumlah dan kekuatan kalian sangat banyak sementara kaum Muhammad hanya sedikit dengan persenjataan terbatas".


Rasulullah ﷺ meminta dua petunjuk jalan. Keduanya menunjukkan empat jalan yang dapat ditempuh kaum muslimin agar kedatangan mereka tidak diketahui orang-orang Yahudi di Khaibar. 

Jalan-jalan itu bernama Syasy (kacau), Hathib (sial), Huzn (kesedihan), Marhab (selamat datang). Maka Rasulullah ﷺ pun memilih melewati jalan Marhab.


Setelah shalat ashar Rasulullah ﷺ meminta bekal makanan. Karena hanya sedikit, beliau disuguhi tepung gandum yang tidak seberapa banyak. Rasulullah ﷺ kemudian mengolah tepung itu sehingga menjadi cukup buat beliau dan semua orang. 


Seorang penyair bernama Amir bin Akwa melantunkan karyanya,


"Kalau bukan karena engkau ya Allah,

Kami tidak akan mendapatkan hidayah. Tidak pula sholat dan bersedekah. 

Ampunilah


Dosa kami sebagai tebusan selagi kami tegar dalam ketakwaan,

Teguhkanlah pendirian kami dalam peperangan. Berikanlah kepada kami ketentraman hati.

Kami tidak ingin hidup jika musuh mengalahkan kami.


Mendengar syair itu Rasulullah ﷺ bersabda, 


"Allah merahmatinya."


Para sahabat hafal bahwa jika Rasulullah ﷺ memohon ampunan bagi seseorang, orang itu akan mati syahid demikianlah yang terjadi pada Amir bin al Akwa dalam pertempuran ini.


Bersambung


*والله اعلم بالصواب*

Banyak hal yg tak dimengerti karena tak ada penjelasan.. berputar2 dalam ketidak pastian.. membuat hati rasanya harus merelakan..ahh ntahlah...